Tampilkan postingan dengan label Buah Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Buah Hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Desember 2020

Gadget dan Generasi Milenial


Ahad kemarin, 6 Desember 2020 webinar parenting yanh direncanakan kawan-kawan di Rumah Muslimah Juara Alhamdulillah sukses terlaksana. Hujan dari semalam seolah menjadi uji keberanian dan juga ketawakalan kepada panitia dan petugas yang tetap offline. Artinya tetap datang ke tempat diadakan syuting untuk kegiatan webinar. 

Mendekati waktu acara, dag dig dug pastinya. MC belum juga datang. Mungkin masih terjebak hujan yang masih setia turun dari subuh. Begitupun dengan tim IT yang harus bermotor ke on the spot. Baiklah, keep possitive thinking. Misuh-misuh gak ada manfaat, bikin senewen sih iya. Saatnya meyakini ini qudrat iradat Allah yang harus diterima dengan lapang dada.

Lanjut ya..

Di menit- menit terakhir petugas semua datang, Alhamdulillah. Tenang walau persiapan masih belum 90%. Gak papa..., MC diminta cuap -cuap dulu setelah tarik nafas hehehe. Dan Bismillah, jam sembilan lebuh acara dimulai. Dan semua dilancarkan walau jauh dari kata perfect. Aih... siapalah kita yang hanya makhluk lemah. Sempurna itu milik Allah lah...

Saya memang berniat tidak berpanjang lebar memberi sambutan di acara tersebut. Hanya mengingatkan bahwa kunci penting dari mendidik generasi milenial yang sejak dalam kandungan saja sudah kenalan deng an gadget, kecil-kecil sudah lincah memainkan hape dibanding orang tuanya, adalah kemauan dari orang tua untuk senantiasa memperbaiki diri. Seperti yang dikatakan oleh Imam Al Ghazali .


Menjadi orang tua itu belajarnya sama panjangnya dengan usia si anak. Iman dan ilmu jelas bekal terbaik. Maka carilah ilmu yang bisa digunakan untuk memperbaiki diri, bukan untuk merasa diri lebih baik dari orang lain ( ana khairu minkum ). Yakinkan bahwa Allah sudah menyiapkan kita menjadi oran tua dengan juklaknya yaitu Al Qur'anul Karim.  Maka jangan pernah ragu mencari jawaban dari setiap permasalahan baik dalam mendidik anak maupun hidup dalam Al Qur'an. Karena Al Qur'an itu cocok untuk manusia di segala zaman.


Ditambah mau berupaya terus menerus. Zaman now memang zaman segala serba instan. Tapi dalam urusan ibadah jangan berpikir asal jadi. Karena Allah tidak melihat hasil tapi proses dari yang kita lakukan. Jika anak diingatkan susah nempelnya, anggaplah sedang dikasih ladang amal yang luasnya gak ketulungan. Sedih, kesal manusiawi kok. Agar tidak jadi kecewa bahkan sampai putus asa, maka iringi langkah dan upaya diri dengan doa. Bukankah Ibrahim as., berdoa ketika memohon agar keturunannya menegakkan shalat? Bukankah Zakaria as., berdoa agar diberi keturunan yang baik yang shalih? 


Berdoa juga menghindarkan kita dari ujub dan sombong. Ingat keberhasilan mendidik anak bukan lahir dari tangan sendiri. Tapi ada peran dari lingkungan, pendidik, teman dan juga keluarga.


Nah, bagi yang belum ikutan acaranya bisa lihat di youtube Yayasan Juara Insan Mandiri. Stay tune yaa. Semoga bermanfaat .***



Jumat, 05 Juli 2019

Agar Tak Pusing Memilih Sekolah untuk Anak

Hasil gambar untuk sekolah
https://settlersindia.com/sites/default/files/building-1400x1051.jpg



Assalamu'alaikum men temen...

Alhamdulillah, kabar baik kan? Setelah kesibukan idul Fitri disambung halal bihalal dari mulai tingkat keluarga besar, RT, RW sampai komunitas tempat beraktifitas kini mulai fokus lagi pada apa yang di depan mata. Bagi yang tahun sekarang memasukkan anak-anak ke sekolah baru ( langsung ngacung tinggi-tinggi), maka selamat kita satu gerbong hehehe. Karena tahun sekarang dua anak yang jadwal masuk sekolah baru, satu masuk SD satu lagi masuk SMP. 


Saya yakin seyakin- yakinnya, setiap orang tua pasti ingin memasukkan anak mereka ke sekolah terbaik. Karenanya saya menghargai pilihan yang diambil setiap orang tua. Bagi yang berusaha memasukkan anaknya ke sekolah negeri dan harus pusing dengan zonasi, percayalah I feel u. Pernah merasakan di posisi yang sama. Mules sampai hari pengumuman tiba. Ngencengin doa di setiap sepertiga akhir malam. Pasrah seikhlas-ikhlasnya pada hasil yang akan di dapat. Toh, semuanya sudah tertulis di Lauhful Mahfudz.

Sedang yang memilihkan sekolah swasta untuk anak-anaknya, kita juga segerbong Mak! Karena beberapa pertimbangan akhirnya memilih memasukkan anak ke sekolah swasta baik itu fullday maupun boarding ( pondok pesantren). Merasakan pusing karena melihat deretan angka untuk biaya pendidikan yang tiap tahun pasti ada kenaikan. Memperkuat usaha, menambah permintaan pada Sang maha Kaya Allah Al Ghani.

Mencari sekolah yang tepat dengan bakat minat dan kebutuhan anak memang susah susah gampang. Perlu maju mundur, saling menempelkan kepala dan tangan, seiring sejalan antara ortu dan anak. Biar semua pihak bisa saling mendukung dan bersinergi jika nanti akhirnya si anak belajar di sekolah impiannya. Makanya, jauh- jauh hari saya sudah mecari-cari kriteria yang bisa dijadikan acuan memilih sekolah. Diantara seperti di bawah ini :


1. Sekolah memikili visi yang sama dengan visi pendidikan keluarga
sebenarnya tugas mendidik anak ada di pundak orang tua. Sekolah harusnya disikapi sebagai bantuan dalam memberikan pendidikan yang terstruktur dan terkurikulum bagi anak. Karena itu pendidikan di sekolah harus sejalan dengan pendidikan di rumah. terutama dalam hal yang dasar seperti aqidah dan visi misi pendidikannya.
 
Jangan sampai kita memilih sekolah yang visinya malah bertolak belakang sengan misi keluarga kita. Termasuk dalam hal ini adalah jangan sampai kita memilih sekolah bagi anak yang berpotensi merusak aqidah. Itu malah yang paling pokok yang saya pegang. Makanya ketika survey sekolah yang paling ditanya duluan ya visi misi sekolah. Walaupun namanya islami kalau visi misinya gak jelas apalagi ditengarai memiliki penyusupan aqidah ya langung coret pake tinta merah. Meskipun secara kualitas akademis maupun fasilitas jempolan, no way.


2.  Perhitungkan keuangan
Meski uang bukan segalanya, tapi segalanya bakalan lebih lancar jika ada uang ya kan. Nah, itu juga perlu kita lihat masalah biaya pendidikan. Pastikan kita siap dan mampu mengeluarkan sekian rupiah untuk sekolah anak. Artinya, jangan juga kita memaksakan diri yang membuat kondisi keuangan keluarga dalam zona bahaya. Pikirkan baik-baik dampak positif maupun negatifnya. Jangan sampai kita mengambil jalan curang karena itu jelas-jelas bertentangan dengan tujuan mendidik anak. 


3. Diskusikan dengan anak
karena yang akan menjalani anak, maka mintalah pendapat dia tentang sekolah seperti apa yang di inginkan. Apakah sekolah umum, sekolah berbasis agama. sekolah negeri, sekolah swasta. Atau pilih fullday atau boarding school? Setelah itu baru orang tua memberi masukan kepada anak jika ternyata pilihan orang tua berbeda dengan anak. 

Biasanya kurleb satu tahun saya kasih waktu untuk anak memilih dan menentukan sekolah seperti apa yang dia inginkan. Seperti saat anak mau lulus SD, di awal semester saya sudah membuka pembicaraan tentang SMP. di semester dua biasanya kerjasama dengan sekolah untuk menyesuaikan denganbakat minat anak. Jadi orang tua mendapatkan banyak data untuk menentukan sekolah yang tepat dan bisa mengakomodir semua kebutuhan anak.


4. Cari tahu kelebihan dan kekurangan sekolah
Karena tidak ada sekolah yang sempurna, ya jangan dicari. Tapi carilah yang mudaratnya lebih kecil. Bisa dengan mengadakan kunjungan ke sekolah yang dimaksud. Bertanya pada alumni sekolah tersebut, bisa juga bertanya ke tetangga kanan kiri. Yang perlu diingat kita mencari kelebihan bukan untuk menjadi tekad agar bisa masuk ke sekolah tersebut. Demikian juga mencari kekurangan bukan untuk menjatuhkan .


5. Kenali juga lingkungan sekolah
Ini juga perlu dikenali ya men temen. Karena faktor lingkungan itu sangat berperan dalam membentuk perilaku anak. Pernah mendengar keluhan orang tua yang anaknya berubah sejak masuk ke sekolah baru. Mulai merokok, rambut dicat, dan sering banget pulang jauh melebihi jam sekolah. Setelah diteliti ternyaat si anak terpengaruhi oleh lingkungan sekitar sekolah. Ada juga anak yang tiba-tiba mogok sesekolah. Ternyata oh ternyata karena si anak takut setiap hari kena palak dan bully karen alingkungan sekolahnya terkenal tempat biasa tawuran antar pelajar. 


6. Fasilitas sekolah
Bukan hanya fasilitas di dalam sekolah seperti laboratorium, perpustakaan, lapangan, ruang ini itu, tapi saya juga memikirkan jalur transportasi anak. Kalau sekolahnya cukup jauh ( kadang jarak di peta dengan kenyataan suka beda hehehe ), pastikan apa sekolah punya layanan jemputan atau tidak. akan berbeda jika anak sudah besar dan bisa menggunakan transportasi umum atau bus sekolah.  Jangan sampai anak kesulitan mencapai sekolah hanya karena kita mengejar mutu dan kualitas sekolah. Anak bisa merasa bosan dan malas ke sekolah. Lebih parah lagi kalau anak sampai merasa tidak punya tenaga karena sudah terkuras selama perjalanan menuju sekolah. Percaya deh, itu juga bisa menyebabkan masalah pada anak.

Nah, itu yang bisa saya tulis di postingan ini Semoga bermanfaat yaaa

Wassalamu'alaikum bye bye men temen...

Selasa, 04 September 2018

5 Hal Yang Perlu Disiapkan Orang Tua Saat Anak Mondok

Tak terasa sudah setahun bujang saya di pondok pesantren. Masa-masa adaptasi pun sudah berlalu. Dari yang awalnya sering murung, kini si bujang terlihat bersemangat dan betah di tempatnya belajar. Bahkan adiknya yang kini di kelas 6 sudah mengajukan proposal untuk mondok juga. Proposal yang bagi saya cukup susah untuk meloloskan karena sejak awal saya ingin anak-anak perempuan tetap di rumah, diasuh dan belajar di rumah saja. Lebih tepatnya saya ingin sebagai pendampingi mereka saat mereka memasuki dunia remaja sebagai gadis belia.

Tapi kalau ternyata sudah tekat kuat, mau apa lagi. Sebagai ortu, yang bisa dilakukan pastinya memberi dukungan terbaik. Nah, karena itulah saya coba ingat-ingat lagi apa yang perlu disiapkan dari pihak orang tua saat akan memasukkan anak ke pondok pesantren. Karena bukan hanya masalah materi semata, tapi moril itu jauh lebih penting agar anak dan orang tua bisa survive dengan kondisi ini.


1. Menyiapkan hati untuk berjauhan dengan anak
Bagi orang tua yang mungkin sibuk dalam artian terbiasa berjauhan dengan anak, bisa jadi tidak akan ada istilah melow atau merindu. Tapi jika hubungan orang tua sangat dekat dengan anak, maka orang  tua perlu mempersiapkan hatinya untuk berjauhan dengan anak. Cara paling  mudah adalah dengan memahami bahwa anak-anak sejatinya bukan milik orang tua. Mereka milik dunia yang akan mereka huni ( persis perkataan Umar bin Khattab ra. ).
Anak, nanti atau sekarang pada masanya akan meninggalkan rumah. Bisa jadi karena kuliah, bekerja atau menikah. Jadi anggap saja, anak yang akan mondok mereka mengambil jatah lebih awal dari pada yang tidak mondok. 

2. Memperbanyak prasangka baik
Prasangka baik atau positif thingking akan menghasilkan jiwa positif. Hal itu akan dirasakan juga oleh anak. Saat orang tua banyak khawatir ditambah suudzan, anak pun akan susah beradaptasi di lingkungan barunya. Titipkan anak pada sebaik-baik penjaga yaitu Allah Swt. Terlebih saat mengingat bahwa orang yang mencari ilmu maka akan mendapat curahan rahmat dari Allah, akan berada dalam naungan sayap malaikat. Mestinya hal ini bisa mengurangi banyaknya kegelisahan dan kekhawatiran saat anak di pondok.
Dalam prakterknya, akan banyak kejadian yang menguji prasangka baik ini. Misal hilangnya barang ini itu, dari mulai kaos kaki sampai peci. Dari mulai selimut sampai seragam. Awalnya saya juga sempet suusdzan, kok gitu sih? mungkin saat itu ekspresi kurang suka saya terlihat oleh anak, hingga anak pun merasa bersalah dan tidak enak hati sama emaknya ini. Tapi suami mencontohkan sebaliknya. Dengan tenang dia mendengarkan semua curhatan si bujang dan memberi pandangan-pandangan positif. Hingga si anak tidak lebih down dan kembali bersemangat.

3. Memilih Pesantren yang Tepat
Tepat disini bisa dari banyak sisi. Tanyakan pada si anak, pesantren seperti apa yang ingin dia masuki. Tahan keinginan orang tua untuk memasukkan anak ke pesantren idaman ayah ibu, atau pesantren favorit. Karena yang akan menjalani hari-hari di pesantren adalah anak. 
Itu saya tanyakan saat pertama kali si bujang mengatakan ingin mondok selulusnya dari SD. Pesantren seperti apakah? apakah yang khusus tahfidz, pesantren modern, atau pesantren yang masih tradsional. Setelah itu baru ditawarkan letak pesantrennya, apakah yang diluar kota, luar propinsi, luar pulau atau luar negara?
Saya dan suami sepakat untuk memilih pondok yang masih satu kota. Alasannya, karena kami sekeluarga masih belajar hidup berjauhan. Jadi jika keinginan untuk menjenguk tiba-tiba datang tanpa bisa ditolerir yaa masih bisa disebut gampang.

4. Bersabar karena semua butuh proses
Beda pesantren pasti beda peraturannya. Ada yang gampang dalam urusan njenguk, termasuk perpulangan. Ada juga yang hanya boleh dijenguk tapi susah dapat ijin perpulangan. Hal ini membutuhkan penyikapan yang tepat. Tidak bisa menyamakan pesantren A dengan pesantren B, pun sebaliknya. Yang bisa dilakukan ikuti aturan dan nikmati prosesnya. Berat, pasti. Apalagi jika ternyata anak sakit atau susah beradaptasi.
Saat itu ingatlah bahwa resep menghadapi ujian sudah diberikan Allah dalam Al Qur'an yaitu dengan sabar dan sholat. Bersabarlah dalam menjalani proses dan serahkan semuanya kepada Allah melalui doa-doa ( sholat ).

5. Dana
Kenapa saya memasukkan ke nomor terakhir? Bukan berarti tidak penting. Tapi saya meyakini bahwa setiap anak lahir dengan membawa rezeki masing-masing. Semua ada takarannya, semua pasti cukup. Yang ingin digaris bawahi adalah, anak mondok itu bukan sekedar pindah kamar. Mereka sedang belajar untuk mandiri, menyelesaikan permasalahan dan dewasa. Jadi, jadilah orang tua yang bijak dalam memberikan uang atau dana terhadap anak. Jangan sampai mereka tidak berubah, masih tetap manja dan tergantung orang tua padahal sudah bertahun-tahun di pesantren. Wallohu a'lam




 

Kamis, 01 Februari 2018

Dua Modal Besar dalam Mendidik Anak




http://www.fashioncentral.pk/wp-content/uploads/2017/02/Living_Lifestyle/Activities_For_Toddlers_During_Ramadan.jpg 
Di akhir bulan Desember ada satu kejadian yang bagi fans K-pop menyedihkan. Seorang idol K-pop yang katanya berbakat, hebat, dan banyak fansnya nyatanya bunuh diri. Diagnosa dari tim medis, si idol ini meninggal karena keracunan gas dari briket batu bara yang dibakar di dalam kamar. Dari berita-berita yang saya baca sih, katanya di Korea sono, bunuh diri yang enggak terlalu sakit ya pakai cara ini. Entahlah, saya sendiri tidak mau membuktikan pendapat ini. Asli belum siap pulang kampung, ngerasa amal masih minim hiks...










Di tengah huru-hara dunia K-pop, di negeri tercinta ini malah riuh dengan fenomena eljibiti yang bak jamur di musim hujan. Kasus-kasus bermunculan, banyak saksi matadari dunia medis yang menyaksikan akhir dari para pemuja penyimpangan ini. Sakit , meregang nyawa sendiri, tanpa keluarga yang menemani. Bahkan patner atau bisa jadi kekasih yang selama ini bersama-sama bergulat dalam dosa pun tidak ada yang datang. Puff... sungguh akhir yang mengenaskan. Tapi kok ya herannya tetap saja banyak yang ngikut ( jan wes, bikin bingung tenan ).

Apa hubungannya dengan dua modal besar mendidik anak?

Jelas ada dong, karena di jaman ini korban dan pelakunya banyak juga yang masih belia.. Depresi, rasa tertekan biasanya makin parah saat tak ada siapa pun yang siap mendampingi. Saat keluarga tidak perperan, maka yang ada hanyalah anak-anak kesepian yang rentan terhadap depresi. Sebaliknya, keluarga yang kuat ikatannya, yang selalu ada dan bisa memberi dukungan akan membuat anak-anak lebih tahan dan kuat terhadap hal-hal yang membuatnya tertekan.

Sementara  untuk penyimpangan fitrah, zaman now itu  anak yang dikenal baik, kalem, bintang kelas, putra daerah terbaik tak luput dari fitnah ini. Korban bahkan pelaku banyak juga yang masih usia belia. Sedih banget, karena generasi penerus yang mestinya bersiap menerima tongkat estafet negeri ini malah rusak oleh virus kebebebasan keblinger ini.Karena itu, bentang utama untung menghadapi gerakan fitnah ini ya dari keluarga. Dari bagaimana orang tua memperlakukan dan mendidik anak-anaknya. Sehingga mereka mampu bertahan dan memilih yang sesuai fitrah.

Modah besar mendidik anak, sejatinya ada dua. Yaitu Taqwa dan Tawakal. Taqwa diartikan bahwa mendidik anak lahir dari pemahaman untuk menghantarkan anak pada Sang Khaliq. Mengajak anak untuk menetapi fitrah hidupnya yaitu  untuk beribadah, sehingga tidak pernah bosan menyemangati, membimbing, mendoakan anak sebagai wujud amal jariah untuk orang tuanya.

Sementara tawakal adalah bentuk sikap jiwa dari orang yang beriman, dan dalam menjalankan proses  meyakini bahwa hasil terbaik adalah ketetapan Allah Swt. Untungnya, Allah Swt tidak hanya menilah dari hasil akhir, tapi juga proses. Sehingga istilah hasil tidak mengkhianati proses pun bisa berlaku. Maka berproseslah dalam mendidik anak sebaik mungkin, seoptimal mungkin. Diiringi dengan doa dan pengharapan penuh. Inshaa Allah hasilnya pun bisa membuat kita bertakbir, bertahmid dan berbahagia. Layaknya penanam yang gembiara melihat tanamannya berbunga dan berbuah.

Nah, untuk memperkuat dua modal itu maka hadirilah kajian-kajian ilmu yang bisa menambah pemahaman kita akan Allah dan seluruh ajarannya. Carilah ilmu untuk memantapkan amalmu. Dekatkan diri dan keluarga dengan Al Qur'an, yang kandungannya jauh sangat cukup untuk menjawab seluruh permasalahan hidup. Berkumpullah dengan orang-orang yang sevisi dalam mendidik anak. Yaitu membentuk generasi Qurrto A'yun. Generasi yang mengundang keridhaan Allah Swt. Tak lupa, jangan berputus asa dan jangan merasa cepat puas. Bersabarlah dan bersyukurlah atas apa yang engkau dapat. Karena mendapat anak baik dan sholeh bisa menjadi anugerah sekaligus sebagai cobaan juga kan...?

Saya ingat di sebuah percakapan WAG kelas anak yang duduk di kelas 10 MTs. Suatu hari wali kelas mengingtkan anak-anak tugas-tugas yang harus dikerjakan. Intinya Bu Guru ini mengingatkan anak-anak yang jadi tanggung jawabnya di kelas untuk semangat dan tidak cepet putus asa ketika menghadpi kesulitan mengerjakan tugas. Lalu ada yang komen, "Ibu ini semangat sekali" dilanjut dengan emot ketawa lebar tapi dengan peluh di atas kepala. Dengan gaya bergurau wali kelas ini menyahut, "Iya atuh, ibu juga harus semangat. Kan ini adalah amal jariyah ibu, menyemangati kalian untuk rajin belajar." 

Deg... sampai sini saya kok mrebes mili. Mata langsung kabur karena ada genangan air. Ya, seringnya kita merasa bosan menasehati anak, merasa sudah full mengajari anak. Padahal itu ujian, padahal itu bisa menjadi amal sholeh, bahkan amal jariyah. Yang pahalanya akan terus mengalir selama anak tersebut melakukan apa yang kita ajarkan. Allohumma aamiiin...

Wallohu a'lam bishowab...

Gambar :
http://www.fashioncentral.pk/wp-content/uploads/2017/02/Living_Lifestyle/Activities_For_Toddlers_During_Ramadan.jpg

Jumat, 15 September 2017

Review Overprotectif Kahoko, Bikin Ketawa Sekaligus Kesindir

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhOawbXtaBfyWHI4rRz7aO8sAimbELr2D3VVh998vx8U6x6obU2L10KwStePk6H3yZnLTbtqeQBiV73skaG7lYrljiBifPybwu3MyMnme_5E3OZR5EWXQSPdHsKB9y61LN2fAxiOxTYSJ4/s640/knk+asds.jpg



Sepanjang 2017 -walaupun masih ada beberapa bulan lagi, rasanya tidak ada drama Korea yang greget. Beda dengan tahun 2016 yang bertaburan drama keren dari negeri gingseng sana. Akhirnya kembali mantengin channel tivi yang memutar dorama. Dan antusias saya langsung naik saat nemu drama Overprotectif Kahoko ( Kahogo no Kahoko ) yang lucu abis.Tapi dibalik lucu-lucunya itu tetap saja ada pesan yang cukup memukul kesadaran sebagai seorang ibu -khususnya. 

Dilihat dari judulnya drama ini memang menceritakan tentang seorang gadis yang sudah memasuki usia dewasa ( sudah kuliah dan memasuki masa mencari kerja ) ternyata tidak tahu apa-apa. Nemoto Kahoko sudah berusia 22 tahun, bisa dibilang enggak mandiri banget. Bangun harus dibangunin sama sang mama. Mau mandi semua sudah disiapkan dari mulai handuk sampai baju ganti. Selalu bangga dengan bekal makan siang yang ciamik kreasi mamanya. Bahkan pakai baju pun sesuai pilihan mamanya. Ngikik plus bingung juga lihatnya sambil mikir emang ada ya di dunia nyata. But..., meski kesannya dilebihkan ada juga kok di dunia nyata yang seperti itu, banyak malah hehehe.

Balik lagi ke Kahoko yaa...

Masalah mulai muncul saat Kahoko tidak bisa mendapatkan pekerjaan apa pun. Bahkan sampai perusahaan tempat ayahnya bekerja ( Nemoto Masataka ) pun enggan memperjakannya walau sebagai pegawai magang. Ibunya ( Nemoto Izumi ) tidak kehabisan akal. Dia malah memberi ide ( tepatnya memaksakan idenya ) pada Kahoko untuk menyiapkan diri memasuki dunia pernikahan. Asli ngakak pas lihat adegan ini. 

Di episode awal diceritakan juga kondisi keluarga besar Kahoko. Semua tampak baik, kebersamaan yang bisa membuat semua orang iri. Kasih sayang berlimpah sampai-sampai perayaan ultah Kahoko saja dilakukan dalam beberapa season hehehe. Di sini Kahoko sempat merasakan iri plus kagum dengan sepupunya Ito, yang ingin menjadi Cellois ( pemain Cello ).  Dari Ito juga Kahoko mendapati pandangan berbeda tentang keluarga besarnya.

Lucunya lagi dorama ini kadang menampilkan ilustrasi yang bikin tambah ketawa. Seperti Papa Kahoko yang menggambarkan dirinya sebagai singa jantan, kahoko sebagai anak katak, Izumi sebagai rubah, nenek sebagai gajah yang bijaksana dan lainnya. Ditambah lagu di akhir episode yang saat saya mendengarnya ada kesan hangat, kalo gak salah judulnya family hehehe ( kalo salah ya maaf yaa ).

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYq_mPA56nE4qsmqlHQvDIApFvMClJN0gSGF0M6ZPlMAap_aJ0LbPQSbTUfzswCi1ZhiQPhP6UlmJFnUqLZwhWxBo6Pmc8YoZ31swCA1ab6kMm3hVsT5uq62i_wRATTBb8XgExRVjxuIM/s1600/knk+ep3-001.jpg

Sampai dia bertemu dengan seorang pemuda bernama Mugino Hajime. Seorang pemuda jangkung yang bercita-cita jadi pelukis ternama. Sekaligus pekerja paruh waktu sebagai pengantar pizza. Pertemuan demi pertemuan tak terduga terjadi antara keduanya. Dari sinilah Kahoko banyak mendapat bantuan dari Hajime untuk melihat dunia sesungguhnya. Menjadi pribadi dewasa mandiri. Memiliki keinginan untuk bekerja dan bermanfaat.

Sampai episode 5 ini, saya masih cukup puas untuk duduk di depan tivi dan mengikuti ceritanya. Banyak pelajaran yang bisa diambil, seperti di episode ke 5 saat Izumi kabur dari rumah. Bahwa seorang ibu ingin tetap berada dekat dengan anak-anaknya. Ingin selalu dianggap berguna, dan tidak ingin melewatkan sedetik pun waktu kebersamaan dengan si anak. Tapi tahu kah yang dijawab oleh nenek Kahoko, " Tidak ada seorang ibu yang merasa cukup kebersamaan dengan anak. Setiap ibu pasti merasa kurang dan selalu kurang. Tapi anak-anak akan hidup dengan mimpi dan dunianya sendiri. Kita bertugas menyiapkan mereka agar mereka mampu berjuang di kehidupan mereka." ( kata-kata saya tulis ala saya ya hehehe -gak sama persis ).

Saya sendiri punya pengalaman begitu ketat atau protektif terhadap anak. Terutama si sulung. Dia selalu menuruti semua perkataan saya hingga dia tumbuh menjadi anak yang tidak kreatif, kaku, tidak bisa berinovasi dan terlalu patuh. Anak cenderung mengalah, tidak mau ribut, dan kurang mampu mengekspresikan apa yang dirasakannya. Hemm... disini saya merasa jauh dengan anak. dan itu justru terasa menyiksa.

Ada plus minusnya memang, tapi saya sedih saat menyadari bahwa ada bagian dalam diri anak yang tidak berkembang karena kekangan pola asuh yang saya terapkan. Lalu dengan mengikuti anjuran psikolog yang kebetulan my best frend almarhumah, sedikit demi sedikit saya pun berubah. Dan anak saya pun mulai berkembang. Bahkan bisa dikatakan melesat baik kemampuan kognitif, maupun emosinya.

Ya..., sebagai pendidik anak-anak, maka patutlah tahu tujuan yang akan diraih. Umar bin Khattab  r.a. pernah bersabda bahwa didik lah anak-anak sesuai dunianya. Memang betul sekali, anak bisa jadi datang lewat kita sebagai orang tuanya, tapi mereka akan hidup di jaman dan dunia mereka yang pastinya akan berbeda dengan duani kita. Tugas kita bukan melindungi semata, tapi membuat mereka siap dan mampu menghadapi tantangan jamannya. baik berupa tantangan iman maupun kehidupan.

Intinya, jangan jadi ibu egois yang hanya keinginannya saja yang mau dituruti. Bahkan sampai cita-cita anak pun ditentukan oleh si ibu. Yakin kan bahwa setiap anak istimewa. Setiap anak diberi dua pilihan, jalan kebaikan sesuai fitrah dan jalan kefasikan. Sebagai orang tua hanya bisa membimbing, mengarahkan, mendidik, mendoakan hingga mereka memilih jalan yang benar. Selebihnya bertawakallah kepada pemilik sejati, karena tetap saja ada faktor hidayah.Wallohu a'lam***

Keterangan :
Semua gambar diambil dari http://wateryscenery.blogspot.co.id/2017/08/kahogo-no-kahoko-dorama-summer-2017.html


Selasa, 12 September 2017

Inilah Pentingnya Menjadi Ibu Bahagia

Siapa sih yang tidak ingin bahagia dalam hidup ini?


Kebahagiaan adalah hal yang semua orang inginkan. Banyak cara dilakukan dari mulai kerja siang malam, berpayah-payah, berjuang hingha berpeluh-peluh untuk mendapatkan si ' bahagia' ini. Tapi tak jarang yang dicari seolah ngumpet entah dimana. Semakin dicari semakin rapat dia sembunyi.. alih-alih ingin bahagia malah lelah yang didapat.

Bagi seorang ibu, bahagia sering disandingkan dengan anak-anak dan rumah. Rumah rapi bersih adalah idaman setiap ibu. Anak-anak yang tumbuh dengan baik, sehat, shalih dan shalihah adalah harapan setiap Ibu. Yah kesannya tanpa semua tadi seorang ibu tidak bisa bahagia.

Padahal kebahagiaan itu mestinya tidak disandarkan pada pihak lain. Artinya seseorang harusnya bisa menciptakan bahagia untukdirinya sendiri, baru bisa menularkan kebahagiaan untuk sekitarnya. Ifda' binafsik kalau istilah kerennya, ya mulainlah dari diri sendiri dulu.

Keuntungan dari ibu yang bahagia adalah karena ibu yang merupakan sumber di keluarga akan memancarkan kebahagiaan ke seisi rumah. Ibu yang bahagia akan lebih rileks saat menghadapi berbedaan pendapat dengan suami. Ibu yang bahagia akan lebih santai melihat rumah acak-acakan penuh mainan. Ibu yang bahagia akan lebih bisa berempati ketika buah hati sakit atau menghadapi kesulitan.

Yang paling kece sih dari ibu yang bahagia adalah bahwa dia bisa memberi contoh pada anak-anaknya bagaimana menjalani hidup ini. Ibu bisa mengajari anak bagaimana menciptakan bahagia untuk dirinya sendiri. Dan ibu yang akan bisa menghantarkan putra putrinya pada kebahagiaan hakiki.

Bukan berarti enggak pernah marah, cemberut apalagi nangis. Namanya hidup yang penuh dinamika ada saja yang datang dan perlu direspon sewajarnya. Tapi  minimalnya ibu yang bahagia akan lebih mudah menemukan hak-hal positif hingga lebih cepet move on alias gak lama-lama melow hehehe.

Tentu saja bahagia yang seperti ini ada syarat dan ketentuannya. Aih emang gak ada yg gratisan kok heheheh. Syarat pertama adalah hati yang beriman. Tidak ada kebahagiaan yang dapat dihasilkan dari hati yang kosong.

Menurut Ust. Evie Effendi, jika menginginkan sesuatu datangu pemiliknya. Jika ingin kebahagiaan dalam hidup, maka datangilah pemilik sejati dari kehidupan ini. Yang sufah mengatur dan menetapkan setiap garis takdir dari hambaNya. Taknlain tak bukan adalah Allah Swt. Masalahnya tidak akan sampai me k inta pada Allah jika dalam diri tidak ada iman, gak jungkin banget kam? Padahal Allah tidak pernah bosan mengabulkan permohonan hambaNya yang meminta penuh harap. Apalagi di sepertiga malam terakhir.

Syarat kedua adalah hati yang penuh syukur. Yup... orang yang tidak bahagia bukan karena kurangnya karunia yang didapat, tapi lebih karena kurangnya syukur dalam diri. Tipe seperti ini biasanya lebih suka mengorek-ngorek kekurangan dalam diri orang lain, menuntut kesempurnaan baik dari pasangan maupun anak. Padahal mana ada makhkuk sempurna, tul  enggak?

Bersyukur sejatinya menghargai, berlapang dada dan nerima dengan apa yang didapat. Gak butuh pasangan seganteng aktor Korea, toh dirimu juga tidak seunyu-unyu artis sono yang putih mukus bak pualam. Jangan terobsesi menjadikan anakmu yang terhebat, tapi arahkan dia untuj menjadi yang paking taslim, palinh taat laksana Ismail as. Kalaupun tak bisa, sepersepukuhnyaboun tak apa, karrna dirimu pun bukan Siti Hajar nan jadi teladan. 

Berlapang dadalah dari kekurang dewasaan anak-anak, karna dulu pun kita seperti itu. Hargailah apa yang dibawa pulang suamimu, karena itu hasil dia berupaya mendapatkan rezeki halal untuk menghidupimu. Tak perlu membandingkan kekuargamu dengan kekuarga yang lain, karena ujian tiap insan itu berbeda. Maka sibuklah dengan ujian yang engkau bhadapi dengan selaksa sabar. serta keyakinan bahwa engkau mampu karena Allah tak akan dzalim terhadap hambaNya.***

Wallohu'alam bishowab

Rabu, 26 April 2017

Kenali Penyakit Gondongan Agar Tidak Panik


“Duh... sakit, Bu...,” rengek Kia dengan tangan memegangi pipinya.
Kia memang sudah demam dari kemarin sore. Aku pikir hanya demam biasa karena sesiangan dia main di luar rumah.  Aku malah berpikir dia akan kena influenza karena bebrapa kali dia juga bersin dan mengeluh sakit kepala. Saat makan malam, dia hanya makan sedikit dengan alasan tidak enak di bagian leher. Aku pun tidak memaksa. Hanya memintanya makan yang cukup untuk minum obat penurun panas.
            
Paginya, Kia masih demam. Tubuhnya lesu. Pipinya terlihat agak besar. Panas dan merah.  Ketika diminta membuka mulut, dia mengeluh sakit sekali. Sadarlah aku kalau anakku terkena gondongan. Sama seperti teman Kia di sekolah yang sudah beberapa hari absen karena sakit gondongan.

Apa itu Gondongan?

Hasil gambar untuk gambar untuk penyakit gondongan
disehat.com
Gondongan  memang penyakit yang disebabkan oleh virus paramixovirus A.  Virus ini menyerang kelenjar air liur disekitar pipi yang disebut Parotis.  Penyakit ini dikenal juga dengan nama Parotitis. Ada juga yang menyebut penyakit ini dengan istilah Mumps. Akibat yang terlihat adalah pembengkakan di daerah pipi ( telinga depan dan rahang). Gejala awalnya mirip- mirip penyakit influenza. Demam beberapa hari sebelum terjadi pembengkakan, badan terasa tidak fit, lemas dan sakit kepala. Kadang dibarengi dengan bersin dan batuk.
Gondongan memang bisa menyerang siapa saja, laki- laki dan perempuan, tua maupun muda. Gondongan yang menyerang anak- anak yang belum pubertas lebih ringan dari pada menyerang orang yang sudah mengalami pubertas ( dewasa).  Sakit kepala pada penderita gondongan yang sudah dewasa bisa sampai menyebabkan leher kaku. “ Gusiku terasa seperti ditarik- tarik, sakit sekali...,” keluh Dian yang sudah mengalami bengkak karena gondongan selama 2 hari.
             Penyebaran penyakit ini  bisa melaui air liur. Jadi, bagi penderita gondongan sebaiknya tidak melakukan aktifitas di luar rumah. Hindari juga pemakain alat makan minum berbarengan, seperti piring, sendok dan gelas. Yang perlu diwaspadai adalah waktu penyebaran virus ini, sekitar 6 hari sebelum terjadi bengkak, hingga 9 hari setelah bengkak. Tapi jika bengkak si penderita sudah kempes, sudah tidak menular lagi.  Waspadai pula gondongan yang tidak diikuti bengkak ( bengkak tidak terasa ) karena tetap bisa menularkan virus gondongan meski terlihat sudah sembuh.

Mitos dan Fakta Godongan
Masyarakat terutama yang di pedesaan, percaya bahwa gondongan dapat diobati dengan bulao ( blao – jawa) . Ada juga kepercayaan kalau orang yang menderita godongan sebenarnya sedang diganggu  oleh mahluk halus. Sehingga wajahnya harus ditutupi bulau biar jelek. Dan makhluk halus penyebab gondongan akan pergi. Mitos lainnya yaitu melempar anjing dengan sekepal nasi untuk mengusir virus gondongan.
 Nyatanya, bulao  atau blau bukanlah obat untuk gondongan. Karena penyebab penyakit ini adalah virus, maka sebenarnya tidak diperlukan antibiotik. Tapi tetap perlu pengobatan sesuai keluhan pasien. Misalnya, saat pasien merasa demam dan kepalanya sakit berat, maka perlu diberikan obat pereda sakit.
“Sebenarnya, bulao itu hanya memberi efek dingin pada pipi yang bengkak, selebihnya tidak memberi pengaruh apa pun. Bahkan,  ternyata bulao bisa menjadi jalan masuknya bakteri jika kebersihannya tidak terjaga,” Jelas dr. Early yang memeriksa Kia.
Ada juga yang mengatakan bahwa gondongan bisa menyebabkan kemandulan, betulkah?  Gondongan pada  orang yang sudah pubertas bisa menyebabkan keluhan sakit di daerah testis ( orchitis ). Biasanya hanya satu sisi.  Bengkak pada orchitis biasanya terjadi setelah 7- 10 hari pembengkakan di kelenjer liur. Tidak menyebabkan kemandulan, walau kadang bisa terjadi  juga. Pada perempuan juga bisa terjadi infeksi pada ovarium ( ooforitis). Gejalanya terasa sakit di area bawah perut. Infeksi gondongan pada ovarium  ini tidak menyebabkan kemandulan. 
 Sering kali masyarakat awam menyamakan gondongan dengan penyakit gondok, sehingga penderita harus banyak mengkonsumsi makanan yang bergaram. Faktanya: Gongongan dan gondok adalah dua penyakit yang berbeda. Gondongan disebabkan oleh virus sedang penyakit gondok disebabkan karena gangguan hormon akibat kurangnya asupan yodium. Jika gondongan menyerang kelenjang air liur maka pada gondok akan menyerang kelenjar gondok/tiroid.


Cara Tepat Tangani Gondongan
Karena penyebabnya adalah virus, maka upaya paling tepat adalah membangun daya tahan tubuh yang kuat. Jika dilingkungan sekitar anak ada yang sudah terserang gondongan, maka usaha pencegahannya dengan memberikan vitamin agar daya tahan tubuhnya terjaga. Jika anak sudah terlanjur terserang gondongan, maka berilah obat sesuai keluhannya. Misal untuk demam dan keluhan sakit kepala bisa menggunakan paracetamol atau obat penurun panas lainnya. Pertolongan dokter sangat dibutuhkan untuk menetukan dosis yang tepat.
Jauhkan penderita gondongan hingga tidak menularkan virus pada yang lain. Untuk anak- anak, usahakan tetap di rumah dan banyak istirahat. Demikian juga untuk pemakaian piring, sendok dan gelas. Upayakan untuk tidak  menggunakan peralatan makan dan minum  berbarengan dengan penderita gondongan. 
Berilah makanan yang lunak dan mudah dicerna, sehingga penderita gondongan tetap mendapat asupan gizi yang memadai. Perhatikan pula untuk mengurangi makanan yang mengandung garam. Karena, makanan asin lebih banyak merangsang keluar air liur.
Selebihnya, berilah vitamin untuk menambah daya tahan tubuh. Pemberian imunisasi juga bisa dilakukan untuk anak di bawah tiga tahun. Imunisasi MMR ( mumps, measles dan rubella) berguna mencegah gondongan, campak dan campak jerman.  Suntikan ini biasanya  diberikan saat anak berusia 15 bulan. ****

Nemu tulisan ini ( ditulis 2013 ) dan pas banget sama musim gondongan di lingkungan sekitar rumah. semoga bisa bermanfaat ya bunda-bunda yang sedang dikasih ladang amal berupa anak sakit :)
Sumber:
Dokter di Rumah Anda, dr Tony Smith dan dr Sue Davidson, Penerbit Dian Rakyat 2009
Sehat, Harian PR edisi Munggi 17 November 2013
Http://medikus.com





                       

Selasa, 21 Februari 2017

Manfaat Madu untuk Anak

Tergelitik saat seorang konsumen madu nanya sama saya, "Bu, madunya bisa bikin anak nafsu makan enggak ?"

Saya jujur saja jawab, "Enggak bu." Karena yang biasanya untuk nambah nafsu makan anak kalau ditambah herbal yang lain, misal curcuma yang sudah terbukti meningkatkan nafsu makan anak. Kalo madu yang saya jual memang madu hutan bu, madu asli tanpa campuran apapun. Termasuk herbal, gula ataunpun essen buah.

Konsumen bengong, kaget mungkin. Ini bakulkok jujur banget, padahal bilang 'iya' aja gampang, kan yang beli jadi banyak. Tapi bukan itu lho dagang yang dicontohkan nabi Saw. Beliau itu dagang yo tetep menjunjung tinggi kejujuran  lho... :) ;) =)

Nah, biar makin tahu madu unuk anak, yuk baca tulisan kece ini... mari sedot =)

Anak cenderung menyukai minuman & makanan manis. Kecenderungan ini membuat orangtua khawatir akan efek samping dari minuman dan makanan manis tsb, seperti kerusakan gigi, obesitas, dan masalah kesehatan lainnya.
Namun madu dengan rasa yg dominan manis tidak akan berdampak negatif bagi anak justru bermanfaat untuk anak.

So, Apa saja manfaat madu untuk anak?

1. Madu membantu anak tidak mudah sakit.
Madu mengandung jenis gula: glukosa, sukrosa dan fruktosa. Madu memberikan manfaat yg lebih baik dari gula putih, yang umumnya hanya mengandung sukrosa dan glukosa, tanpa fruktosa. Kandungan sukrosa dan glukosa dalam madu dicerna dalam waktu singkat, sedangkan fruktosa bertahan lebih lama dalam sistem pencernaan sehingga menjadi cadangan energi pada tubuh. Dengan cadangan energi ini, saat anak kurang asupan makanan, anak cenderung tidak terlalu mudah jatuh sakit.

2. Madu membantu perkembangan fisik anak.
Madu mengandung banyak vitamin dan mineral. Bahkan madu mengandung asam amino yang sangat baik untuk perkembangan fisik anak.

3. Madu membantu mencegah kerusakan hati.
Anak mudah terserang demam dengan berbagai penyebab. Obat yg biasa digunakan untuk pereda demam adalah paracetamol. Namun ternyata overdosis paracetamol memiliki efek samping kerusakan hati pada anak.
Madu memiliki efek perlindungan pada hati (hepatoprotective). Jadi, untuk mengurangi efek samping dari paracetamol pada anak-anak, Mom bisa memberikan madu untuk anak.

4. Madu membantu penyembuhan luka.
Anak-anak biasanya bergerak dengan aktif berlarian kesana kemari. Tak jarang ia terjatuh dan terluka. Belum juga luka sembuh total, ia terjatuh dan menyebabkan luka baru. Madu mengandung antibakteri yang dapat menjadi pembersih luka dan mempercepat penyembuhan luka.

5. Madu sebagai obat batuk alami.
Anak-anak sering terserang batuk, bisa jadi setiap bulan anak terserang batuk. Anak juga memiliki resiko lebih tinggi terserang infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Batuk pada anak sangat mengganggu tidur anak. Padahal anak membutuhkan tidur yang cukup agar tumbuh kembangnya optimal.
Beberapa orangtua memberikan obat batuk yang kadang berlebihan karena berharap batuk pada anaknya segera sembuh.
Madu mengandung antibakteri dan antioksidan yg bisa menggantikan obat batuk, justru lebih baik. Caranya dengan memberikan 1,5 sendok teh madu sebelum anak tidur.

Sumber:
https://parentinghealthybabies.com/health-benefits-of-honey-for-children/amp/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23102243
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23723644
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3601686/

See? Betapa madu memiliki manfaat yg besar bagi anak ya?
Masyaa Allah..

So, sudahkah anak anda rutin minum madu? ��

Yuk minum madu!

85/2017-WA 082126092369
#rawhoney #honeyforchild #edukasiMadu #maduzaida #ilovehoney #hanyaperasdankemas #tanpabahantambahan

Rabu, 02 November 2016

Selain seru, Ini Beberapa Manfaat yang Bisa Didapat Saat Bermain Bersama Anak


Sampai menjelang remaja, bermain adalah dunia anak-anak. Mereka akan lebih mempelajari apa pun melalui sebuah permainan. Nah, sebagai orang tua berapa sering Anda bermain bersama anak? Maksudnya betul-betul bersama menyatu dalam permainan dengan anak-anak. Bukan mengantar anak ke arena permainan atau memfasilitasi anak dengan permainan tertentu, lho.

Saya yang aktifitasnya full di rumah, bisa bermain kapan saja dengan anak. Kadang saat menunggu ayah pulang ngantor, saya akan main catur dengan si pengais bungsu. Di lain waktu saya akan membacakan cerita atau main peran bersama si adik. Kalau bosan di rumah, saya bisa ajak anak-anak keluar rumah. Melihat tanaman di halaman depan, main gelembung atau main bola yang bikin suara heboh di sore hari.

Tapi bagi yang kedua orang tuanya bekerja, maka moment weekend bisa dijadikan pilihan. Luangkan saja waktu satu jam untuk bersama anak, melebur dalam permainan anak.Suami saya kadang mengajak dua anak yang kecil olah raga bareng. Mereka kompak main nge Gym pake barbel atau push up yang kadang gayanya bikin penonton terbahak-bahak. Kalau bosan, kita sering senam bareng. Lucu-lucuan juga tapi berkeringat, dengan senam suka-suka Gamufamire atau ikutan ala-ala film India Queen. Dijamin anak-anak akan lebih memilih beraktifitas dengan kita dari pada melototi teve atau gadget.

Nah, sebenarnya apa sih manfaat bagi anak dan orang tua bermain bersama?

1. Membangun ikatan kuat antara ortu dan anak

Seringkan mememukan hubungan yang kurang harmonis atara anak dan orang tua? Satu rumah tapi males negur. Atau anak yang tidak berani jujur pada orang tuanya karena dalam benaknya pasti akan dapat omelan. Nah, melalui permainan anak dan ortu akan duduk satu level. Gak ada yang lebih tinggi, sehingga mereka bisa berkomunikasi dengan lebih bebas.

Anak juga akan lebih menikmati kehadiran orang tua yang memahami dunia dia. Bukan orang tua yang hobinya main perintah atau kasih khotbah doang. Tapi orang tua yang asyik yang bisa diajak curhat dan mengerti tentang dirinya. Hubungan yang baik seperti ini pastinya akan memberi dampak positif saat anak makin besar. Apalagi saat anak sudah mulai masuk tahapan remaja, dimana ketertarikan pada dunia luar makin besar. Anak tidak akan cepat-cepat lari dari orang tua, tapi tetap menjadikan orang tua sebagai tempat kembali, tempat cerita.

2. Mengalihkan perhatian anak

Bagi si pengais bungsu main dengan ayahnya adalah hal paling mengasyikkan. Tak heran jika setiap sore dia selalu bertanya, "Ayah pulang cepat atau enggak?" Saat saya nanya, dia bilang ingin main pesawat kertas sama ayahnya. Atau sekedar nge-gym barenga di halaman belakang ( alias tempat jemuran hehehe ).

Itu lah yang akhirnya saya gunakan untuk mengalihkan perhatian si kecil dari nonton teve. Karena di rumah no teve afer maghrib ( setelah maghrib sampai malam gak ada nonton teve ), jadilah perlu diciptakan keseruan untuk mengisi waktu. Kadang main monpoli, ular tangga, main peran, nonton video buatan Mas Hafidz yang kocak abizzz, atau seru-seruan main kartu dengan colekan bedak bagi yang kalah.



3. Melatih anak memiliki daya juang


Alangkah menyenangkan memiliki anak yang struggle, penuh daya juang. Ketika menghadapi kesulitan tidak langsung putus asa. Nah, permainan adalah salah satu cara melatih daya juang anak. Dengan istilah main-main, anak-anak pun dituntut menyusun strategi agar bisa memenangkan permainan. Seperti pada permainan catur, congklak, menyusun lego dan lain-lain.

Saat anak merasa bosan karena belum bisa menyelesaikan permainanya, orang tua bisa menjadi penyemangat. Bahkan kadang teriakan ayo... ayo... ayo... bisa langsung menaikkan semangat, lho.


4. Belajar menerima kalah dan menang


Ada juga lho, anak-anak yang ogah kalah. Karena sifatnya ini, si anak malah malas berkompentisi a tau berlomba sungguhan. Walau bukan untuk bersaing, anak tetap harus diajarkan bahwa dunia memang tempatnya persaingan, kompentisi. Maka, ada yang akhirnya menang, ada juga yang akhirnya di pihak kalah.  Dan melalui permainan anak akan diajak memahami kompentisi, fairplay dan juga bersikap legowo saat kalah.

Orang tua perlu memberikan pengertian kalah dan menang hanya masalah waktu, semua akan dipergilirkan. menang akan diberikan pada yang bersungguh-sungguh, kalah akan diberikan pada yang usahanya ya.. seadanya.


5. Melatih kerjasama 

Sebagai makhluk sosial manusia pasti butuh pertolongan dari orang lain. Jika ada anak yang terkesan menyendiri, anaklah permainan atau aktifitas yang membutuhkan kerja sama. Seperti memasak, membuat layang-layang, poster bulan Ramadhan, menghias rumah dan lain sebagianya. Suasana yang menyenangkan akan membuat anak tertarik sekaligus menjadi heart healing bagi yang pernah merasa sakit hati dengan saudara atau orang tua.




Semoga bermanfaat :)



Jumat, 28 Oktober 2016

7 Tips Yang Perlu Diketahui Seputar Merawat Luka Khittan

Bagi yang baru mengalami bocah kecilnya dikhittan, bisa jadi banyak kebingungan dan ketakutan. Banyak pertanyaan yang muncul seputar penyembuhan luka, makanan yang jadi pantangan, perlakuan pada si kecil dan lain sebagainya. Nah, mari kita bahas satu-satu ya, bersama tim kece dari BNCC ( Bandung Nurse Care Community ).




Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui orang tua seputar penyembuhan luka ( berdasar konsultasi dengan tim BNCC di Baksos Juara 2016 by JIM Ahad 23 Oktober 2016) :

1. Bengkak pada alat kelamin setelah khittan adalah wajar
Artinya, orang tua tidak perlu terlalu panik saat melihat ada bengkak di kelamin anak setelah khittan. Bengkak terjadi biasanya karena bekas suntikan dan akan sembuh dengan sendirinya. Jika anak mengeluhkan rasa nyeri atau sakit, maka berikan obat pereda nyeri yang sudah diresepkan oleh dokter.

2. Menjaga kelamin dari sentuhan
Tentunya agar tidak menimbulkan luka baru pada bekas khittan ya bu ibu. Anak saya yang pertama mendapat semacam topi yang dipakai di perut dan sarung setelah khittan. Anak saya yang ke-2 setelah khittan mendapat celana kura-kura yang bagian depannya ada bagian seperti tempurung kura-kura.Bagian ini lah yang melindungi kelamin yang baru dikhittan dari sentuhan.

3. Jaga kebersihan alat kelamin dan tubuh
Walau anak mungkin merasa takut saat akan dibersihkan, berilah penjelasan bahwa bagian yang kotor adalah sarang untuk berkembang biak bakteri. Dari pada timbul penyakit lain di sekitar alat genital, sebaiknya bersihkan alat kelamin dengan lembut. Bisa dengan diusap dengan washlap bisa juga dengan tissue basah yang sudah anti bakteri.
Demikian juga untuk mandi, sehari setelah khittan anak boleh dimandikan dengan air hangat. Untuk daerah genital sebaiknya diseka saja atau dilap.

4. Aturlah pola makan anak
Sebenarnya tidak ada pantangan makanan setelah anak disunat. Ada pendapat yang berkembang di masyarakat  menyebutkan setelah dikhittan anak dijauhkan dari makanan yang amis ( ikan, telur ). Alsasannya makanan itu membuat luka bekas khittan basah hingga lama kering. Padahal makanan yang mengandung protein tinggi sangat dibutuhkan untuk pemulihan setelah proses khittan. Jadi jika anak ingin makan telur atau ikan setelah khittan bisa diberikan kecuali ada catatan alergi yang dimiliki anak.

5. Tidak perlu berlebihan mengkonsumsi obat
Jangan karena ingin cepat sembuh, maka memberi obat sebanyak-banyaknya. Biasanya dokter akan memberikan tiga jenis obat, obat pereda nyeri, antibiotik dan obat oles. Tim BNCC memberi catatan untuk obat nyeri hanya diberikan saat anak mengeluhkan rasa nyeri, jika tidak maka tak perlu diberikan. Apalagi sampai dihabiskan satu botol hehehe. Untuk antibiotik, konsumsilah sesuai aturan dan habiskan. Demikian juga untuk obat oles atau salep.

6. Jangan terlalu aktif
Saya ingat anak saya yang pertama disunat ketika berusia 2 tahun. Saat itu dia sedang aktif-aktifnya bergerak. Bayangkan saja, beberapa hari setelah khittan anak itu sudah naik teralis jendela. Lari sana-sini, lompat ke sana ke mari. Akibatnya darah keluar lagi walau si anak tidak mengeluh sakit. Dan saat kontrol dokter cuma tersenyum dan memberi nasehat, "Aa lari-larinya kalo sudah sembuh saja ya..."

7. Lakukan konsultasi dan kontrol
Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana luka khittan si anak. Apakah masih mengeluarkan darah, bernanah atau tidak? Darah pada luka khittan selama tidak berlebihan juga dianggap wajar. Lakukan konsultasi jika darah terus mengalir dan dalam jumlah yang banyak. Demikian juga saat timbul nanah atau cairan selain bening atau putih dan berbau busuk. Karena itu bertanda adanya infeksi dan perkembangan bakteri.

Konsultasikan juga saat anak mengeluh nyeri, dan susah BAK. Jangan cepat panik.Bisa jadi ada peradangan atau tertutupnya saluran air kencing oleh darah kering dan obat. 
 
Zaman sekarang amat jarang perban pada bekas khittan. Jadi tidak perlu ditutup bekas khittan. Luka khittan yang mendapat udara cukup justru akan mempercepat kering dan penyembuhan.
Kontrol biasanya dilakukan seminggu sejak khittan. Biasanya dilihat bagaimana luka khittan apakah sudah mengering atau belum. Dua anak yang pernah khittan saat kontrol tidak mendapatkan obat, hanya saran-saran dan menjawab pertanyaan orang tua. Misal bagaimana menghilangkan bekas darah dan obat yang menempel di sekitar daerahbekas khittan.

Semoga bermanfaat dan lekas sembuh ya Anak-anak hebat dan berani :)

Sabtu, 15 Oktober 2016

Ini lah Pentingnya Orangtua Menyayangi Buah Hatinya

Kasih sayang adalah kebutuhan penting bagi anak yang mesti dipenuhi orang tua. Artinya orang tua harus memberikan cinta dan perhatian yang cukup untuk buah hatinya. Tidak berlebihan dan juga tidak kurang. Berlebihan kasih sayang bisa membawa anak pada sifat manja, tidak mandiri  dan selalu bergantung pada orang tua ( orang lain ). Sedang kurangnya kasih sayang akan membawa anak pada keyakinan bahwa kehadirannya tidak diterima, tidak dihargai dan tidak bisa menyayangi orang lain.




Jika kebutuhan ini tidak dipenuhi maka secara naluriah, anak akan mencari dari pihak lain seperti teman dan lingkungan. Banyak anak yang merasa eksistensinya lebih dihargai di hadapan temannya sehingga dia pun rela melakukan apa saja yang diperintahkan si teman. Banyak juga kejadian dimana anak-anak lebih asyik berkumpul dengan gank atau lingkungan tertentu. Karena rumah dan orang tua tidak bisa membuatnya betah dan nyaman.

Berikut beberapa alasan pentingnya kasih sayang dari orang tua untuk buah hatinyanya :


1. Modal utama dalam mendidik anak

Kasih sayang adalah modal utama yang dimiliki orang tua dalam mendidik, mengasuh dan membimbing anak-anaknya. Seorang praktisi dalam dunia tumbuh kembang anak mengatakan bahwa minimnya ilmu tumbuh kembang anak yang dimiliki orang tua tidak akan jadi hambatan dalam melaksanakan perannya,  selama mereka memiliki limpahan kasih sayang untuk anak-anaknya.

Rasulullah Saw., memberikan teladan tentang mencintai anak. Beliau bahkan menasehati agar orang tua mencintai dan menyayangi anak-anaknya saat seorang sahabat mengatakan dirinya tidak pernah memeluk dan mencium anak-anaknya. "Tidak akan disayang orang yang tidak menyayangi," sabda Rasulullah Saw.

Tentang kasih sayang, simak penjelasan Imam Ja'far As Shidiq berikut ini, "Kasih sayang Allah begitu mengakar dan berbekas dalam diri manusia. Ketika Allah mencintai hamba-Nya maka Ia mengilhamkan ketaatan, menamkan sifat kanaah (rela dengan segala pemberian Allah dan selalu merasa cukup) dan menjadikannya alim dalam urusan agama."

Subhanallah, begitu lah karakter kasih sayang. Jika diberikan dengan tulus akan sangat membekas dan berpengaruh pada objek yang mendapatkannya. Bayangkan Jika orang tua memberikan kasih sayang tulus, tanpa pamrih  pada anak-anaknya, maka orang tua akan lebih mudah mengarahkan anaknya pada sifat taat ( menurut ), penerimaan juga pengertian. Maka tugas mendidik, mengarahkan anak pada tujuan penciptaannya akan lebih mudah pastinya.


2. Menjadi syarat agar doa anak terkabul

Kok bisa? coba ingat-ingat lagi doa untuk orang tua " Ya Allah, ampunilah dosaku serta dosa kedua orang tuaku. Dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku ketika aku kecil."

Doa yang diajarkan oleh Nabi Saw., itu jelas -jelas memberikan syarat dibelakangnya. Kadang saya sendiri merasa malu dan tidak pantas saat mendengar si pengais bungsu  ( Mas Hafidz 5 tahun ) dengan suara cadelnya mengucapkapan doa itu. Saya langsung ingat apa saja yang sudah saya lakukan padanya sejak dia lahir ke dunia ini. Ada di mana kita bisa begitu mesra, ada juga saat kita begitu kaku seperti orang asing.

Ingat lagi  tentang ini "Tidak akan disayang orang yang tidak menyayangi," sabda Rasulullah Saw. Maka, jangan sampai orang tua menuntut anak akan sayang, perhatian jika mereka tidak pernah menunjukan dan memberikan kasih sayang pada anak. Banyak kejadian, anak menelantarkan orang tua yang sudah uzur. Atau saat anak dan orang tua berdiri di dua kubu berbeda, sebagai dua kelompok yang saling serang. Duh... rasanya sangat menyedihkan.

Itu juga yang membuat saya semangat untuk berubah. Sebelum terlambat, selama masih ada waktu yang diberikan oleh Allah, maka berikanlah kasih sayang pada anak-anak. Pada  buah hati yang sebelum kehadiran mereka, diminta dalam doa dan tangan yang tertengadah.

3. Menularkan jiwa penyayang pada anak

Siapa yang tidak ingin memiliki anak yang memiliki jiwa penyayang, welas asih. Tidak hanya pada orang-orang dekat, saudara atau kerabat. Tapi juga pada sesama manusia. Dengan kasih sayang yang berlimpah dalam dirinya, anak akan menjadi  pribadi yang menyenangkan, berempati tinggi, mudah berbagi dan ringan dalam menolong sesama.

Bukankah Rasulullah Saw., juga memiliki jiwa seperti itu. Bahkan ketika beliau Saw., mendapati penolakan, hinaan dan siksaan dari masyarakat Thaif,  bukan amarah yang berbicara, tapi kelembutan hati dan kasih sayang. Hingga yang keluar adalah doa dan harapan bahwa kenal dari kaun itu akan bermunculan pembela-pembela agama Allah Swt.

Ingatlah bahwa anak-anak kita kelak akan jadi duta-duta Din ini. Akan menjadi dai-daiyah dengan apa pun perannya dalam kehidupan ini. Bayangkan jika mereka memiliki sifat yang menyenangkan, penuh kelembutan, pastinya Islam sebagai rahmatan lil alamin pun akan lebih mudah disebar. Sehingga peran mereka pun akan mudah dilaksanakan. Untuk menjadi kuntum khiaru ummat ukhrijat linnas, takmuruna bil makruf wa tanhauna anil munkar.

Wallohu a'lam bishowab.
Catatan seorang ibu yang ingin memberi kasih seperti sang surya menyinari dunia, selalu memberi tak harap kembali :)