Tampilkan postingan dengan label The Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Journey. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Juni 2023

Maryam 18


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Bagaimana kabarnya teman semua? 
Semoga senantiasa dalam kondisi sehat lahir batin dan dalam lindungan Allah Ta'ala...

Sebenarnya tulisan ini memenuhi janji yang pernah ditulis di akun medsos, tentang Maryam 18, nama angkatan ke 18 putri dari MA Zakaria. Jujur saya juga baru tahu nama angkatan Kakak ( si nomer 2 ), adalah Maryam. Pas denger langsung suprise sampai speechless. "Ini Maryam binti Imran kan?"

"Ya iyalah Bu... emang ada Maryam yang lain yang disebut dalam Al Qur'an dan Hadist Nabi?"

Fix, saya pun nyengir sendiri, merasa geli sendiri. "Ya kali..." Saya langsung mode serius, "Ini siapa yang milih? Kalian sendiri atau ada intervensi dari guru termasuk sekolah?"

"Masukan pasti ada, tapi kita kok anak anak seangkatan yang sepakat pilih nama Maryam sebagai nama angkatan."

"Kenapa?" 

"Karena kami punya harapan seperti Maryam, yang terpilih jadi wanita pilihan untuk zaman kami, yang bercita-cita bukan hanya di dunia tapi sampai akhirat."

Lagi-lagi speechless, cuma bisa bertasbih. MasyaaAllah tabarrakallah...


'Graduation Penuh Haru'
Saya selalu semangat saat dapat undangan pelepasan anak dari sekolah. Alhamdulillah, pandemi sudah berlalu hingga dari tahun kemarin sudah bisa menghadiri acara pelepasan anak-anak. Tahun kemarin si nomer 4 yang lulus SMP, dan tahun ini bagian si nomer 2 dan nomer 5. Satu lulus SMA satunya lulus SD. 

Alasannya bukan karena anak mau tampil, atau berbangga dengan pencapaian anak selama mereka sekolah. Tapi untuk mengetahui bagaimana anak dalam penilaian sekolah, guru dan teman-teman mereka. Apakah harapan dan target kami ketika memasukkan mereka ke sekolah ini tercapai atau tidak. Sebagai bentuk evaluasi dan juga muhasabah terhadap tugas orang tua mendidik anak-anak. Urusan nilai sih nomer sekian, karena kita sudah dalam posisi tinggal menerima apa yang sudah diupayakan anak saat ujian. Itu adalah hasil yang harus diterima sebagai upaya menerima ketetapan Allah. 

Setelah melewati ketegangan ala UTBK, akhirnya momen pelepasan digelar. Dan karena sekolah anak kami memang berlabel Islam, ya kita juga gak ada bayangan adanya tampil tari-tarian atau nyanyi-nyanyian yang tidak Islami. Untuk masalah pakaian dan riasan pun ( terutama untuk putri ) tidak dibebaskan begitu saja. Dandan boleh, pakai bau bagus boleh sebagai bentuk syukur. Tapi jangan sampai melewati koridor tentang syukur itu sendiri.  Tetap pada aturan yang jelas. Kerudung pun boleh modis tapi tetap menurup dada. Make up pun boleh tapi gak perlu all out atau habis - habisan yang malah menjadikan remaja putri ini pada tua.

Tampilan awal jelas adalah pembacaan ayat suci Al Qur'an, tafhimul qur'an ( bukan sekedar hafal tapi juga memahami ) juz 30 dan 29. Di sini orang tua boleh kok bertanya tentang apa yang dipahami ananda dari surat-surat dalam 2 juz tersebut. Kemudian berlanjut ke acara sambutan-sambutan hingga serah terima murid dari sekolah kepasa wali murid. Dilanjut dengan pembacaan siswi-siswi berprestasi yang sudah lolos SNBP dan SPAN. 

Kadang paling kesel ya kalo denger sambutan, tapi di moment ini semua sambutan didengarkan dengan baik. Diawali dari ketua panitia, ketua angkatan sampai kepala sekolah. Saat ketua angkatan kasih sambutan, kita sudah dibuat mewek karena mereka menamakan kami adalah maryam-maryam kecil yang sedang berjuang meraih cita-cita dunia akhirat. Dipertegas lagi saat kepala sekolah memberi sambutan. 

Yang jelas makin mengharu biru karena anak-anak ini betul-betul generasi perintis yang tetap berkiprah meski dibatasi pandemi. Mereka mampu membuat 
suatu event yang sukses menarik animo dari MTs dan SMP sekitar untuk mengikuti olimpiade sience dan kreatifitas lainnya. Serta bekerjasama dengan pihak-pihak luar baik itu personal, perusahaan maupun tempat pendidikan di Kota Bandung. Ini disampaikan oleh kepala sekolah dengan penuh rasa bangga dan terima kasih.



Perwakilan Wali Murid
Saat dapat permintaan ini rasanya kaget, dan kurang PD. Untunglah suami dan anak memberi dukungan. You can do it Mom...!

Akhirnya setelah menimbang banyak hal, mulailah menulis draft teks besok. Sesuai pesan sekolah intinya memberi penguat agar putri-putri kami menjadi generasi Maryam yang selayaknya. 


ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُه

Innal hamdalilah wasolatu wasalamu ala rosulillah syaidina Muhammad ibni abdilah waala alihi wahbihi wamawalah

Puja puji syukur marilah kita panjatkan kepada Ilahi Rabbi, yang atas perkenannya semata kita semua dihadirkan dalam kegiatan pelepasan angkatan 18 Maryam. Semoga kegiatan ini dilancarkan dan diberkahi dari awal hingga akhir. 

Shalawat serta salam tak lupa kita haturkan untuk uswah khasanah kita, Nabi Muhammad Saw., pada keluarganya, sahabatnya dan seluruh ummat nya, termasuk kita semua yang hadir di sini.

Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah atas kesempatan mewakili orang tua untuk memberikan sambutan dalam kegiatan ini. Bukan berarti saya bisa atau lebih pintar atau lebih dari bapak ibu semua, karena saya hanya dibisakan/dimampukan oleh Allah. Dan yang terbaik diantara kita adalah yang paling bertaqwa. Saya pun bermohon agar tetap dibimbing Allah dan dimampukan berkata-kata yang baik dan benar. 

Untuk anak-anakku putri-putri shalihah angkatan Maryam 18, kami ucapkan tahniah atas kelulusan kalian. Tiga tahun sudah kalian bersama-sama berinteraksi, belajar dalam bimbingan bapak ibu guru, hingga kalian berada di moment pelepasan. Harapannya apa yang sudah didapat selama 3 tahun disini bukan begitu saja terlepas setelah kalian selesai dari kegiatan ini. Bukan selesai di sini, tapi akan menjadi bekal kalian melangkah ke tahap pendidikan selanjutnya.

Putri-Putri shalihah angkatan maryam 18, ingatlah hari saat kalian menjadikan Maryam sebagai nama angkatan ke 18 ini. Banyak sekali pelajaran dan teladan dari sosok Maryam ini. 

Maka jadilah kalian muslimah-muslimah yang senantiasa menjaga diri dengan iman dan ilmu yang sudah didapat di MA ini dalam menghadapi tantangan zaman kekinian. Kalian hidup di masa informasi digital begitu maju, yang tipuannya bisa membingungkan. Tapi saat kalian berpegang pada petunjuk Allah insyaAllah kalian bisa menghadapinya bahkan menjadi muslimah terbaik layaknya Maryam dipilih jadi wanita terbaik di zamannya.

Jadilah kalian Maryam -maryam yang memiliki jati diri sebagai seorang muslimah yang taat. Yang selalu mendekat dan curhat dengan Allah. Jangan jadi generasi ikut-ikutan yang hanya mengejar viral dan terkenal. Curhat di media sosial diantara kerumunan orang-orang yang tidak kalian kenal Karena menjadi terkenal di hadapan Allah itu lebih worhed, lebih berarti dan spesial, karena kelasnya bukan hanya dunia tapi sampai surga. Bukankah Maryam itu satu dari 4 penghulu wanita di syurga?

Nak, tetap tegar, tetap kuat, hebat dan stay positif dalam menghadapi tantangan dan ujian dalam kehidupanmu. Dalam menerima setiap ketetapan Tuhanmu. Karena Maryam itu sabar, karena Maryam itu tegar. Husnudzan lah pada takdir Allah karena apapun yang diberikan Allah adalah yang terbaik.

Bagi kami orang tua, banyak pelajaran dari sosok Maryam dan keluarga Imran. Selaku orang tua kita harus terpacu untuk jadi orang tua shalih shalihah dulu agar dimudahkan mengajak anak-anak menjadi shalih dan shalihah. Senantiasa mengingatkan akan cita-cita tertinggi, bukan sekedar pendidikan keren, kerjaan mentereng tapi keridhaan Allah yang utama. 

Terakhir kami mengucapkan terima kasih atas bimbingan bapak ibu guru MA Zakaria pada putri-putri kami. Semoga dicatat sebagai amal shalih dan Allah balas dengan balasan terbaik. Kami juga mohon maaf sebesar-besarnya jika selama ini belum maksimal bersinergi dengan sekolah selama anak-anak kami menimba ilmu di sini. 

Tak lupa kami juga minta maaf jika selama kami bicara banyak kata-kata yang salah, astagfirullah haladzim. Sekian dari kami... 
wabittaufik wal hidayah 

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Quote of The Moment
"Jika ingin anak seshalihah Maryam, maka jadilah orang tua seshalih Imran."

Itu yang saya tulis di caption postingan status IG. Bukan karena sok pintar atau sok menasehati, hanya itu memang yang menjadi tekad dalam diri yang dideklarasikan dalam bentuk tulisan. 

Jadi sekarang tahu kan, behind the scene nya quote itu hehehe. Semoga bermanfaat ya, semua yang sudah tertulis di atas. 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selasa, 14 Maret 2023

4 Tipe Keluarga yang Harus Diperbaiki

Mau dibawa kemana keluarga kita?
Pernahkah kita bertanya atau saling menyatukan kepala dengan pasangan dan membahas hal ini?

Yang ideal pertanyaan ini topik ini dibahas di awal pernikahan. Setelah akad nikah, resepsi dan kedua mempelai bertemu, maka suami yang sudah diangkat jadi qawwam atau pemimpin rumah tangga menentukan visi misi keluarga. Namun yang ideal seringnya terlupa oleh romantisme awal menikah atau pengantin baru. Hingga berlalu bertahun-tahun dan saat terasa jenuh, baru mempertanyakan hal ini.

Jangan menjawab, biarkan saja seperti air mengalir. Karena selain menunjukkan sifat yang skeptis, harus juga disadari bahwa tidak semua air mengalir ke laut. Memang air akan mengalir di tempat yang lebih rendah, bisa ke sungai, ke irigasi, septitank,  bahkan tergenang dalam kubangan yang jadi tempat nyamuk berkembang biak. Artinya bisa jadi air itu akan berkumpul menyambangi tempat-tempat yang tidak bersih, tidak buruk secara manfaatnya.

Padahal seorang muslim harus punya visi hidup bermanfaat, baik untuk diri, keluarga maupun lingkungannya. Karenanya sebuah keluarga dibentuk maka tentukan roadmap atau peta yang akan dijalani. Bukankah rumahtangga itu layaknya kapal yang mengarungi samudra. Maka pasti butuh peta, kompas, nakhoda dan awak kapal.

Dan ini adalah tugas suami, sebagai qawwam. Seorang pemimpin harus memiliki visi misi yang jelas bagi keluarganya.  Dan visi misi ini harus diterima, dipahami dan didukung oleh istri dan anak-anak. Jadikan visi misi ini sebagai relation goals pasangan, sehingga kompak dalam menjalankan rumah tangga.  Sadari bahwa kekompakan ayah ibu adalah awal mula keberhasilan mendidik anak-anak.



4 Jenis Keluarga yang Sering Ditemui
Dalam sebuah kajian parenting, Ust. Bendri Jaisyurrahman, pernah menerangkan tentang tipe-tipe keluarga yang marak terlihat di sekitar kita, diantaranya :

Tipe Terminal
Layaknya terminal yang menjadi tempat berkumpul orang-orang yang akan pergi dengan tujuan berbeda. Seperti itu juga rumah atau keluarga tipe terminal. Tidak ada kesamaan visi misi antara penghuninya. Masing-masing bergerak menuju target tujuan yang akan dicapai. 
Terminal juga sering terkesan riuh penuh teriakan, hal itu mencirikan bahwa keluarga type terminal bukan berarti sepi dari obrolan atau komunikasi. Tapi semua hanya basa-basi, omongan yang tidak memiliki tujuan, tidak lama karena hanya mengisi kekosongan waktu. Tidak pernah ada rapat atau syuro, tidak serius dalam memutuskan persoalan. Keputusan yang ada biasanya dadakan dan terkesan tidak serius.

Misal saat akan memilih sekolah anak, maka dipilih secara sepihak dan biasanya terpaksa. Seperti keputusan memasukkan anak ke pesantren ketika tidak diterima di sekolah favorit atau pilihan pertama. Hingga yang ada bertambahnya barisan santri tragis,  bukan barisan santri idealis.

Keluarga Tipe Kuburan
Nah, sekarang kita banyangin kondisi kuburan yang hening, mencekam dan tidak membuat orang hidup betah.  Adalah gambaran keluarga yang minim komunikasi. Omongan hanya sedikit, tidak banyak, obrolan hanya satu arah tidak dialogis, dan tidak ada yang berani membantah. Keluarga seperti ini biasanya cenderung kaku, tegang dan tidak membuat nyaman yang tinggal di dalamnya.

Keluarga Tipe Rumah Sakit
Apapula ini? ya bayangin saja rumah sakit. Tempat dimana masing-masing bergerak karena ada kepentingan. Dokter dan perawat yang menjanjikan pelayanan perawatan kesehatan, sedang pasien yang berhajat untuk sehat dan sembuh.
Tipe keluarga seperti rumah sakit biasanya sering terdengar jasa-jasa dan pengaruh yang diungkit-ungkit. Orang tua merasa begitu berjasa dan menuntut anak untuk memberikan penghargaan dan penghormatan. Persis seperti tenaga medis yang merasa berperan besar dalam menyelamatkan pasien.

Keluarga Tipe Pabrik
Dalam sebuah pabrik yang dikejar adalah target-target. Yang dilakukan adalah kerja-kerja. Yang dibicarakan pun adalah upaya untuk mencapai target, hingga jika target tidak tercapai maka ada pemotongan gaji atau kompensasi lainnya.
Keluarga tipe pabrik adalah gambaran keluarga yang hanya mengejar keberhasilan secara fisik, atau materi. Dan saling menuntut hingga memberi beban pada anggotanya. Hal ini bisa mengakibatkan sikap egois, hilang empati, jauhnya rasa ingin menolong dan menilai segalanya dari segi materi. 


Bahaya Keluarga yang Tanpa Roadmap
Keluarga yang tidak punya visi misi pasti bergerarak secara random atau tanpa arah. Maka mudah bagi keluarga seperti ini untuk dibelokkan ke arah yanh tidak semestinya. Mestinya berkeluarga itu tidak hanya di dunia namun berkelanjutan ke syurga. Maka, berlakulah seperti orang-orang yang tersebut dalam QS. Al Qashsas ( 28 ): 77

وَابۡتَغِ فِيۡمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّارَ الۡاٰخِرَةَ‌ وَلَا تَنۡسَ نَصِيۡبَكَ مِنَ الدُّنۡيَا‌ وَاَحۡسِنۡ كَمَاۤ اَحۡسَنَ اللّٰهُ اِلَيۡكَ‌ وَلَا تَبۡغِ الۡـفَسَادَ فِى الۡاَرۡضِ‌ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الۡمُفۡسِدِيۡنَ

"Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan."

Di ayat tersebut digambarkan bagaimana orang yang berorientasi akhirat, bukan sekedar dunia. Sehingga dia memanfaatkan dunia untuk beramal shalih, berbuat baik dan menjaga amanah-amanah Allah di muka bumi ini. Dan semua ini dimulai dari mengubah orientasi visi misi hidup ( berkeluarga ) ke arah akhirat ( sekeluarga di dunia dan di syurga ). Jika banyak orang yang mencari dunia dan tidak melupakan akhirat, bagi yang orientasinya sehidup sesyurga pasti akan fokus mencari kejayaan akhirat sedang dunia hanya selingan. Jangan dibalik yaa...

Keluarga Ideal dalam Al Qur'an
Dalam QS. Ali Imran : 33 disebutkan dua keluarga ideal yang bisa dijadikan teladan. Yaitu, keluarga dari kalangan nabi , keluarga Ibrahim as. Serta keluarga dari kalangan biasa, yaitu keluarga imran. 
Dari dua keluarga mulia ini, bisa diambil hikmah adalah sama-sama orientasinya akhirat. Begitupun dalam mendidik keturunannya. Sehingga kita mengenal Ibrahim as., sebagai abul anbiya bapaknya para nabi, dan keluarga Imran yang derajatnya terus naik karena melahirkan perempuan terbaik sekelas Maryam binti Imran dan laki-laki sekelas nabi yaitu Isa putra Maryam. 

Persamaan kedua adalah, dua-duanya selalu menempatkan ridha Allah sebagai yang utama. Sehingga walau diharuskan hidup dalam kondisi jauh dari nyaman apalagi ideal, mau mau saja asal Allah Ridha. Seperti yang dikatakan Hajar, seperi sikap Hannah ibunda Maryam dan Maryam sendiri.

persamaan ke 3 adalah diberi rezeki dari arah tak disangka dan tanpa perhitungan. Apa yang diminta langsung dihadirkan. Layaknya Hajar yang mendapat anugerah mata air zam zam nan berkah, juga Maryam yang mendapat buah-buahan dari langit  di meja makannya. MasyaaAllah tabarrakallah

Nah, semoga kita bisa meneladani keluarga yang sudah terbukti diridhai dan dicintai Allah Ta'ala. Wallahu a'lam bishowab.***


Rabu, 25 Mei 2022

Menikah Hanya 8 Hari, Jangan Salahkan Proses Ta'arruf!

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Semoga keselamatan, rahmat Allah dan keberkahan senantiasa melingkupi kita semua, aamiin


Foto: Shutterstock



Kisah menikah hanya 8  hari yang diupload oleh seorang wanita berprofesi pengajar akhirnya viral. Kisah dimulai dari si fulanah yang menikah melalui proses ta'arruf dengan sang suami. Ta'arrufnya sendiri berjalan dalam tempo sesingkat-singkatnya, hingga terkesan tergesa-gesa. Hanya melalui CV yang mungkin lebih mirip CV untuk lamaran pekerjaan, bukan lamaran pernikahan. Bahkan ada kesan bahwa ada pihak yang sebenarnya enggan atau terpaksa dengan pernikahan ini. Hingga ketika ada peristiwa sepele terjadi, terjadilah pengusiran dari pihak suami yang berujung pada perpisahan keduanya.


Seperti biasa netizen memang maha benar dalam berkomentar. Yang paling bikin mata gatal membacanya adalah komentar tentang ta'arruf yang terkesan jadi biang dari pernikahan singkat ini. Padahal banyak juga pasangan yang harmonis, samawa, langgeng sampai kakek nenek berawal dari proses ta'arruf. Dan banyak juga pasangan yang berawal dari proses pacaran yang hanya berumur singkat. Bahkan dalam hitungan jam, hem...

Ta'arruf sendiri dalam Islam memang menjadi jalan dalam mengenal calon pasangan. Namanya proses mengenal ya memang tidak cukup hanya dengan saling tukar CV. Dulu, dimasa saya kuliah ramai sekali proses Ta'arruf dengan tukar CV ini. Tapi itu ternyata hanya tahap awal, selanjutnya ada proses pengenalan yang lebih dalam setelah kedua calon memang menyatakan siap menikah. Artinya memang sadar, merdeka, tidak ditekan apalagi dipaksa. 

Saya sendiri menikah melalui proses ta'arruf. Awalnya memang saya membaca biodata calon suami. Tapi tidak berhenti sampai membaca saja, saya pun mendengar penjelasan dari pihak perantara ( waktu itu ya guru ngaji atau ustadz dan istrinya ) tentang calon suami. Saya pun mencoba mengenal lebih dalam lewat adik perempuan calon suami. Bukan hanya sifat, kepribadian, hobi, apa yang disukai apa yang tidak dari calon suami, tapi juga mengenal keluarga dimana dia berasal. Karena dari pola asuh dan pendidikan keluarga memegang peran penting pembentukan karasteristik sesorang.

Bahkan saya sempat berkunjung ke rumah calon suami, tentu tidak sendirian, tetap didampingi calon adik ipar perempuan. Saya pun melihat lingkungan sekitar, dan mendengar cerita calon suami dari orang-orang terdekatnya secara langsung. Jujur dengan calon sendiri saya jarang berkomunikasi langsung, artinya tetap melalui perantara. Karena bagaimanapun kita tetap dua orang asing yang tidak halal berkomunikasi berdua tanpa mahram atau pendamping. Saya berkomunikasi dengan ustadzah dan calon suami dengan ustadz, 

Tak lupa dan tak ditinggalkan adalah doa mohon diberi petunjuk. Istikharah tak cukup sekali tapi berkali-kali. Apa saya dapat mimpi untuk kemudian jadi yakin dan mantap ke jenjang ta'aaruf selanjutnya? Kayaknya enggak deh hehehe. Enggak tahu juga apa saya yang kurang nangkap maksud mimpi atau memang jarang mimpi. Tapi yang saya minta pada Allah adalah jika memang dia jodoh maka tetapkan hati untuk melanjutkan tahap ini. Beri petunjuk dalam bentuk apapun. Ringankan hati dan mudahkan langkah. Dan ternyata itu yang saya dapatkan. Moral story nya sih, kalau sudah istikharah tapi gak dapat mimpi jangan galau. Tapi pandai-pandailah melihat tanda-tanda dan bersihkan diri dari hawa nafsu atau keinginan pribadi agar pesan yang Allah kirim mudah ditangkap.

Ini saya ambil dari kejadian yang saya alami sendiri lho, bukan kisah orang lain. Kisahnya seperti ini, beberapa waktu sebelum ta'arruf dengan calon suami yang sekarang - alhamdulillah mau berjalan 20 tahun jadi qawwam dalam rumah tangga- saya pun pernah menjalani ta'arruf. Taarruf yang pertama ini malah gagal sudah, padahal si calon  memenuhi semua  kriteria keluarga besar. Sudah punya pekerjaan tetap, sudah sarjana, PNS pula. Tapi saat saya ingin mengenal dari pihak keluarga besar disinilah mulai terlihat tanda-tanda bahwa dia bukan jodoh saya. Dari mulai komunikasi yang sulit,  hati yang terus merasa berat, tidak ada i'tikad baik ingin melanjutkan prose ta'arruf, dan akhirnya si calon menghilang. Anak-anak gadis saya saat mendengar cerita ini langsung komen,  "Wah, ternyata Ibu pernah mengalami di-ghosting juga ya pada zamannya wakakakak.."


Point Penting dalam Ta'arruf:  

Selain mengenal pribadi calon pasangan, kenali juga apa yang mendasari pasangan untuk menikah. Apa sih visi misi,tujuan. pandangan yang dimiliki calon pasangan dari sebuah pernikahan. Rumah tangga itu ibarat mengarungi bahtera di tengah lautan samudra. Terus tanpa nanya-nanya dulu tujuan yang akan dituju kita main naik aja. Baru pas kapal sudah berlayar, berani nanya ke nakhoda. Ya kali kalau kalau tujuannya sama, bisa disebut beruntung. Kalau enggak mau jebur laut apa? 


Ta'arruf  Setelah Menikah 

Perlu dipahami juga bahwa proses ta'arruf bukan hanya dilakukan saat perkenalan atau sebelum menikah. Setelah menikahpun tetap proses ini dilakukan. Karena yang sudah satu pemahan dan visi misi dalam menikah pun tetap bisa berubah karena dinamika kehidupan. Manusia memang makhluk dinamis, tidak statis. Berubah terus seiring pemahaman dan ujian yang dihadapidnya. Jangan lupakan juga jebakan syaitan ada di mana-mana lho. Jangan pikir syaitan akan diam berpangku tangan melihat rumah tangga yang harmonisdan tujuannya sesuai kehendak Allah Swt. Justru Syaitan akan makin berupaya dengan godaan dari arah depan, belakang, kanan, kiri bahkan bawah untuk menguncang ikatan kuat ini. 

Ada kisah bahwa Iblis sangat menghargai pasukannya yang bisa memisahkan sepasang suami istri dari ikatan akad suci. Sebuah janji yang senilai dengan perjanjian pengangkatan para nabi ( mitsaqan ghalidzan = ikatan yang kokoh ). Yang sampai ketika ikatan ini dipisahkan bergetar Arsy dan Allah pun tidak suka walau mengijinkan. Dan sebagaimana hukum alam, semakin tinggi pohon semakin kuat angin yang berkencang, maka begitupun berlaku pada ujian dalam pernikahan. Banyak contohnya dimana pada pesohor, ustadz terpandang harus jatuh karena ujian dalam rumah tangganya.

Proses taarruf yang benar pasti akan menghasilkan tafahum, saling memahami. Dibutuhkan sikap jujur pada diri sendiri akan kekurangan dan kemauan untuk berubah. Dari pasangan dibutuhkan sikap menerima karena bagaimanapun tidak ada manusia yang sempurna. Dari tafahum mulailah untuk saling menolong, bekerjasama. Karena tidak mungkin terjadi kerja team yang bagus kalau tanpa saling memahmi satu sama lain. Dan semua itu berawal dari taaruf atau proses mengenali, saling mengenal. 

Proses ta'arruf tidak berjalan imbasnya kemana-mana lho. Paling deket ya di komunikasi, pasti macet. Kalau enggak satu arah, gak jauh dari ceramah atu khutbah ya yang pemirsanya gak boleh komen atau harus diam hehehe. Lalu bagaimana harmonis akan terbentuk kalau di gak nyambung antara pimpinan dan warganya, antara suami dan istri beserta anak-anaknya. Akibatnya jalan masing-masing yang bisa menyebabkan bahtera rumah tangga terombang-ambing lautan kehidupan. Kalau sudah seperti ini bukan syurga rumah kita tapi kebalikannya naudzubillah...

Semoga tulisan ini bisa sedikit nenambah ilmu dan wawasan tentang ta'arruf...

wallaohu a'lam bishowab.


Jumat, 20 Mei 2022

Mengingat Mudik Sejati Dari Fenomena Mudik Idul Fitri


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, semoga kesejahteraan dan keselamatan tercurah untuk kita semua.

Bada tahmid dan shalawat..
Bagaimana kabar teman-teman semua, mumpung masih Syawal, saya mengucapkan Taqabbalallahu minna wa minkim shiyaamana wa shiyaamakum, minal aidzin wal faidzin. 

Satu yang paling terlihat di Idul Fitri kali ini adalah gelombang mudik besar-besaran. Setelah hampir 2 tahun adanya pembatasan karena pandemi covid, maka tahun ini kaum muslimin mendapat kesempatan untuk mudik kembali. Alhasil semua memanfaatkan, bukan hanya dari umat Islam tapi juga dari kalangan non Islam yang bisa jadi memanfaatkan untuk liburan kumpul dengan keluarga besar dan reuni dengan teman-teman.

Alhamdulillah, setelah 2 kali Lebaran tidak pulang tahun ini diberi kesempatan dan rezeki untuk bisa silaturrahmi lagi dengan orang tua, keluarga dan handai tolan di kampung. Anak-anak jelas yang paling hepi sih, karena mereka sudah membayangkan dapat salam tempel setelah 2 tahun krisis THR 😂😂😂. Ditambah mereka sudah kangen berat sama Mbah uti nya, satu-satunya orang tua yang masih ada di tengah-tengah kami.

Namun, saya dan suami juga wanti-wanti ke anak-anak, agar tidak salah niat pas mudik. Bisa-bisa kecewa kalau terlalu tinggi ekspektasi. Berharap dapat THR berlimpah tahunya zonk, sakitnya tuh tak berdarah lho...🤭. Pak suami malah menyiapkan sedikit wejangan untik disampaikan saat kumpul keluarga besar nanti. Intinya mengingatkan agar Lebaran itu bukan bubaran ( dari aktifitas ibadah di Ramadhan ), serta mengingatkan tentang mudik yang sejati.

Ya, kita semua akan 'mudik'  pada waktunya, ke kampung halaman asal kita. akhirat tepatnya syurga karena pertama kali Adam dan Hawa diciptakan lalu ditempatkan di Syurga.

Namun sedikit yang menyadari hal ini, bahkan banyak yang lupa. Sampai terlena dan terlalu betah hidup di dunia. Ya, kali ada manusia yang hidup abadi. Umur manusia jaman now itu ( Umat Rasulullah ) batasnya 63-70 tahunan. Itupun banyal yang enggak sampai. Banyak yang meninggal padahal masih muda, produktif lagi. Tapi kalau quota usia dah usai, kita bisa apa?

Fenomena Mudik
Mudik atau pulang kampung dari dulu punya makna yang sama. Yaitu kegiatan dimana manusia bergerak kembali ke tempat asal. Karena kebanyakan manusia urban asalnya dari kampung atau udik jadilah istilah pulang kampung atau mudik.

Setiap orang yang mudik pasti mereka melakukan persiapan. Bukan hanya tiket perjalanan, kendaraan, kesehatan, bekal selama di perjalanan juga jangan lupa oleh-oleh. Ada juga yang mempersiapkan penampilan, minimalnya bisa dipamerin ke keluarga di kampung kalau kesuksesan sudah diraih dengan tampilan trendy, glowing, bling-bling dan sejahtera ( bahasa halusnya kaya ).

Aktifitas yang dilakukan seputar mudik juga gak jauh-jauh dari holiday. Silaturahmi mah sebentar, liburannya yang gak kelar-kelar  Maka antrian macet pun pindah dari kota ke kampung, dari mall ke tempat wisata bahkan kuburan. Mirisnya tak terlihat sisa-sisa beramal di Ramadhan. Buktinya berburu kuliner jadi agenda wajib saat mudik, padahal baru beberapa hari berea menahan lapar dan haus, tapi gak ada efeknya sama sekali.

Mudik yang seperi ini biasanya hanya menghasilkan kerugian. Kesenangan bisa jadi dapay tapi beres itu apa yang didapat, hanya hati yang kosong dan malas beribadah. Naudzubillah kalau sampai jatuh sakit dan menghambat aktifitas.

Nah, agar tidak sampai kejadian seperti itu maka niatkan mudik memang untuk silaturahmi, untuk birrulwalidain, untuk mendapatkan ridha Ilahi. Hindari aifat6 berlebih-lebihan dalam hal apapun, karena itu adalah jebakan syaitan. ingat dan jaga terus apa yang kemarin diupayakan di Ramadhan, jangan dibubarkan apalagi dihilangkan kebiasaan baik itu. Karena yang ada nanti kebiasaan buruk yang merajalela.

Jika dapat uang THR, gunakan untuk hal yang bermanfaat. Jajan boleh tapi ingay jangan berlebihan. Syaitan itu tempatnya di perut yang penuh artinya yang selalu diisi dan dituruti keinginannya. Meski anak-anak dalam masa pertumbuhan pun saya tetap kasih 'rem' kalau urusan perut. Karena bukan hanya badan yang harus dibangun, tapi ada jiwa dan ruhani yang harus dibangun juga. Jadi kudu seimbang.

Mudik Yang Sejati
Dalam QS. Al Fajar : 27-30 jelas-jelas Allah menjelaskan tentang kampung halaman yang sejati yaitu syurga. Allah memanggil orang-orang yang sadar kampung halaman syuga itu dengan panggilan orang-orang yang berjiwa tenang ( nafsul mutmainnah ). Tenang disini bukan diam tapi lebih ke menunjukkan level keimanan dan kejiwaan seseorang. Bahwa orang yang memiliki jiwa yang tenang pasti imannya juga manteng ke Allah dengan kuat serta melakukan apapun berdasarkan tuntunan dari Al Qur'an dan Hadist Nabi.

يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ

"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku." QS. Al-Fajr [89]: 27-30

Dalam kitab Lubab al-Ta’wil fi Ma’ani al-Tanzil, Al-Baghdadi ‎menjelaskan bahwa makna al-nafs al-muthmainnah adalah jiwa yang tetap ‎pada keimanan dan keyakinan, membenarkan firman Allah, meyakini bahwa ‎Allah adalah Tuhannya, tunduk serta taat kepada perintah Allah, ridla dengan ‎ketetapan (qadla) serta takdir (qadar) Allah, yang selamat dari adzab Allah, ‎yang selalu tenang dan damai dengan terus berdzikir kepada Allah.‎

Jiwa yang demikian inilah yang kelak ketika kembali kepada Allah akan ‎disambut dengan sapaan mesra: “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada ‎Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam ‎jama’ah hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku.”

Ibrahnya, jika untuk mudik pas Lebaran saja kita penuh dengan persiapan ini itu, apa kabar dengan mudik yang sejati. Pastinya harus lebih bersiap, dengan persiapan amal terbaik. Jangan sampai merugi, karena kalau mudik sejati tidak akan bisa balik lagi ke dunia. Tiketnya cuma sekali jalan, nah lho... 

Terus kalau tanpa persiapan kita mau mudik kemana? Karena hanya ada dua tempat di akhirat sana, kalau gak kembali ke syurga dengan disambut salam oleh para malaikat penjaganya. Ya, bakalan masuk neraka dengan seluruh hardikan, bentakan dan ancaman dari malaikat penjaganya juga, naudzubillah...

So, mumpung masih diberi waktu hidup yuk kita bersiap. Kalau kata Ust. Evi E, sih kalau utusan mudik sejati mah bukan pakai nomer antri, tapi nomer dudut. Random, yang muda bisa duluan dari yang tua. Yang sehat bisa lebih dulu ketemu ajal dari pada yang sakit-sakitan. Makanya bersiap-bersiap dengan amal terbaik, dengan amal istimewa yang dipersiapkan di dunia ini.

Wallahu'alam bishowab.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Rabu, 27 November 2019

Menuliskan Secuil Syurga Di Rumah

Assalamu'alaikum...

Mau menceritakan buku solo saya yang terbit bulan Desember 2018 kemarin. Wah, telat banget deh si Mak ini wakakakak. Dah hampir setahun tuh. Emang selama ini lebih banyak dikenalin di FB maupun IG. Tapi ya daripada daripada tidak sama sekali yuk walaupun telat dikepoin saja ya😂.

Jujur nih nulis buku tentang birrul walidain ini adalah sebentuk pengingat untuk diri saya sendiri pada khususnya, dan untuk para pembaca cilik saya juga pada umumnya. Memang buku ini untuk anak-anak. Bergenre islami. Dengan ilustrasi ciamik dari seorang mojang Bandung yang bernama Dinar. Buku ini berjodoh dengan penerbit Elex Media

Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya. (HR. Ahmad 28276, Turmudzi 2022, Ibn Majah 3794, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Read more https://konsultasisyariah.com/24268-orang-tua-pintu-surga-paling-tengah.html
Dari Abu Darda ra., Rasulullah berpesan:
"Orang tua adalah pintu syurga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya." HR. Ahmad, Thurmudzi

 Dalam menjelaskan hadist ini, ulama berpendapat bahwa banyak jalan untuk masuk syurga. Tapi jalan yang paling nyaman adalah jalan tengah yaitu melalui keridhaan orang tua. Dengan apa? denganmemberikan hak-hak orang tua.

Nah, berbicara mengenai hak orang tua, maka perlakukan diri sebagai anak. Artinya, kewajiban seorang anak terhadap orang tua. Jujur saya jadi ingat beberapa hari yang lalu si pengais bungsu dapat peer dari sekolahnya tentang hak anak dan kewajibannya pada orang tua. Qadarullah juga tema hak dan kewajiban ini nyambung juga dengan taklim ahad pagi di rumah.

Seperti biasa saya minta si anak mikir dulu. Dan jawaban pertama yang keluar adalah mentaati perintah orang tua. Yes, betul tapi perlu ditambah dalam urusan yang makruf dan tidak mendurhakai Allah. Artinya, kalau perintah orang tua tersebut bisa membuat Allah tidak suka apalagi sampai murka yaaa... tidak perlu diikuti. Misal, perintah untuk berbohong, mencuri atau membuka aurat.

"Lalu hak anak apa?" Si bocah sudah tidak sabar untuk mengetahui apa yang akan didapatnya jika sudah mentaati orang tua.
"Pastinya, disayang dan dididik agar mengenal Rabbnya oleh orang tua."
Di sini saya juga menerangakan bahwa disayang itu bukan berarti semua yang diminta anak dikasih. Karena orang tua itu bukan doraemon yang setiap kali Nobita merengek langsung ngeluarin alat dari  kantong ajaibnya. Disayang bisa juga dengan diingatkan bahkan ditegur.

"Trus apa lagi?"
"Menurut Mas apa?"
"Mendoakan orang tua?"
"Bisa.., emang mas rajin mendoakan ayah ibu?"
"Kadang-kadang sih..." ujar si bocah jujur.
"Kalau ayah ibu Insya Allah selalu mendoakan mas, dan anak-anak ayah ibu.Bahkan saat memilih nama buat kalian pun, itu adalah doa."

Umar bin Khattab ra., pernah menjelaskan bahwa hak anak dari orang tuanya ada 3 , yang pertama dipilihkan ibu yang baik ( shalihat ), mendapat pendidikan tentang al quran dan diberi nama yang baik.

Dan sebenarnya masih banyak juga kewajiban anak kepada orang tua, termasuk membantu, meringankan bebannya, merawatnya saat orang tua sudah lemah. Untuk yang terakhir ini memang perlu kesabaran tingkat tinggi, karena seperti  sudah diketahui bahwa semakin sepuh orang akan bertingkah seperti anakanak. Bisa disebut disitulah ujiannya.

Nah, buku cantik ini menceritakan kisah-kisah birrul walidain yang mewakili setiap zaman. artinya bukan hanya jaman old saja lho, tapi masih ada kok kisah- kisah birrul walidain di zaman kekinian yang sangat menyentuh hati, membuat haru. Menarik kan..? Membacakan kisah-kisah di buku ini, saya aja sering mewek, terharu. Bisa sekalian membangun bonding dengan anak kalau dibacakan oleh ibu atau ayah kepada buah hatinya.

Nah, semoga bermanfaat yaa...
Wallohu a'lam bisshowab

wa'alaikum salam...

Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya. (HR. Ahmad 28276, Turmudzi 2022, Ibn Majah 3794, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Read more https://konsultasisyariah.com/24268-orang-tua-pintu-surga-paling-tengah.html
Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya. (HR. Ahmad 28276, Turmudzi 2022, Ibn Majah 3794, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Read more https://konsultasisyariah.com/24268-orang-tua-pintu-surga-paling-tengah.html


Selasa, 29 Januari 2019

7 Manfaat Mendongeng atau Membacakan Buku Cerita untuk Anak

picture by google



Salam teman- teman semua, jumpa lagi di tahun 2019 nih! 
Masyaa Allah, waktu memang cepat sekali bergerak ya.  Mau diisi dengan kegiatan bermanfaat maupun tidak namanya waktu tidak pernah kembali. Bergerak maju tidak pernah mundur. Maka jangan sampai waktu yang sudah dijatah oleh Sang Khaliq malah berlalu sia-sia, asli merugi namanya.


Di awal tahun 2019 ini agenda yang baru saja saya ikuti adalah Program Pembekalan bagi Pengajar Taman Pendidikan Al Qur'an. Acaranya yang memang sangat dibutuhkan untuk mengupgrade pemahaman, semangat bahkan spirit para pengajar di TPA Al Ukhuwah ini memang sudah dirancang sejak akhir Desember tahun kemarin. Qadarullah, baru terlaksana pada tanggal 22-23 Januari kemarin. Penginnya sih lama dan materinya juga komplit, tapi menimbang ini itu akhirnya diputuskan hanya dua hari dengan memberikan 4 materi yang harapannya bisa jadi pegangan atau dasar dalam memberikan pengajaran pada anak-anak TPA. 

doc pribadi
Selain sebagai peserta, saya juga dipercaya untuk memberi pelatihan cara mendongen yang menarik. Katanya sih, ini masih katanya lho cara saya mendongeng menarik. Bahkan bagi guru-guru yang kebetulan ikut bareng juga katanya seru. Walaupun bagi saya itu sih hanya hasil dari sebuah proses panjang yang saya lakoni sejak si sulung lahir. Terlebih karena saya juga penulis buku anak maka membaca cerita anak memiliki keasyikan tersendiri. Dan saya ingin membaginya kepada anak-anak.

Sebelum berpanjang lebar tentang tips mendongeng yang menarik, sebaiknya cekidot dulu yuk menfaat dari mendongeng. Yuk yuk yuk...!


7  Manfaat Mendongeng atau Membacakan Cerita 

Hampir semua pakar parenting sepakat bahwa mendongeng adalah satu metoda mendidik yang sangatbaik. Juga memberikan dampak positif dalam tumbuh kembang anak. Orangtua bisa menanamkan sifat-sifat dan karakter baik melalui cerita. Berikut beberapa manfaat yang bisa didapat dari mendongeng atau membacakan cerita untuk anak .

1. Membangun Bonding ( Kedekatan ) Anak dengan Orangtua
Setelah seharian sibuk dengan aktifitas masing-masing maka momen mendongeng atau membacakan cerita akan mencairkan suasana di rumah. Anak merasa disayang, diperhatikan karena bisa berdekatan dengan orangtua. Hal ini akan membuat ikatan batin, kedekatan serta kepercayaan anak pada orangtua terjalin dengan baik. Sehingga saat anak merasa dekat dengan orangtua, akan akan lebih berani mengungkapkan perasaan ataupun apa yang dialaminya karena merasa aman dan nyaman.

2. Menumbukhan Daya Imajinasi
Imajinasi sangat penting dalam perkembangan daya pikir anak. Imajinasi akan membuat anak kreatif sehingga akan bersemangat atau terdorong menemukan solusi saat menghadapi masalah. Imajinasi juga memudahkan anak-anak memahami jalan cerita, sehingga anak akan belajar berlogika atau mengetahui sebab akibat. Dari dongeng yang didengar akan menambah kekayaan kosakata anak-anak. Sehingga mereka mudah berkomunikasi dan mengekspresikan perasaan maupun pendapat kepada orang lain.



3. Menambah Wawasan Anak
Ketika mendengarkan cerita maka banyak informasi baru yang didapat oleh anak-anak. Mereka lebih mudah dibawa masuk ke dalam dunia baru. orangtua bisa menderitakan tentang sejarah, binatang, tumbuhan, manusia bahkan tentang Sang Khaliq.


4. Menumbuhkan Minat Baca
Mengajari anak membaca tidak menjamin anak memiliki minat baca tinggi. Terlebih jika kemampuan membaca hanya untuk memenuhi syarat masuk sekolah tertentu. Sementara mendongeng atau membacakan cerita akan membuat anak terpacu mendongengkan ke orang lain, sehingga dia pun akan terpacu untuk menambah bacaannya.


5. Menanamkan Pesan-pesan Positif  pada Anak
Dengan mendongeng pendidik atau orang tua bisa menanamkan pesan-pesan moral yang baik tanpa terkesan memaksa apalahi menggurui. Anak cenderung lebih mudah menerima dan mengikuti sifat serta karekter baik di tokoh cerita yang didengarnya. Karena itu sebaiknya, hindarkan membacakan cerita dari tokoh yang awalnya suka berbuat buruk lalu di akhir cerita berbuat baik, karena akan membuat si anak berpikir  boleh berbuat buruk asal nanti berbuat baik. Sebaiknya berikan cerita yang mengandung pesan moral positif saja jauh dari upaya atau trik tipu-tipu. Dongeng seperti si kancil mencuri timun sebaiknya diubah jalan ceritanya, karena ada pesan negatif yang bisa diikuti oleh anak yaitu mengambil milik orang lain dan upaya tipu menipu walau dibungkus kecerdikan.


6. Belajar Mengenali Emosi
Saat mendengar cerita anak akan bejar tentang berbagai emosi yang dirasakan si tokoh. Anak tahu sedih saat kehilangan sesuatu atau disakiti. Anak juga bisa belajar bahagia saat mendapatkan apa yang selama ini dicita-citakan.


7. Melatih Daya Ingat
Saat dibacakan cerita anak-anak akan berkonsentrasi sekaligus mengingat-ingat dari nama si tokoh sampai jalan cerita. Dan saat mereka lupa atau merasa ada yang tidak paham akan memancing untuk bertanya tentang banyak hal. Atau cobalah sekali-kali menanyakan ulang cerita atau dongeng yang sudah diberikan oleh Ayah Bunda. Itu juga bisa dijadikan metoda mengasah daya ingat dan konsentrasi anak.

Tips Mendongeng  atau  Membacakan Buku Dongeng dengan Mudah

( By Rona Mentari – Juru Dongeng Keliling )

Nah, agar kita bisa nyaman dalam mendongeng bahkan menarik, yuk belajar dari tips-tips dibawah ini. Lalu, selamat beraksi ya teman-teman :)
 



1. Pastikan buku yang akan dibacakan atau didongengkan sudah dibaca sebelumnya. Bisa dua atau tiga kali, sehingga tokoh dan isi cerita sudah dipahami.


2. Baca judulnya dengan tepat dan siapa pengarangnya. Maksudnya agar anak belajar sastra


3. Pastikan posisi buku dengan tepat, yaitu menghadap ke pembaca. Sehingga anak-anak melihat isi buku dan tidak penasaran.


4. Mainkan vokal dan intonasi suara anda, untuk membedakan tokoh satu dengan tokoh lainnya. Hal ini akan memudahkan anak mengenal tokoh.


5. Interaksi dengan anak, bisa dengan menanyakan dari kalimat di buku yang dibaca.***






Senin, 10 September 2018

Apa Saja Yang Diperbaharui Di Tahun Baru Islam?

Semalam, kaum muslimin di berbagai daerah merayakan moment pergantian tahun baru dalam kalender Islam. Selain tabligh akbar, muhasabah, mabit ( malam bina iman dan takwa ) hal yang sering dilakukan adalah pawai obor. Bahkan di beberapa tempat sudah dijadikan sebagai kebiasaan. Jika tahun baru masehi dengan kembang api, maka tahun baru Islam dengan pawai obor.

Namun, ada juga yang mengartikan bahwa obor itu seperti semangat. Artinya, umat Islam itu mestinya memiliki semangat mensyiarkan Islam seperti obor yang menerangi malam nan gulita. Mungkin sebagai simbol bahwa di tahun baru ini ada semangat- semangat baru yang pastinya mengarah pada kebaikan. Meski di tengah gelapnya malam, terus bergerak walau bercahayakan obor.

Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriah, Catat Waktu serta Niat Puasa Tasu'a dan Asyura
http://cdn2.tstatic.net/kaltim/foto/bank/images/taun-baru-islam-1-muharram-1440-h_20180905_085952.jpg

Baca juga :Yang Sering Terlupa di Moment Tahun Baru Islam



Sebelumnya, beberapa hari sebelum si pengais bungsu pulang dengan berita akan ada tampilan Gebyar Muharram di sekolahnya. Dia dan teman-teman sekelasnya akan menyanyikan lagu tentang Tahun Baru Islam. Mak jleb, itu pikir saya saat mendengar latihan anak. Yuk coba kita simak :

1 Muharram tahun hijriyah
Itu tahun baru Islam
Marilah kita berubah
menuju pada perbaikan 

Dari malas menjadi rajin
tak beraturan jadi disiplin
dari penakut jadi pemberani
dari biasa jadi berprestasi

La la la la la la la la... 

Ya, mestinya moment tahun baru itu adalah untuk melakukan perubahan. Tentu saja perubahan ke arah perbaikan. Terlebih jika mengingat moment hijrah Rasulullah Saw., yang dijadikan patokan saat menentukan kalender Islam di jaman Umar bin Khattab ra.  Saat ini ada beberapa perubahan yang mestinya dicanangkan oleh setiap muslim. Dalam lagu diatas ditetapkan 4 hal karena disesuaikan dengan anak-anak atau pelajar . yaitu :

Baca Juga : Sejarah Tahun Baru Islam for Kids
 

1. Dari Malas Menjadi Rajin
Dalam buku Ranadhan Sepanjang Masa karya H. Abdan Salim, disebutkan bahwa malas mengakibatkan kefakiran. Baik fakir secara materi, non materi, lahir maupun bathin. Malas juga bukti kurang menghargainya seorang makhluk pada potensi yang diberikan oleh Khaliqnya. Misal, seorang yang pintar tapi malas akan kalah sama orang yang secara kecerdasan biasa saja tapi dia ulet dan rajin belajar.
Dari segi ibadah, pastinya orang yang memiliki sifat malas akan banyak ruginya. Saat yang lain sudah rajin dengan amal khusus ini itu, diri masih berkutat dan merasa cukup dengan amal yang secuil. Padahal umur mah enggak ada jaminan, enggak ada yang tahu. Kapan saja bisa langsung end. Dan kesempatan untuk mengumpulkan bekal pulang kampung ke akhirat pun hilang.


2. Tak Beraturan Jadi Disiplin
Disiplin adalah komponen penting dalam beribadah. Bayangkan jika beramal dan suka suka gue, alias susah diatur. Ya pastinya amalnya juga tidak akan berbentuk. Padahal seorang munslim itu syaratnya ya tunduk patuh pada aturan Allah. Lalu jika jiwa disiplin itu tidak ada bagaimana bisa disebut sebagai seorang muslim?

3. Dari Penakut Jadi Pemberani
Dalam kontek anak-anak mungkin penakut di sini ya, tidak berani bertanya atau malu jika disuruh tampil.Sedang bagi orang dewasa, pastinya bukan hanya berani tampil beda atau mencolok, tapi lebih tepatnya berani karena benar. Karena di jaman sekarang di mana orang-orang benar suka disalahkan, dan orang-orang pendusta suka dibenarkan, bikin semangat untuk berani itu kadang terasa beresiko tinggi. Bisa malah disebut sebagai radikal, fanatik atau malah tero**s.

4. Dari Biasa jadi Berprestasi
Saya selalu meyakini siapa pun bisa berprestasi sesuai dengan potensi ( bakat minat ) yang dimiliki. Sekarang itu banyak orang yang terkenal karena tingkahnya yang aneh atau sekedar cari sensasi. Sementara yang benar-benar berprestasi seperti dibuang ke ujung dunia. Tak dikenali, tak diketahui, tak terdengar kabarnya. Tapi itu jangan sampai menjadi alasan untuk enggan berprestasi. Berprestasilah sebagai bukti syukurmu atas karunia kelebihan yang sudah diberikan oleh Rabbmu...
Pastinya masih banyak sih hal-hal yang perlu diperbaharui dalam diri ini, karena manusia memang makhluk dinamis kan? selalu berubah, selalu bergerak. Bagi yang mau nambahin, ditunggu komennya ya...makasih...😀


Rabu, 05 September 2018

Ikutan Training Blog Advanced Agar Semangat Ngeblog Naik Lagi

Kenapa ya, blog dia kece banget. Atau ihh asli blog si eta keren abis. 

Jujur, itu yang selalu keluar saat blog walking atau sedang membaca artikel di blog dari blogger terkenal. Sebagai rumah di dunia maya, saya juga pengin dong punya rumah yang menarik, cantik dan bermanfaat. Walaupun saya sendiri lebih mendahulukan yang terakhir, tapi bukan berarti menutup rapat-rapat keinginan memiliki blog yang cantik dan menarik.

Berawal dari membaca blog seorang penulis saya jadi punya keinginan memiliki blog. Enggak muluk-muluk, saya hanya ingin lebih bebas bercerita. Karena kalau di blog bisa menulis panjang kali lebar kan? Lalu saya jadi tahu kalau kita bisa promosi buku-buku karya sendiri lewat blog. Bisa menuliskan behind the story nya buku yang ditulis, bisa juga dari tanggapan, kritik saran dari para pembacanya. Setelah baca beberapa kisah blogger yang sudah sukses mendulang rupiah dari blognya, saya juga makin paham bahwa rumah di dunia maya satu ini bisa juga menghasilkan.

Searching aja di internet, banyak kok tutorial tentang blog, nasehat kawan lainnya yang sudah duluan nyemplung di dunia blog. Ada juga anjuran untuk gabung dalam komunitas blogger, biar terpacu untuk menulis dan nambah ilmu. Namun tetap saja, ada beberapa hal yang membuat saya langkah mentok. Dan seringnya malah membuat semangat menulis turun drastis. Akhirnya blog terbengkalai. 

https://scontent.fcgk3-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/38676420_10213349612480435_1896382933409726464_n.jpg?_nc_cat=0&_nc_eui2=AeGwmYKjzpdFi3XuKTrEdPApJ-odQareViWwhC4g5NEYejtG23dJ6sJKDhXGxZhoZna-uuAOLed3urlP7Eu5YzdRFyDhOXP9dbL5NeYAPkGjWgMKwYDntf4pn40DPDrtC8w&_nc_pt=1&oh=aedca93bff868b2978cc65255ee8565e&oe=5C377612
https://scontent.fcgk3-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/

Itulah yang membuat saya butuh banget tambahan ilmu. Alhamdulillah, pas jalan-jalan di timeline FB ada penawaran Training Blog Advanced. Melihat kisi-kisi materinya saya langsung ambil keputusan, harus ikutan nih. Dengan harapan bisa mendapat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang selama ini hanya dipendam dalam hati 😂😂😂. 

Saya jadi tahu apa itu DA/PA. Iya, selama ini suka bengong aja jika baca status blogger tentang DA atau PA. Apalagi pas baca status tentang anak-anak yang masih unyu-unyu sibuk diskusi menaikkan DA dan PA blog mereka. What a world! Asli merasa jadi remahan roti deh. Sambil mikir, itu makhluk apa lagi? Dimana bisa tahunya? Trus apa hebatnya   DA dan PA naik? ( Jangan ketawa guling-guling ya...😅😅😅)

Memang sebaiknya begitu dapat materi langsung praktek, jadi lebih jelas.Sayangkan, ilmu kalau tanpa praktek ya bakalan numpuk doang.  Nyatanya saya baru ngulik di materi mempercantik tampilan blog. Itu pun saat cari ukuran header blog masih pusing tujuh keliling. Ahh..., maafkan muridmu ini cikgu cikgu ( salim...salim...)

Target saya sih tidak muluk-muluk, mengembalikan semangat ngeblog seperti awal pertama membuat blog. Karena kalau sudah rajin nulis maka bonus lainnya bakalan menyusul. Gak mungkin kan job atau tawaran mereview produk akan datang kalau nulisnya saja jarang-jarang hehehe. 

Selebihnya, saya mengucapkan terima kasih banyak terhadap dua mentor nan kece, Mbak Nurul F dan Mbak Yasinta. Dua-duanya sabar banget menjawab satu-satu pertanyaan dari para peserta. Dan bonus dibuatin header blog itu yang ditunggu sekali. Makasih ya cikgu, barakallah. Inshaa Allah ilmunya bermanfaat 😊😊😊.***










Selasa, 04 September 2018

5 Hal Yang Perlu Disiapkan Orang Tua Saat Anak Mondok

Tak terasa sudah setahun bujang saya di pondok pesantren. Masa-masa adaptasi pun sudah berlalu. Dari yang awalnya sering murung, kini si bujang terlihat bersemangat dan betah di tempatnya belajar. Bahkan adiknya yang kini di kelas 6 sudah mengajukan proposal untuk mondok juga. Proposal yang bagi saya cukup susah untuk meloloskan karena sejak awal saya ingin anak-anak perempuan tetap di rumah, diasuh dan belajar di rumah saja. Lebih tepatnya saya ingin sebagai pendampingi mereka saat mereka memasuki dunia remaja sebagai gadis belia.

Tapi kalau ternyata sudah tekat kuat, mau apa lagi. Sebagai ortu, yang bisa dilakukan pastinya memberi dukungan terbaik. Nah, karena itulah saya coba ingat-ingat lagi apa yang perlu disiapkan dari pihak orang tua saat akan memasukkan anak ke pondok pesantren. Karena bukan hanya masalah materi semata, tapi moril itu jauh lebih penting agar anak dan orang tua bisa survive dengan kondisi ini.


1. Menyiapkan hati untuk berjauhan dengan anak
Bagi orang tua yang mungkin sibuk dalam artian terbiasa berjauhan dengan anak, bisa jadi tidak akan ada istilah melow atau merindu. Tapi jika hubungan orang tua sangat dekat dengan anak, maka orang  tua perlu mempersiapkan hatinya untuk berjauhan dengan anak. Cara paling  mudah adalah dengan memahami bahwa anak-anak sejatinya bukan milik orang tua. Mereka milik dunia yang akan mereka huni ( persis perkataan Umar bin Khattab ra. ).
Anak, nanti atau sekarang pada masanya akan meninggalkan rumah. Bisa jadi karena kuliah, bekerja atau menikah. Jadi anggap saja, anak yang akan mondok mereka mengambil jatah lebih awal dari pada yang tidak mondok. 

2. Memperbanyak prasangka baik
Prasangka baik atau positif thingking akan menghasilkan jiwa positif. Hal itu akan dirasakan juga oleh anak. Saat orang tua banyak khawatir ditambah suudzan, anak pun akan susah beradaptasi di lingkungan barunya. Titipkan anak pada sebaik-baik penjaga yaitu Allah Swt. Terlebih saat mengingat bahwa orang yang mencari ilmu maka akan mendapat curahan rahmat dari Allah, akan berada dalam naungan sayap malaikat. Mestinya hal ini bisa mengurangi banyaknya kegelisahan dan kekhawatiran saat anak di pondok.
Dalam prakterknya, akan banyak kejadian yang menguji prasangka baik ini. Misal hilangnya barang ini itu, dari mulai kaos kaki sampai peci. Dari mulai selimut sampai seragam. Awalnya saya juga sempet suusdzan, kok gitu sih? mungkin saat itu ekspresi kurang suka saya terlihat oleh anak, hingga anak pun merasa bersalah dan tidak enak hati sama emaknya ini. Tapi suami mencontohkan sebaliknya. Dengan tenang dia mendengarkan semua curhatan si bujang dan memberi pandangan-pandangan positif. Hingga si anak tidak lebih down dan kembali bersemangat.

3. Memilih Pesantren yang Tepat
Tepat disini bisa dari banyak sisi. Tanyakan pada si anak, pesantren seperti apa yang ingin dia masuki. Tahan keinginan orang tua untuk memasukkan anak ke pesantren idaman ayah ibu, atau pesantren favorit. Karena yang akan menjalani hari-hari di pesantren adalah anak. 
Itu saya tanyakan saat pertama kali si bujang mengatakan ingin mondok selulusnya dari SD. Pesantren seperti apakah? apakah yang khusus tahfidz, pesantren modern, atau pesantren yang masih tradsional. Setelah itu baru ditawarkan letak pesantrennya, apakah yang diluar kota, luar propinsi, luar pulau atau luar negara?
Saya dan suami sepakat untuk memilih pondok yang masih satu kota. Alasannya, karena kami sekeluarga masih belajar hidup berjauhan. Jadi jika keinginan untuk menjenguk tiba-tiba datang tanpa bisa ditolerir yaa masih bisa disebut gampang.

4. Bersabar karena semua butuh proses
Beda pesantren pasti beda peraturannya. Ada yang gampang dalam urusan njenguk, termasuk perpulangan. Ada juga yang hanya boleh dijenguk tapi susah dapat ijin perpulangan. Hal ini membutuhkan penyikapan yang tepat. Tidak bisa menyamakan pesantren A dengan pesantren B, pun sebaliknya. Yang bisa dilakukan ikuti aturan dan nikmati prosesnya. Berat, pasti. Apalagi jika ternyata anak sakit atau susah beradaptasi.
Saat itu ingatlah bahwa resep menghadapi ujian sudah diberikan Allah dalam Al Qur'an yaitu dengan sabar dan sholat. Bersabarlah dalam menjalani proses dan serahkan semuanya kepada Allah melalui doa-doa ( sholat ).

5. Dana
Kenapa saya memasukkan ke nomor terakhir? Bukan berarti tidak penting. Tapi saya meyakini bahwa setiap anak lahir dengan membawa rezeki masing-masing. Semua ada takarannya, semua pasti cukup. Yang ingin digaris bawahi adalah, anak mondok itu bukan sekedar pindah kamar. Mereka sedang belajar untuk mandiri, menyelesaikan permasalahan dan dewasa. Jadi, jadilah orang tua yang bijak dalam memberikan uang atau dana terhadap anak. Jangan sampai mereka tidak berubah, masih tetap manja dan tergantung orang tua padahal sudah bertahun-tahun di pesantren. Wallohu a'lam




 

Minggu, 11 Juni 2017

Mengenal Profil Para Sahabat Nabi di Bulan Suci

"Mi, buku dah terbit nih...!"
Pemberitahuan dari editor ini sontak membuatku kaget sekaligus haru. Naskah yang awalnya diperkirakan terbit akhir tahun, malah release di bulan suci. Bisa jadi penerbit GPU melihat ini momen yang pas. Saat gairah keislaman dan ibadah sedang on the top.

Kalau dilihat ke belakang, naskah ini diajukan 2 tahun yang lalu, 2015. Dengan genre anak islami. Makanya judul awalnya juga Sirah 60 Sahabat Nabi for Kids. Tapi karena faktor ilustrasi dan mungkin dilihat lebih pas undtuk dewasa or umum ( banyak adegan heroik yang berdarah-darah ), maka sasaran pembaca diperluas.

Beberapa kali kabar akan terbit naskah ini timbul tenggelam. 'Dipereum' itu istilah Neng editor di Indscript. Sampai saya sendiri sibuk dengan beberapa naskah buku yang akhirny terbit mendahului di 2015 dan 2016 lalu. Dan qadarullah, naskah ini terbit jadi rezeki tak terduga di ramadahan 2017 ini. Alhamdulillah ala kulli hal

Kenapa saya memilih genre anak? Karena jujur saja saya hanya menulis ulang berdasar sumber sana sini, tentu saja dengan gaya penulisan yang ingin memberi motivasi pada anak-anak. Agar mereka lebih mengenal dan mengidolakan para pembangun peradaban nubuwwah ini. Saya juga gak mau disebut sok sok- an ahli sirah. Duh, siapa lah daku ni? Hanya murid yang masih minim ilmu dan masih kudu belajar banyak. Tapi karena sudah dipilih oleh penerbit, dan sudah terbit, ya mau gimana lagi. Tinggal 'Bismillah tawakaltu 'alallah'.

Meski semper mondok di penerbit 2 tahun, tetap saja saya merasa belum maksimal dalam menulis naskah ini. Hal yang paling berat adalah menulis nama yang bisa jadi kurang familier di telinga. Karena sengaja saya menulis para sahabat diluar 4 Khulafaur Rasyidin atau 4 sahabat utama. Begitu juga dalam memperkirakan waktu dan usia yang bisa jadi kurang tepat.

Karena itu lah saya merasa buku ini masih banyak kekurangan. Besar harapan kekurangan itu tidak membuat turun kemuliaan para tokoh yang ada di buku ini. Tapi saya pastikan, para pembaca akan mendapat suntikan motivasi dan semangat untuk mencontoh dan meneladani generasi yang langsung dibimbing oleh Baginda Nabi Muhammad Saw ini.

Selamat membaca, selamat melintasi sejarah yang penuh buliran hikmah dan kemuliaan...

Selasa, 17 Januari 2017

Ajaibnya Perjalanan Rezeki

Pernah kan dengar quote 'kalau rezeki gak akan kemana', atau yang hampir setipe 'rezeki itu gak kayak sandal japit yang bisa ketuker'. Yang redaksi bahasa Sundanya bisa jadi 'rezeki mah moal pahili'. Nah... tulisan ringan ini pun terinspirasi dari quote-quote yang jujur saya gak tahu siapa yang mencetuskan pertama kali.  Ditambah pengalaman ngobrol sama Mang sayur tadi pagi.

Sudah seminggu lebih saya nunggu MS ( mang sayur :D ). Karena harganya memang bersahabat banget. Sayurannya pun segar, fresh sekali. Jangan heran kalau kedatangan sepeda motor tua MS selalu ditunggu. Pun pagi ini, setelah belanja di warung dekat rumah untuk menyiapkan sarapan, dari jauh kelihatan motor bermuatan penuh terseok-seok. Ahaa... yang ditunggu tiba, hore :D

Sambil milih-milih sayur plus nanya harga, obrolan ringan pun terjadi. Seperti dari mana, berangkat jam berapa, hingga kok datangnya suka-suka ati sih Mang ( ini mah komplen gak penting sebenarnya ). Dan tahu lah saya bahwa MS datang dari Pengalengan. Itu berarti arah Banjaran dan masih naik lagi. Daerah yang terkenal dengan susu murni,  teh dan sayur-mayur. Mendengar penjelasannya ada rasa puas dalam diri karena selama ini saya minimalisasi nawar. Duh jaraknya itu bikin kerutan di wajah bisa nambah dua kali lipat hehehe.

 


Saya membayangkan betapa ajaibnya perjalanan sebuah rezeki. Dari gunung menuruni jalan berliku di bawah guyuran hujan dini hari. Subhanallah.... bahkan kadang harus mengarungi samudra. Atau melewati jarak yang tidak terpikir oleh kita. Hanya untuk menetapi satu keterapan Allah Swt., menjadi rezeki untuk satu makhlukNya.

Benarlah, bahwa tak perlu khawatir sangat tentang rezeki . Karena jauh-jauh hari, dulu sekali saat kita baru disebut calon, bahkan baru dalam tahapan belia sekali, Allah Al Haliq sudah menetapkam rezeki yang menjadi bagian tiap orang. Dalam suatu hadist dijelaskan bahwa rezeki yang sudah ditetapkan itu akan datang sampai habis masa berlaku hidup manusia. Artinya, selama belum meninggal yakin saja rezeki yang menjadi bagiannya akan terus datang.

Hal itu juga mengingatkan diri untuk menerima dengan penuh syukur apa yang sudah didapat. Dan saat yang ditangan hilang, menyikapinya dengan sabar. Dengan keyakinan bukan milik diri. Karena kadang yang sudah di tangan pun bisa jadi bukan rezeki diri lho. Pernah gak ngerasain dapat gaji hanya numpang lewat. Atau dapat rezeki besar dan tiba-tiba ada telepon jika saudara, ayah ibu sakit dan butuh dana besar? Atau dapat baju baru, eh ternyata lebih muat di adik, anak atau orang lain. 

Itu juga yang akhirnya membukan kesadaran untuk tidak pernah iri terhadap rezeki orang lain. Karena itu sudah bagiannya yang ditetapkan Allah Swt. Tugas kita mah tinggal berusaha, berikhtiar semaksimal yang bisa dilakukan. Mensyukuri apa yang didapat. Merasa cukup dengan semua pemberianNya. Yakin saat itu, Allah akan mencukupi kebutuhanmu. Toh, berlebih juga hanya akan membuat kita sibuk menjaganya? Harus disimpan di brangkas, harus dikasih alarm keamanan. Huaa... padahal Iitu tidak akan dibawa mati, kan...

Kerjakan saja bagian kita, berusaha dengan meniatkan semuanya untuk beribadah. Lillahi ta'ala. Sehingga gak gampang ngambek kalau belum berhasil,gak gampang baper kalau ternyata pembeli cuma nge php-in ( manusiawi ngepehapein, namanya juga manusia biasa. Kalau Allah mah enggak laah ). Gak jadi putus asa karena yakin rezeki mah sudah ada. Tinggal usaha dan tawakal penuh sama Ar Razaq. Hasil mah serahkan ke Allah, dengan keyakinan Allah tidak akan menelantarkan ciptaanNya.

Benarlah dalam doa yang setiap hari kita panjatkan untuk diberi rezeki yang thayyib. Bukan sekedar baik, tapi yang halal yang jelas-jelas akan membuka pintu-pintu keberkahan. Rezeki yang luas, bukan karena bentuknya yang berlimpah saja. Tapi yang datangnya membuat hati luas untuk mensyukuri walau dalam kondisi sempit. Subhanallah... 




             

Senin, 31 Oktober 2016

Ini lah Moodbooster Terbaik untuk Terus Menulis

Sore ini, tanpa firasat saya buka medsos. Maksud hati membuang jenuh karena tumpukan setrikaan masih menggunung. Lihat notifikasi kok banyak ya, ada mention pula dari seorang penulis keren. Hemm..., perlu dibuka nih, pikir saya mulai curious :)

Berharap ada kabar gembira karena hari ini sejak pagi kejadian sedih dan tidak menyenangkan terjadi satu persatu. Pernah membaca status seorang teman, bahw saat Tuhan mengirim kejadian tidak menyenangkan ( sedih bin mellow gitu ), maka Tuhan juga sudah mengirim pintu-pintu kebahagiaan untuk kita. Kalau saya lebih suka dengan redaksi  Al Qur'annya 'Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan' dikuatkan lagi dengan ayat sesudahnya, 'Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.' QS. Al Inshirah ( 94 ) :5-6

Pas di klik, mata melotot gak percaya. langsung scrool atas bawah ngikutin komen-komen yang ada. Dan... Alhamdulillah ternyata buku solo pertama saya yang terbit 2013 an masuk katalog buku dan penulis di FBF ( Frankfurt Book Fair ) 2016. Ya Allah, ngimpi pun enggak pernah, takut kebanting realita kalau ekpektasi terlalu tinggi. Kecewanya tuh berton-ton, asli nyesektul gak sih...

Dan ini lah yang bikin mood nulis naik lansung kayak dikerek sampai puncak tiang bendera hehehe :)



Walau event nya dah selesai, noraknya baru sekarang gak papa ya... Demikian juga saat dikasih tahu tidak semua buku yang ada di katalog di bawa ke Frankfurt, gak papa... segitu juga dah bersyukur banget. Karena dari baca-baca tentan FBF ternyata, ini pameran buku paling tua lho, dan juga bergengsi ( eit dah.. ). ajang penerbit dan penulis seduania saling bertemu untuk bekerja sama dalam bidang literasi.  Semoga ada kesempatan buku dan orangnya kelak ikutan datang ke sana, aamin.. aamiin... aamiin.. ( Bermimpilah dan Tuhan yang akan menjaga mimpi-mimpimu.. Andrea Hirata ).***