Tampilkan postingan dengan label info&tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info&tips. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Maret 2023

Agar Gadget Tidak Membawa Masalah

Di zaman now sepertinya semua orang sudah terbiasa dengan gawai atau gadget. Perkenalan dengan gadget juga semakin muda,bahkan bayi pun sekarang sudah kenal dengan teknologi ini. Meski ada pro dan kontra tetap saja gadget dalam bentuk HP atau smarphone saat ini memang tidak bisa dipisahkan dari aktifitas keseharian. Jujur aja deh, bangun tidur pun yang dilirik pertama kali adalah hape kan?

Penggunaan gadget sedikit banyak pasti memberi pengaruh. Bisa pengaruh positif misal saat gadget digunakan untuk sarana belajar, bekerja, berkreatifitas atau menjalin relasi. Bisa juga berdamak negatif sampai taraf kecanduan. Inilah yang harus dilakukan agar gadget tidak membawa masalah.

https://assets.kompasiana.com/items/album/2016/05/05/ilustrasi-gadget-572b284707b0bdf0068842cf.jpg?t=o&v=740&x=416


1. Pahami Tidak Semua Orang Boleh Punya Hape

Saat ini orang tua merasa tak berdaya saat anak merengek minta hape lalu tanpa ada perjanjian atau pun kessepakatan langsung saja memberi hape pada anak. Begitu anak-anaknya begitu tergantung dengan hape dan susah untuk berhenti, barulah mereka mengeluhkan dapak buruk dari gawai.

0 - 2 Tahun adalah  tahapan no hape. Jangan tergiur atau terlalu percaya dengan label konten baik atau kids sehingga kita begitu saja membiarkan anak untuk memegang hape pada usia ini. Pada usia ini sebaiknya orang tua melakukan bonding dengan melakukan permainan dan aktifitas bersama dengan anak.  Karena yang menjadi kebutuhan anak di usia iani adalah interaks sosial dengan orang- orang terdekatnya.

Seteah 2 tahun, anak boleh berinteraksi dengan hape atau gadget tapi posisinya hanya sebagai penonton saja. Menyaksikan  tanpa memegang. Di sini orang tua menganggap hape itu seperti pisau yang tidak bijaksana jika diserahkan sama anak kecil diatas 2 tahun. Bisa berbahaya atau mencelakakan. Anak hanya boleh menonton dan orang tua yang mengendalikan aplikasiyang akan ditonton oleh anak. Sebaiknya jangan biarkan anak menonton sendiri tapi dampingi dan awasi.

Setelah mumyyiz, bisa membedakan kanan kiri, depan belakang, bisa mengerti kata perintah atau larangan sederhana, baru anak naik level dengan diberi hak memakai dengan batasan tertentu. Anak boleh memegang hape tapi ada batasan waktu, tetap lakukan pengawasan. Dan harus konsisten menerapkan batas waktu. Kadang yang jadi godaan adalah saat orang tua butuh fokus pada kegiatan lain, anak yang seringnya cari perhatian dan memecah konsentrasi malah diberi hape agar 'anteng'. dan biasanya tidak ada batasan waktu. Ini akan dijadikan senajata oleh anak saat ingin main hape, bikin keributan, merengek, rewel demi diberi hape.

Setelah anak sampai tahapan cerdas ( rusyada  seperti di Qs. Annisa : 6 ), maka anak boleh diberi hak memiliki. Kapan tahaan rusyada itu? Yaitu jika anak sudah baligh, sudah bisa mengurus rumah ayahnya sendiri ( bagi anak perempuan ) dan berani safar ( bepergian biasanya pakai kendaraan umum, tidak nyasar ) sendiri bagi anak laki-laki.


2. Management Gadget

Pengaturan di sini bukan hanya masalah waktu saja lho. Tapi juga lama, lokasi yang harus free gadget, aplikasi yang dlarang diinstal, termasuk dalam situasi apa gadget harus disimpan.

Terapkan waktu terlarang menggunakan hape, misal antara maghrib sampai isya, atau subuh-syuruq. Demikian juga dengan lama berinteraksi dengan gawai, atur dan terapkan. Misal anak hanya boleh pakai selama sekian menit dalam 1 hari. Lokasi juga ditentukan, mana yang boleh pakai gawai mana yangsebainya free, seperti kamar mandi atau kamar tidur. Kedua tempat itu sebaiknya free hape lho.

Tidak semua aplikasi boleh didownload, pilih lah sesuai kebutuhan dan memori hape juga. Aplikasi game, atau media sosial yang tidak sesuai usia sebaiknya tidak usah diunduh. Jadi penggunaan hape jelas tujuannya ( using ) misal untuk belajar atau bekerja. Situasi juga harus disepakati, misal saat makan bersama, acara keluarga, saat ibadahn, saat mengendarai kendaraan maupun ngobrol dengan tamu atau tuan rumah sebaiknya tidak menggunakan hape.

Lalu bagaimana jika ada anak atau ayah yang haru menggunakan hape di waktu yang sudah disepakati untuk no hape, maka lakukan sesuai penggunaan hape atau gadget terebut. Misal ayah yang menggunakan hape untuk bekerja, maka sebaiknya  di ruang kerja atau ruang khusus yang memang bisa dipakai untuk bekerja, sesuai waktu kesepakatan, dan berikan penjelasan pada keluarga kenapa orang tua tetap harus menggunakan hape di waktu-waktu tertentu. 

Nah, semoga dengan dua langkah ini bisa meminimalisir dampak negatif atau masalah yang ditimbulkan oleh gadget dalam keluarga kita. Semoga bermanfaat.


Sumber: Video Keluarga Gadget oleh Ust. Bendri Jaisyurrahman


Jumat, 05 Juli 2019

Agar Tak Pusing Memilih Sekolah untuk Anak

Hasil gambar untuk sekolah
https://settlersindia.com/sites/default/files/building-1400x1051.jpg



Assalamu'alaikum men temen...

Alhamdulillah, kabar baik kan? Setelah kesibukan idul Fitri disambung halal bihalal dari mulai tingkat keluarga besar, RT, RW sampai komunitas tempat beraktifitas kini mulai fokus lagi pada apa yang di depan mata. Bagi yang tahun sekarang memasukkan anak-anak ke sekolah baru ( langsung ngacung tinggi-tinggi), maka selamat kita satu gerbong hehehe. Karena tahun sekarang dua anak yang jadwal masuk sekolah baru, satu masuk SD satu lagi masuk SMP. 


Saya yakin seyakin- yakinnya, setiap orang tua pasti ingin memasukkan anak mereka ke sekolah terbaik. Karenanya saya menghargai pilihan yang diambil setiap orang tua. Bagi yang berusaha memasukkan anaknya ke sekolah negeri dan harus pusing dengan zonasi, percayalah I feel u. Pernah merasakan di posisi yang sama. Mules sampai hari pengumuman tiba. Ngencengin doa di setiap sepertiga akhir malam. Pasrah seikhlas-ikhlasnya pada hasil yang akan di dapat. Toh, semuanya sudah tertulis di Lauhful Mahfudz.

Sedang yang memilihkan sekolah swasta untuk anak-anaknya, kita juga segerbong Mak! Karena beberapa pertimbangan akhirnya memilih memasukkan anak ke sekolah swasta baik itu fullday maupun boarding ( pondok pesantren). Merasakan pusing karena melihat deretan angka untuk biaya pendidikan yang tiap tahun pasti ada kenaikan. Memperkuat usaha, menambah permintaan pada Sang maha Kaya Allah Al Ghani.

Mencari sekolah yang tepat dengan bakat minat dan kebutuhan anak memang susah susah gampang. Perlu maju mundur, saling menempelkan kepala dan tangan, seiring sejalan antara ortu dan anak. Biar semua pihak bisa saling mendukung dan bersinergi jika nanti akhirnya si anak belajar di sekolah impiannya. Makanya, jauh- jauh hari saya sudah mecari-cari kriteria yang bisa dijadikan acuan memilih sekolah. Diantara seperti di bawah ini :


1. Sekolah memikili visi yang sama dengan visi pendidikan keluarga
sebenarnya tugas mendidik anak ada di pundak orang tua. Sekolah harusnya disikapi sebagai bantuan dalam memberikan pendidikan yang terstruktur dan terkurikulum bagi anak. Karena itu pendidikan di sekolah harus sejalan dengan pendidikan di rumah. terutama dalam hal yang dasar seperti aqidah dan visi misi pendidikannya.
 
Jangan sampai kita memilih sekolah yang visinya malah bertolak belakang sengan misi keluarga kita. Termasuk dalam hal ini adalah jangan sampai kita memilih sekolah bagi anak yang berpotensi merusak aqidah. Itu malah yang paling pokok yang saya pegang. Makanya ketika survey sekolah yang paling ditanya duluan ya visi misi sekolah. Walaupun namanya islami kalau visi misinya gak jelas apalagi ditengarai memiliki penyusupan aqidah ya langung coret pake tinta merah. Meskipun secara kualitas akademis maupun fasilitas jempolan, no way.


2.  Perhitungkan keuangan
Meski uang bukan segalanya, tapi segalanya bakalan lebih lancar jika ada uang ya kan. Nah, itu juga perlu kita lihat masalah biaya pendidikan. Pastikan kita siap dan mampu mengeluarkan sekian rupiah untuk sekolah anak. Artinya, jangan juga kita memaksakan diri yang membuat kondisi keuangan keluarga dalam zona bahaya. Pikirkan baik-baik dampak positif maupun negatifnya. Jangan sampai kita mengambil jalan curang karena itu jelas-jelas bertentangan dengan tujuan mendidik anak. 


3. Diskusikan dengan anak
karena yang akan menjalani anak, maka mintalah pendapat dia tentang sekolah seperti apa yang di inginkan. Apakah sekolah umum, sekolah berbasis agama. sekolah negeri, sekolah swasta. Atau pilih fullday atau boarding school? Setelah itu baru orang tua memberi masukan kepada anak jika ternyata pilihan orang tua berbeda dengan anak. 

Biasanya kurleb satu tahun saya kasih waktu untuk anak memilih dan menentukan sekolah seperti apa yang dia inginkan. Seperti saat anak mau lulus SD, di awal semester saya sudah membuka pembicaraan tentang SMP. di semester dua biasanya kerjasama dengan sekolah untuk menyesuaikan denganbakat minat anak. Jadi orang tua mendapatkan banyak data untuk menentukan sekolah yang tepat dan bisa mengakomodir semua kebutuhan anak.


4. Cari tahu kelebihan dan kekurangan sekolah
Karena tidak ada sekolah yang sempurna, ya jangan dicari. Tapi carilah yang mudaratnya lebih kecil. Bisa dengan mengadakan kunjungan ke sekolah yang dimaksud. Bertanya pada alumni sekolah tersebut, bisa juga bertanya ke tetangga kanan kiri. Yang perlu diingat kita mencari kelebihan bukan untuk menjadi tekad agar bisa masuk ke sekolah tersebut. Demikian juga mencari kekurangan bukan untuk menjatuhkan .


5. Kenali juga lingkungan sekolah
Ini juga perlu dikenali ya men temen. Karena faktor lingkungan itu sangat berperan dalam membentuk perilaku anak. Pernah mendengar keluhan orang tua yang anaknya berubah sejak masuk ke sekolah baru. Mulai merokok, rambut dicat, dan sering banget pulang jauh melebihi jam sekolah. Setelah diteliti ternyaat si anak terpengaruhi oleh lingkungan sekitar sekolah. Ada juga anak yang tiba-tiba mogok sesekolah. Ternyata oh ternyata karena si anak takut setiap hari kena palak dan bully karen alingkungan sekolahnya terkenal tempat biasa tawuran antar pelajar. 


6. Fasilitas sekolah
Bukan hanya fasilitas di dalam sekolah seperti laboratorium, perpustakaan, lapangan, ruang ini itu, tapi saya juga memikirkan jalur transportasi anak. Kalau sekolahnya cukup jauh ( kadang jarak di peta dengan kenyataan suka beda hehehe ), pastikan apa sekolah punya layanan jemputan atau tidak. akan berbeda jika anak sudah besar dan bisa menggunakan transportasi umum atau bus sekolah.  Jangan sampai anak kesulitan mencapai sekolah hanya karena kita mengejar mutu dan kualitas sekolah. Anak bisa merasa bosan dan malas ke sekolah. Lebih parah lagi kalau anak sampai merasa tidak punya tenaga karena sudah terkuras selama perjalanan menuju sekolah. Percaya deh, itu juga bisa menyebabkan masalah pada anak.

Nah, itu yang bisa saya tulis di postingan ini Semoga bermanfaat yaaa

Wassalamu'alaikum bye bye men temen...

Selasa, 29 Januari 2019

7 Manfaat Mendongeng atau Membacakan Buku Cerita untuk Anak

picture by google



Salam teman- teman semua, jumpa lagi di tahun 2019 nih! 
Masyaa Allah, waktu memang cepat sekali bergerak ya.  Mau diisi dengan kegiatan bermanfaat maupun tidak namanya waktu tidak pernah kembali. Bergerak maju tidak pernah mundur. Maka jangan sampai waktu yang sudah dijatah oleh Sang Khaliq malah berlalu sia-sia, asli merugi namanya.


Di awal tahun 2019 ini agenda yang baru saja saya ikuti adalah Program Pembekalan bagi Pengajar Taman Pendidikan Al Qur'an. Acaranya yang memang sangat dibutuhkan untuk mengupgrade pemahaman, semangat bahkan spirit para pengajar di TPA Al Ukhuwah ini memang sudah dirancang sejak akhir Desember tahun kemarin. Qadarullah, baru terlaksana pada tanggal 22-23 Januari kemarin. Penginnya sih lama dan materinya juga komplit, tapi menimbang ini itu akhirnya diputuskan hanya dua hari dengan memberikan 4 materi yang harapannya bisa jadi pegangan atau dasar dalam memberikan pengajaran pada anak-anak TPA. 

doc pribadi
Selain sebagai peserta, saya juga dipercaya untuk memberi pelatihan cara mendongen yang menarik. Katanya sih, ini masih katanya lho cara saya mendongeng menarik. Bahkan bagi guru-guru yang kebetulan ikut bareng juga katanya seru. Walaupun bagi saya itu sih hanya hasil dari sebuah proses panjang yang saya lakoni sejak si sulung lahir. Terlebih karena saya juga penulis buku anak maka membaca cerita anak memiliki keasyikan tersendiri. Dan saya ingin membaginya kepada anak-anak.

Sebelum berpanjang lebar tentang tips mendongeng yang menarik, sebaiknya cekidot dulu yuk menfaat dari mendongeng. Yuk yuk yuk...!


7  Manfaat Mendongeng atau Membacakan Cerita 

Hampir semua pakar parenting sepakat bahwa mendongeng adalah satu metoda mendidik yang sangatbaik. Juga memberikan dampak positif dalam tumbuh kembang anak. Orangtua bisa menanamkan sifat-sifat dan karakter baik melalui cerita. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapat dari mendongeng atau membacakan cerita untuk anak .

1. Membangun Bonding ( Kedekatan ) Anak dengan Orangtua
Setelah seharian sibuk dengan aktifitas masing-masing maka momen mendongeng atau membacakan cerita akan mencairkan suasana di rumah. Anak merasa disayang, diperhatikan karena bisa berdekatan dengan orangtua. Hal ini akan membuat ikatan batin, kedekatan serta kepercayaan anak pada orangtua terjalin dengan baik. Sehingga saat anak merasa dekat dengan orangtua, akan akan lebih berani mengungkapkan perasaan ataupun apa yang dialaminya karena merasa aman dan nyaman.

2. Menumbukhan Daya Imajinasi
Imajinasi sangat penting dalam perkembangan daya pikir anak. Imajinasi akan membuat anak kreatif sehingga akan bersemangat atau terdorong menemukan solusi saat menghadapi masalah. Imajinasi juga memudahkan anak-anak memahami jalan cerita, sehingga anak akan belajar berlogika atau mengetahui sebab akibat. Dari dongeng yang didengar akan menambah kekayaan kosakata anak-anak. Sehingga mereka mudah berkomunikasi dan mengekspresikan perasaan maupun pendapat kepada orang lain.



3. Menambah Wawasan Anak
Ketika mendengarkan cerita maka banyak informasi baru yang didapat oleh anak-anak. Mereka lebih mudah dibawa masuk ke dalam dunia baru. orangtua bisa menderitakan tentang sejarah, binatang, tumbuhan, manusia bahkan tentang Sang Khaliq.


4. Menumbuhkan Minat Baca
Mengajari anak membaca tidak menjamin anak memiliki minat baca tinggi. Terlebih jika kemampuan membaca hanya untuk memenuhi syarat masuk sekolah tertentu. Sementara mendongeng atau membacakan cerita akan membuat anak terpacu mendongengkan ke orang lain, sehingga dia pun akan terpacu untuk menambah bacaannya.


5. Menanamkan Pesan-pesan Positif  pada Anak
Dengan mendongeng pendidik atau orang tua bisa menanamkan pesan-pesan moral yang baik tanpa terkesan memaksa apalahi menggurui. Anak cenderung lebih mudah menerima dan mengikuti sifat serta karekter baik di tokoh cerita yang didengarnya. Karena itu sebaiknya, hindarkan membacakan cerita dari tokoh yang awalnya suka berbuat buruk lalu di akhir cerita berbuat baik, karena akan membuat si anak berpikir  boleh berbuat buruk asal nanti berbuat baik. Sebaiknya berikan cerita yang mengandung pesan moral positif saja jauh dari upaya atau trik tipu-tipu. Dongeng seperti si kancil mencuri timun sebaiknya diubah jalan ceritanya, karena ada pesan negatif yang bisa diikuti oleh anak yaitu mengambil milik orang lain dan upaya tipu menipu walau dibungkus kecerdikan.


6. Belajar Mengenali Emosi
Saat mendengar cerita anak akan bejar tentang berbagai emosi yang dirasakan si tokoh. Anak tahu sedih saat kehilangan sesuatu atau disakiti. Anak juga bisa belajar bahagia saat mendapatkan apa yang selama ini dicita-citakan.


7. Melatih Daya Ingat
Saat dibacakan cerita anak-anak akan berkonsentrasi sekaligus mengingat-ingat dari nama si tokoh sampai jalan cerita. Dan saat mereka lupa atau merasa ada yang tidak paham akan memancing untuk bertanya tentang banyak hal. Atau cobalah sekali-kali menanyakan ulang cerita atau dongeng yang sudah diberikan oleh Ayah Bunda. Itu juga bisa dijadikan metoda mengasah daya ingat dan konsentrasi anak.

Tips Mendongeng  atau  Membacakan Buku Dongeng dengan Mudah

( By Rona Mentari – Juru Dongeng Keliling )

Nah, agar kita bisa nyaman dalam mendongeng bahkan menarik, yuk belajar dari tips-tips dibawah ini. Lalu, selamat beraksi ya teman-teman :)
 



1. Pastikan buku yang akan dibacakan atau didongengkan sudah dibaca sebelumnya. Bisa dua atau tiga kali, sehingga tokoh dan isi cerita sudah dipahami.


2. Baca judulnya dengan tepat dan siapa pengarangnya. Maksudnya agar anak belajar sastra


3. Pastikan posisi buku dengan tepat, yaitu menghadap ke pembaca. Sehingga anak-anak melihat isi buku dan tidak penasaran.


4. Mainkan vokal dan intonasi suara anda, untuk membedakan tokoh satu dengan tokoh lainnya. Hal ini akan memudahkan anak mengenal tokoh.


5. Interaksi dengan anak, bisa dengan menanyakan dari kalimat di buku yang dibaca.***






Selasa, 04 September 2018

5 Hal Yang Perlu Disiapkan Orang Tua Saat Anak Mondok

Tak terasa sudah setahun bujang saya di pondok pesantren. Masa-masa adaptasi pun sudah berlalu. Dari yang awalnya sering murung, kini si bujang terlihat bersemangat dan betah di tempatnya belajar. Bahkan adiknya yang kini di kelas 6 sudah mengajukan proposal untuk mondok juga. Proposal yang bagi saya cukup susah untuk meloloskan karena sejak awal saya ingin anak-anak perempuan tetap di rumah, diasuh dan belajar di rumah saja. Lebih tepatnya saya ingin sebagai pendampingi mereka saat mereka memasuki dunia remaja sebagai gadis belia.

Tapi kalau ternyata sudah tekat kuat, mau apa lagi. Sebagai ortu, yang bisa dilakukan pastinya memberi dukungan terbaik. Nah, karena itulah saya coba ingat-ingat lagi apa yang perlu disiapkan dari pihak orang tua saat akan memasukkan anak ke pondok pesantren. Karena bukan hanya masalah materi semata, tapi moril itu jauh lebih penting agar anak dan orang tua bisa survive dengan kondisi ini.


1. Menyiapkan hati untuk berjauhan dengan anak
Bagi orang tua yang mungkin sibuk dalam artian terbiasa berjauhan dengan anak, bisa jadi tidak akan ada istilah melow atau merindu. Tapi jika hubungan orang tua sangat dekat dengan anak, maka orang  tua perlu mempersiapkan hatinya untuk berjauhan dengan anak. Cara paling  mudah adalah dengan memahami bahwa anak-anak sejatinya bukan milik orang tua. Mereka milik dunia yang akan mereka huni ( persis perkataan Umar bin Khattab ra. ).
Anak, nanti atau sekarang pada masanya akan meninggalkan rumah. Bisa jadi karena kuliah, bekerja atau menikah. Jadi anggap saja, anak yang akan mondok mereka mengambil jatah lebih awal dari pada yang tidak mondok. 

2. Memperbanyak prasangka baik
Prasangka baik atau positif thingking akan menghasilkan jiwa positif. Hal itu akan dirasakan juga oleh anak. Saat orang tua banyak khawatir ditambah suudzan, anak pun akan susah beradaptasi di lingkungan barunya. Titipkan anak pada sebaik-baik penjaga yaitu Allah Swt. Terlebih saat mengingat bahwa orang yang mencari ilmu maka akan mendapat curahan rahmat dari Allah, akan berada dalam naungan sayap malaikat. Mestinya hal ini bisa mengurangi banyaknya kegelisahan dan kekhawatiran saat anak di pondok.
Dalam prakterknya, akan banyak kejadian yang menguji prasangka baik ini. Misal hilangnya barang ini itu, dari mulai kaos kaki sampai peci. Dari mulai selimut sampai seragam. Awalnya saya juga sempet suusdzan, kok gitu sih? mungkin saat itu ekspresi kurang suka saya terlihat oleh anak, hingga anak pun merasa bersalah dan tidak enak hati sama emaknya ini. Tapi suami mencontohkan sebaliknya. Dengan tenang dia mendengarkan semua curhatan si bujang dan memberi pandangan-pandangan positif. Hingga si anak tidak lebih down dan kembali bersemangat.

3. Memilih Pesantren yang Tepat
Tepat disini bisa dari banyak sisi. Tanyakan pada si anak, pesantren seperti apa yang ingin dia masuki. Tahan keinginan orang tua untuk memasukkan anak ke pesantren idaman ayah ibu, atau pesantren favorit. Karena yang akan menjalani hari-hari di pesantren adalah anak. 
Itu saya tanyakan saat pertama kali si bujang mengatakan ingin mondok selulusnya dari SD. Pesantren seperti apakah? apakah yang khusus tahfidz, pesantren modern, atau pesantren yang masih tradsional. Setelah itu baru ditawarkan letak pesantrennya, apakah yang diluar kota, luar propinsi, luar pulau atau luar negara?
Saya dan suami sepakat untuk memilih pondok yang masih satu kota. Alasannya, karena kami sekeluarga masih belajar hidup berjauhan. Jadi jika keinginan untuk menjenguk tiba-tiba datang tanpa bisa ditolerir yaa masih bisa disebut gampang.

4. Bersabar karena semua butuh proses
Beda pesantren pasti beda peraturannya. Ada yang gampang dalam urusan njenguk, termasuk perpulangan. Ada juga yang hanya boleh dijenguk tapi susah dapat ijin perpulangan. Hal ini membutuhkan penyikapan yang tepat. Tidak bisa menyamakan pesantren A dengan pesantren B, pun sebaliknya. Yang bisa dilakukan ikuti aturan dan nikmati prosesnya. Berat, pasti. Apalagi jika ternyata anak sakit atau susah beradaptasi.
Saat itu ingatlah bahwa resep menghadapi ujian sudah diberikan Allah dalam Al Qur'an yaitu dengan sabar dan sholat. Bersabarlah dalam menjalani proses dan serahkan semuanya kepada Allah melalui doa-doa ( sholat ).

5. Dana
Kenapa saya memasukkan ke nomor terakhir? Bukan berarti tidak penting. Tapi saya meyakini bahwa setiap anak lahir dengan membawa rezeki masing-masing. Semua ada takarannya, semua pasti cukup. Yang ingin digaris bawahi adalah, anak mondok itu bukan sekedar pindah kamar. Mereka sedang belajar untuk mandiri, menyelesaikan permasalahan dan dewasa. Jadi, jadilah orang tua yang bijak dalam memberikan uang atau dana terhadap anak. Jangan sampai mereka tidak berubah, masih tetap manja dan tergantung orang tua padahal sudah bertahun-tahun di pesantren. Wallohu a'lam




 

Sabtu, 21 Januari 2017

Tips Mudah Menghapal Al Qur'an

Awalnya lebih karena malu sama anak-anak. Setiap hari diingatkan untuk nambah hapalan ayat. Kok diri gak nambah-nambah hapalannya yaa ><. Malah banyak yang hilang karna jarang murojaah. Padahal kalau ngingetin anak paling kenceng, ayo hapalan... jangan film aja yang diinget. Atau bahasa Korea or Jepang bisa, lha... bahasa Qur'an kok gak paham... :(

Kena tampar lagi saat membaca lagi QS. As Shaff ( 61 ) : 2-3, "Hai Orang-orang yang beriman! Mengapa engkau mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan? Sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."

Astaghfirullah..., ternyata selama ini sudah melakukan hal yang dibenci Allah, hiks. Menyuruh anak menghapal Qur'an tapi diri sendiri ogah. Padahal harusnya sebagai orang tua yang jadi panutan, harus bisa memberi keteladanan. Hemmm....

Baiklah, karena itu lah saya bertekad dan menguatkan niat untuk menghapal lagi ayat-ayat Allah Swt. Bukan untuk ikut musabaqah hifdzil qur'an,  juga bukan untuk gaya -gaya an, tapi lebih sebagai bentuk tobat dan memperbaiki diri. Juga tersemangati oleh satu panggilan Allah, bahwa penghapal Al qur'an adalah ahli-Nya ( keluarga atau golonganNya ), masa gak mau sih... :)

Dan sepertinya berita baik nyambung dengan niat saya ini. Di sebuah kajian erte tema yang diangkat berkenaan dengan Al qur'an, dan salah satu bahasannya adalah gampang menghapal Qur'an. Apalagi bagi kita-kita yang usia tak lagi muda, saat otak tak seencer yang dulu, dan kesibukan yang paling sering jadi alasan utama.

Subhanallah...., berasa dapat durian runtuh alias rezeki nomplok. Bagi yang penasaran, yuk simak tips di bawah ini :

1. Yakinlah bahwa Al Qur'an itu mudah dihapal
Dari semua kitab di dunia, Al Qur'an adalah kitab yang paling mudah dihapal. Karena berasal dari Allah Al Khaliq yang pastinya tahu betul makhlukNya. Masukkan dalam keyakinan insha Allah mudah dan akan dimudahkan oleh Allah. Hingga saat kita memulai menghapalkan pun aura positif yang kerasa.

2. Luangkan waktu
Jangan kalah sama buka medsos dan nonton tivi dong. Jangan beri Qur'an waktu sisa, tapi beri yang primetime. Kalau bicara sibuk mah semua orang juga sibuk. Masa meluangkan waktu 30 menit sehari untuk menfhapal 1 atay 2 ayat gak bisa? Bukankah sebaik-baik kesibukan adalah yang membawa diri lebih dekat pada Allah?

3. Mulailah dari Surat Favorit
Artinya surat yang serin kita baca. Kalau ruin baca surat yasin seminggu sekali, pasti lama-lama bakal hapal juga. Kalau seringnya baca Arrahman, tanpa sengaja kita jadi hapal juga. Begitu juga dalam menghapal Qur'an, maka mulailah dari surat atau ayat yang biasa kita baca, insha Allah itu lebih mudah hapal...Mak!

4. Ikat dan jaga hapalan
Caranya dengan murojaah bersama teman yang sedang menghapal juga. Bisa juga digunakan dalam bacaan shalat. Maka, ketika mengulang-ulang itu lah hapalan kita akan makin kuat.

5. Kurangi hal-hal yang 'nyampah'
Seperti mendengarkan musik, nonton drama or film, atay membaca buku-buku yang bisa melalaikan hati dan diri dari hapalan. Ya intinya sih yang tidak mendukung konsentrasi atau fokua kita pada Qur'an mulai ditinggalkam atau dikurangi.

Yang terakhir jangan lupa minta kepada Allah untuk senantiasa dikuatkan tekad dan diteguhkan hati. Karena itu juga sebagai bukti kita bergantung kepada Allah ( istianah ). Wallohu a'lam bishowab, semoga bermanfaat ^_^

Senin, 26 Desember 2016

Cemilan Untuk Liburan Seru

Libur tlah tiba...
Libur tlah tiba..,
Hore... hore... hore...

Liburan enaknya memang kalau bisa plesiran. Atau mengunjungi keluarga di luar kota. Tapi kalau ternyata kudu stay at home, tetep bisa seru kok. Caranya, kasih saja bahan-bahan untuk anak berkreasi. Tentu saja sesuaikan dengan kesukaan dan minat anak ya, Bun.

Karena di rumah saya anak-anak hobi ngobrak abrik dapur, jadi saya pun mempersilakan mereka masak cemilan yang mereka sukai. Terlebih dua orang sudah besar, sudah biasa masak dan goreng ini itu ( kecuali ayam dan ikan hehehe ). Nah, biar mereka gak boring yang bisa bikin keriting ya saya siapin bahan-bahan untuk merek berkreasi.
Mau tahu kreasi apa saja yang bisa dibuat anak di dapur, cekidot yaaa... :

1. Baso Jamur
Maaf karena gak pake takaran, saya tulis bahan-bahan dan cara buatnya saja yaaa...hehehe
Jamur tiram ( agak banyak biar kerasa bisa 1/2 kg), terigu, tepung tapioka, garam, telur 1 butir, bawang putih, merica, garam, bumbu penyedap kalau suka.

Bahan kuah:
Didihkan air tambahkan daging atau ceker untuk membuat kuah kaldu. Lengkapi dengan irisan daun bawang dan bawang goreng,

Caranya, bersihkan jamur dan peras airnya, bersama bawang putih, merica, garam dan terigu terigu diblender hingga tercampur rata. Masukkan sedikit air jika susah rata. Masukkan tepung tapioka hingga adonan tidak lengket. Masukkan adonan ke dalam kulkas selama 1 jam, lalu mulai uleni dan dibuat bulat-bulat. Masukkan bukatan baso ke dalam air mendidih, tunggu sampai mengambang. Angkat baso-baso yang matang, masukkan ke dalam air kuah. Sajikan hangat-hangat.

2. Baso Goreng
Karena adonan baso jamur masih ada di kulkas, maka esok hariny saya manfaatin dibuat baso goreng. Adonan ditambah dauh bawang iris, dan dipipihkan. Goreng dengan api sedang. Sajikan hangat-hangat dengan saos, nikmat...

3. Bola-bola Ubi
Bahan-bahan:
-ubi 1kg
-tepung tapioka 125gr
-gula merah secukupnya, bisa juga diganti keju sesuai selera
-minyak untuk menggoreng

Cara pembuatan :
Kukus atau rebua ubi hingga matang. Dinginkan lalu haluskan. Tambahnkan tepung tapioka sedikit demi swdikit hingga adonan kalis. Ambil sesendok adonan, pipihkan isi dengan gula merah lalu bulatkan. Lakukan sampai adonan habis dan goreng hingga kecoklatan.

4. Pisang Aroma Legit
Bahan-bahan:
2 bungkus kulit lumpia
3 buah pisang tanduk
Gula pasir secukupnya, bisa ditambah coklat yang audah dilelehkan.
Minyak untuk menggoreng

Cara pembuatan :
Iris pisang sesuai selera, bugkus dengan kulit lumpia setelah dibubuhi gula pasir, agar nempel bisa menggunakan air atau putih telur. Goreng dan sajikan selagi hangat.

5. Rujak Buah
Karena bosan dengan cemilan yang ada, lihat ada buah mangga gumading, anak-anak langsung usul buat rujak. Tambahkan mentimun, bengkuang, pepaya setengH matang kalau ada lho :D  Gak usah pedes-pedes, ingat juga harga cabe lagi melangit alias mahal banget hehehe. Tambahkan kacang tanah yang sudah digoreng, gula merah, asam dan garam. Haluskan bumbu rujak, potong-potong buah dan taraaa... rujak buah segar sudah siap.

Rabu, 30 November 2016

4 Cara Yang Perlu Anda Tahu Untuk Menambah Tinggi Badan Anak




Memiliki anak sehat dengan tinggi badan menjulang adalah sebuah kebanggaan. Bagi yang secara genetika dianugerahi tinggi di atas rata-rata, rasanya hal itu tidak terlalu memusingkan. Lain halnya jika orang tua memiliki tinggi badan rata-rata orang Asia, pasti akan melakukan berbagai upaya untuk mendongkraknya.

Hal ini pun ternyata dialami oleh anak-anak saya. Mereka tampak kasak-kusuk dan sibuk berolah raga. Usut- punya usut ternyata mereka sedang berusaha menambah tinggi badan. Sebenarnya di usia mereka yang masih dalam usia pertumbuhan, hal itu tidak perlu dikhawatirkan.  Bagi kalian yang sudah memasuki usia 18 tahun , jangan bersedih karena menambah tinggi badan masih memungkinkan. Banyak caranya kok, dari mulai meminum suplemen penambah tinggi badan, atau cara alami. 


Nah, berikut ini 4  cara alami yang bisa dilakukan oleh Ananda untuk menambah tinggi badan:

A.      Olah Raga secara Teratur
Ada beberapa cabang olah raga yang diyakini bisa menjadi latihan untuk menstimulus pertumbuhan tulang dan menguatkan otot. Berikut beberapa olah raga yang dimaksud.

1.       Berenang
Olah raga ini memang sudah terkenal dan terbukti kuat menaikkan tinggi badan anak dalam waktu singkat. Teratur itu kuncinya. Ada yang menyarankan seminggu sekali, ada juga yang berpendapat 2 minggu sekali. Tapi jangan kurang dari 25 menit setiap kali berenang ya...:)
Hal ini terlihat jelas pada sulung saya. Yang waktu sd terkenal sangat imut, tapi karena aktifitas renang rutin sebulan sekali saat kelas 7 dan 8, tingginya bertambah banyak.

2.       Lari
Selain menyehatkan, olah raga murah meriah ini juga dinilai bisa menaikkan tunggi badan, terutama di daerah tulang kaki. Upayakan lari dengan cepat dalam jarak pendek. Lakukan secara rutin tapi tidak perlu diporsir karena bisa membuat anda cidera.

3.       Skipping
Melompat dengan sikap yang benar akan mampu menstimulus otot kaki. Lakukan secara teratur pagi dan sore hari. Sebagai permulaan, mulailah dengan hitungan semampu anda. Semakin hari makin ditambah hingga menghasilkan 100 kali lompatan /hari.

4.       Bergelantung atau mengangkat tubuh
Lompatlah dan raihlan besi untuk pegangan. Tahanlah tubuh anda, lalu angkatlah perlahan. Olah raga ini diyakini mampu menstimulus dan memperkuat tulang punggung. Dilakukan secara rutin, maka hasilnya pun akan segera terlihat.

5.       Bermain Basket atau Volly
Nah, dua jenis olah raga ini memang mengandalkan lompatan serta lemparan. Maka, sangat cocok dilakukan bagi anak-anak yang ingin menambah tinggi badan sekaligus menambah prestasi di bidang olah raga.

6.       Bersepeda
Olah raga satu ini memang menyenangkan terutama bagi anak-anak. Di samping itu menyehatkan, dan melatih konsentrasi anak. Hubungannya dengan menambah tinggi badan yaitu pada gerakan mengayuh sepeda . Saat itu secara otomatis akan menstimulus  otot kaki. Dan jika dilakukan secara teratur maka tubuh anak anda akan meninggi.

7.       Menendang
Olah raga ini juga diyakini bisa memberi stimulus pada otot-otot kaki. Juga memperpanjang tulang kering dan paha. Coba lakukan kuda-kuda dengan benar, lalu kaki satu mulai melakukan gerakan menendang selama 20 kali. Ganti kaki dan lakukan gerakan menendang lagi. Lakukan dengan teratur untuk mendapat hasil yang diharapkan ya...

8.       Badminton
Cabang olah raga yang beberapa kali menjadi ajang perolehan emas bagi kontingen Indonesia ini, jika dilakukan secara teratur bisa menaikkan tinggi badan. Dalam olah raga ini ada gabungan dari melompat  ( kaki dan paha ) , meregangkan otot bagian atas ( punggung, tangan ). 

B.      Asupan Nutrisi yang Mencukupi
Selain berolah raga, asupan nutrisi yang mencukupi untuk pertumbuhan tulang sangat diperlukan. Selain makanan kaya kalsium, dibutuhkan juga makanan kaya vitamin D ( untuk penyerapan kalsium dalam tubuh ), protein baik nabati maupun hewani serta vitamin A. Berikut beberpa makanan yang bisa dikonsumsi untuk mendukung pertumbuhan tulang, diantarnya : Susu, telor, daging, ikan, tahu, tempe, kacang-kacangan, bayam, dan brokoli. Air putih tidak boleh terlewatkan.  
 
C.      Istirahat/ Tidur Yang Cukup
Tahukah bahwa hormon pertumbuhan bagi anak / remaja di bawah usia 20 tahun di produksi saat tidur? Karena itu sebaiknya hindari begadang kalau tidak ada gunanya hehehe. Sebaiknya tidur lah lebih awal, hingga badan beristirahat sekitar 8 jam per harinya.

D.      Menghindari Hal-Hal yang Menghambat Pertumbuhan
Merokok baik pasif maupun aktif terbukti menghambat hormon pertumbuhan pada anak-anak. Obat atau suplemen yang mengandung steroid juga terbukti menghambat pertumbuhan pada anak-anak. Satu lagi yang mesti dihindari, yaitu kafein. Walau tidak terbukti langsung menghambat pertumbuhan, tapi menyebabkan hilangnya rasa kantuk. Berdampak pada berkurangnya waktu tidur yang sangat dibutuhkan untuk menghasilkan hormon pertumbuhan.

Nah, sila kan mencoba ya Kawan... karena saya juga sedang menerapkan beberapa latihan pada anak-anak saya yang memang pengin banget bertubuh tinggi. Biar gak kayak emak bapaknya hehehe. Semoga bermanfaat :)