Sabtu, 23 Juli 2016

Bekal Terbaik untuk Ananda

Membaca kata pewaris, mau tidak mau pikiran kita nyambung ke arah warisan. Biasanya sih warisan identik dengan harta benda. Bisa berupa perhiasan, rumah, tanah, sawah, mobil mewah hasil import atau tabungan dengan jumlah nol yang bikin mata bolak-balik saat menghitungnya ( lama-lama juling lho hehehe ). Ada juga yang sengaja menyiapkan perusahaan saat anak masih dalam kandungan. Dikembangkan hingga maju dengan sepenuh hati. Harapannya, agar anak cucu menikmati jerih payah orang tua.

Ada juga yang terbayang nama dan kedudukan saat mendengar warisan. Seorang pekerja menjaga kinerjanya dengan harapan bisa mewariskan nama yang baik. Hingga kelak, saat sang anak mendaftar di kantor yang sama, langsung diterima karena citra ayahnya. Demikian juga dengan kedudukan yang harusnya dipergilirkan, dipaksa diwariskan karena selama ini dinilai menguntungkan.

Pendidikan dong warisan terbaik, ada yang berpendapat seperti itu. Sehingga banyak orang tua yang rela merokoh kocek dalam-dalam untuk menyekolahkan anak. Kalau perlu ke luar negeri dimana dunia pendidikam tidak carut marut seperti di negeri ini. Harapanny adalah anak keturunan akan hidup lebih baik dengan pendidikan tinggi dan berkelas yang sudah dienyamnya.

Skill kemampuan juga jangan ditinggalkan. Rasanya sudah tenang melepas anak-anak saat mereka sudah memiliki keahlian. "Minimalnya mereka bisa bekerja atau berwirausaha lah, "komen seorang ibu.

Kalau dirunut dari atas ke bawah, maka bisa disimpulkan bahwa warisan yang diberikan untuk menunjang kehidupan anak. Orang tua tidak mau mati cemas membayangkan anak-anak hidup susah, kekurangan dan tidak lebih baik dari kehidupan mereka. Apalagi ada dalil yang melarang meninggalkan keturunan yang lemah. Seperti yang tercatat dalam QS . Annisa : 9

"Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraan mereka...."

Lalu, apa bekal apa yang sebaiknya diberikan pada anak dari orang tya. Coba kita simak kisah Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang hanya mewariskan 19 dirham untuk 11 anaknya. 19 dirham itu masih harus dipotong 9 dirham untuk kain kafan dan tanah makam. Sisa 10 dirha, yang dibagi 11 anak, bayangkan 1 anak tidak mendapat penuh 1 dirham. Padahal beliau seorang Khalifah yang sangat rajin bersedekah.

Ketika ditanya apa tidak takut dengan nasib anak-anaknta, maka cucu Umar bin Khattab r.a., ini berkata, "Aku tinggalkan mereka dua hal, jalan taqwa dan sunnah. Jika mereka menjadi orang-orang yang shalih, maka Allah akan mengurus mereka. Jika tidak, aku tidak mau mereka menggunakan harta yang aku tinggalkan untuk mendurhakai Allah."

Duhai, disaat banyak orang tua yang menunpuk harta untuk anak-anaknya, beliau memberika  jalan yang akan menjadikan Allah sebagai penjaga, pelindung dan pengurus keturunannya. Dan tahukah sejarah yanf sudah tercatat, anak khalifah setelah beliau yang mendapat warisan 1juta dirham hidup terlunta-lunta sebagai pengemis di pasar. Sedang bagi anak-anak beliau, banyak yanf bersaksi melihat mereka hidup berkecukupan. Bahkan salah satunya ada yang terkenal dermawan dan senang bershadaqah di jalan Allah .

Sudahkah kita menyiapkan bekl sebagai warisan terbaik untuk anak?

Disarikan dari :
Surat untuk Muslimah dan 40 Kisah Pengantar Tidur Islami

Jumat, 22 Juli 2016

Refleksi dan Resolusi

Becermin atau berkaca yang sudah merupakan kebiasaan wanita, pernah saya tulis dalam buku Surat untuk Muslimah by Quanta Elex Media. Saya juga menuliskan bahwa hubungan antara kata mar'ah ( wanita ) dengan kata mir'ah ( cermin ) yang ternyata masih satu rumpun dalam tata bahasa Arab. Artinya bahwa wanita dan cermin memang memiliki hubungan dekat. Sangat dekat bisa jadi ya hehehhe...

Nah, biasanya saat kita becermin atau berkaca pastinya dengan niatan untuk memastikan semua yang ada di wajah kita dalam kondisi baik-baik saja ( karena jarang kan anggota tubuh lain yang dicerminkan hehehhe ). Misal, bedak gak belepotan, lipstik tidak keluar jalur atau memastikan jerawat yang membandel tidak makin parah ;) ( lirik yang lagi jerawatan di sebelah hehehe ).

Jika kemudian yang dicerminkan adalah hal yang bersifat non fisik biasanya digunakana kata refleksi, muhasabah, ihtisab, menghitung, bisa juga evaluasi. Dari refleksi yang dilakukan maka akan terlihat apa yang kurang, apa yang berlebihan, apa yang belum tepat, yang masih miring dan lain sebagainya. Maka akan keluar sebuah tindakan untuk  menambah hal yang kurang. Juga perlakuan untuk mengurangi yang berlebihan.  Ini lah yang disebut resolusi.
http://doadankajianislami.com/wp-content/uploads/2014/09/cermin-diri.jpg
http://doadankajianislami.com/wp-content/uploads/2014/09/cermin-diri.jpg
Dan sebenarnya tak perlu menunggu tahun baru untuk membuat sebuah resolusi. Apalagi bagi seorang mukmin yang meyakini bahwa kematian adalah perkara gaib tapi pasti datangnya. Maka, melakukan reflesi di saat kita masih hidup, masih bisa melakukan perbaikan, itu lah yang lebih pas.
Dan bukan untuk menuju hasil sempurna, karena tidak ada seorang pun yang sempurna. Tapi untuk mencapai kondisi paling dekat dengan ridha Allah. Amal yang kita kerjakan dalam kondisi diri paling mendekati titik ikhlas.

Itu lah yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw., untuk selalu melakukan evaluasi. Atau seperti yang dikatakan oleh Umar bin Khattab r.a., agar tidak menjadri orang-orang yang merugi karena hari ini tidak lebih baik dari kemarin. Maka, perbaikan diri dilakukan tiap hari, tiap saat. Tanpa menunggu moment tertentu.

Jangan abaikan juga pada warning-warning atau sinyal yang sebenarnya kalau kita mau jujur, mudah dirasakan. Seperti, saat kita merasa hidup begitu kering dan gelisah. Hidup terasa tidak bermakna, karena hilang tujuan utama. Atau saat diri merasa pusing karena hanya mengandalkan diri sendiri dalam menjalani hidup. Karena Allah sudah tidak ada dalam ingatan untuk diandalkan sebagai penolong. 
 
Pada saat itu lah lakukan refleksi terhadap jalan hidup yang sudah kita lakoni selama ini. Seorang ustadzah di taklim yang pernah saya ikuti mengingatkan kunci sukses dari sebuah refelsi diri yaitu jujur. Artinya tanpa kejujuran mustahil mendapatkan bayangan yang betul-betul ingin dilihat. Mustahil bisa mendapatkan jawaban yang tepat untuk semua pertanyaan ini, betulkan ini kehidupan yang diinginkan? Apakah kekurangan diri ? Apa kesalahan diri? Apa motivasi terbesar dalam hidup yang dilakoni? Kejujuran diri dalam menjawabnya akan membuahkan sebuah penilain yang bisa membawa pada perubahan. Ya... walau pun bisa jadi seperti menelan pil pahit atau jauh dari kata indah.

Jadi, siap beresolusi? maka lakukan refleksi dulu dengan jujur. Wallohu a'lam

Jumat, 15 Juli 2016

Mudahnya Mendidik Anak


Ramadan kemarin saya berkesempatan bertemu guru saya dalam sebuah taklim. Dan tiba-tiba beliau pun bercerita tentang seminar parenting yang beberapa waktu diikutinya. "Nara sumbernya psikolog lukusan universitas ternama, tapi pas ngasih tips lebih mirip ustadz." Kok bisa?

Begini ceritanya, saat para peserta seminar fokus mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh nara sumber, ada pertanyaan yang langsung membuat mata melek, "bu-ibu mau tahu tips mudah mendidik anak?"

Wuahh...  Kepala-kepala langsung mengangguk. Telinga disiapkan agar tak satu pun kata yang terlewat. " Yakini mendidik anak itu mudah, semudah Allah menghadirkan sang anak dalam rahim ibu-ibu semua."

Setelah mendengar ucapan sang nara sumber, banyak yang terperangah juga tersipu malu. Selama ini, sebagian dari kita banyak yang sibuk cari teori paling mutakhir tentang mendidik anak.  Kalau perlu impor dari peneliian atau pola pendidikan yang diterapkan di negera maju, baik Eropa, Amerika maupun Asia.

Kadang kita merasa mendidik anak adalah pekerjaan diri tanpa campur tangan Allah. Padahal yang Maha Mendidik adalah Allah, seperti dalam Qs Al Alaq : 5. Bagi Allah adalah perkara yang mudah mendidik manusia. Apalahi anak-anak yang disebut Rasulullah masih suci, layaknya kertas putih. Semudah menghadirkannya dalam rahim. BagibAllah adalah perkara yang mudah menyuburkan rahim yang bisa jadi divonis dokter kering atau mustahil untuk dijadikan tempat tumbuh janin.  Bahkan istri nabi Zakaria yang secara usia sudah udzur yang menurut medis  jika hamil bisa mendatangkan banyak masalah, tetap mudah untuk hamil saat Allah menghendaki.

Kadang kita bingung, anak sudah disekolahkan dengan kurikulum Islami terbaik, kalau perlu sampai membuat kurikulum yang menurut diri terbaik.  Dimasukkan ke pesantren atau menghadirkan guru yang paling berkualitas. Tapi hasilnya lebih mirip api jauh dari panggang. Anak-anak tidak tumbuh seperti yang direncanakan. Seringnya mengecewakan dan malah  tumbuh berlawanan arah dengan harapan.

Kadang kita begitu pusing mendidik anak yang jumlahnya tidak lebih dari  jari-jari dalam satu tangan. Kita dibuat pening dengan perilaku anak yang susah diatur. Lebih banyak ngeyel bahkan membangkang. Anak yang kita jaga asupan gizi nya, yang kita lindungi dari penderitaan dan kesulitan, yang dipenuhi dengan kasih sayang malah besar dengan kurang kecakapan dan kemandirian. Banyak yang malah menyusahkan orang tuanya setelah besar. Nasehat yang terlontar tidak pernah diindahkan, hanyaa angin lalu.

Tapi, ada juga sebuah keluarga yang anaknya berlimpah ( hehehe ) tapi begitu kompak. Anak-anak berprestasi bukan dari akademik semata, tapi memiliki pemahaman yang baikndalam agama, juga mandiri. Ada juga yang hafidz beberapa jus Qur'an, hapal tentang sejarah Islam, dan santun.

Lalu apa yang salah dalam pendidikan anak dan pola asuh yang kita terapkan? Bukan pula saya mengajak untuk memiliki anak banyak. Bukan sekali lagi bukan, itu mah kesepakatan suami istri yang akan menjadi orang tua. Tapi...., mungkin karena kita kurang percaya Allah akan memudahkan. Sementara mereka yang memiliki banyak keturunan, karena kecemasan meninggalkan keturunan yabg lemah ( lemah iman sih karena materi mah bisa dicari ), mereka memperkuat gantungan kepada Allah ( isti'anah ). Mereka selalu berharap kemudahan dan pertolongan dari Allah.

Mendengar penuturan ini saya langsung ingat suatu waktu dimana tiba-tiba memiliki 4 orang balita. Si sulung 4 tahun, si kembar 2 tahun dan adiknya yang mendekati 10 bulan. Setiap bangun tidur selalu dihadapkan pada kondisi khawatir dan cemas. Apalagi kondisi keuangan tidak memungkinkan menyewa ART, jadilah pekerjaan rumah tangga banyak yang ditunda.

Ajaibnya saya banyak menemukan kemudahan yang didatangkan Allah, teman yang secara rutin mengirim berbox-box susu untuk kebutuhan si sulung dan si kembar.Warung makan yang dekat dan banyak pilihan ( jadi pekerjaan masak utuk sarapan dan makan siang bisa diganti untuk mengasuh anak heheheh ), anak-anak yang tumbuh dengan baik. Bahkan si kembar tidak mengalami hambatan saat belajar jalan atau pun urusan makan. Secara, saat mengasuh si sulung banyak sekali susahnya hehehehehe

Memang, saya juga sempet merasakan fruatasi, emosi pun kadang meledak-ledak. Tapi dengan taklim dan mendekatkan diri pada Allah, sedikit demi sedikit mulai bisa memahami bahwa semua ini adalah lahan riyadoh yang disiapkan Allah untuk saya dan pasangan menjadi lebih baik, menjadi orang tua yang dewasa. Kalau menyitir dari nasehat seorang Ustadz muda, bahwa seorang muslim bukanlah manusia yang sempurna, tidak pernah gagal. Tapi manusia yang bisa menjadikan kegagalan sebagai langkah untuk menjadi sukses ( melewati ujian hidup lho... ) dan naik tingkat keimananan.

Jadi, jangan dipisahkan antara mendidik anak dengan keimanan. Jangan jauhkan teori pendidikan anak dengan doa serta pengharapan kepada pertolongan Allah. Karena Allah itu mengikuti persangkaan hambanya, maka berbaiksangka lah pada Allah ♡♡♡

Ingin dimudahkan dalam mendidik anak, turn back to Allah, perbaiki keimanan. Yakin Allah akan memudahkan  dan minta pertolongan selalu dari Sang Maha Perkasa. Yang terakhir jangan lupa untuk menolong agama Allah, jika ingin ditolong Allah ( intanshurullah yanshurkum )

Wallohu A'lam bishowab.

Rabu, 13 Juli 2016

Jaga lah Ramadan-mu

Seminggu sudah bulan suci Ramadan berlalu. Satu yang terasa betapa nikmat beribadah di bulan itu. Raga seolah dikuatkan, semangat naik setinggi-tingginya. Demikian juga dengan pengaharapan yang begitu besar sampai berlipat dari 100%. Semua karena kemuliaan Ramadan yang dianggap sebagai tamu agung, bulannya Allah dan lain sebagainya.

Lalu, apakah kenangan indah akan Ramadan semudah itu menguap? Terkadang hiruk pikuk Lebaran, acara mudik, anjang sana-sini, reuni dengan teman-teman melupakan tempaan di Ramadan. Dengan dalih silaturrahmi yang kadang jauh dari mengharap rahmat Allah, malah terlihat tidak ada bekas ibadah di bulan suci. Banyak amalan yang tertinggal hanya karena mengejar mudik dan mempersiapkan pernak pernih Hari Raya. Hemm..., rasanya menyedihkan.

Padahal, Ramadan baru akan datang 11 bulan lagi. Itu pun kalau masih ada umur di badan, yang sungguh tidak ada jaminannya. Maka, jagalah Ramadan-mu. Apa yang sudah ditumbuhkan dan ditanam selama Ramadan, coba untuk dipelihara. Kalau lah keimanan di Ramadan tinggi, maka jangan biarkan di awal syawal sudah drop di dasar paling bawah. Kalau lah tawakkal diri begitu kuat di Ramadan, maka jangan juga langsung melemah di Syawal.

Kalau lah di Ramadan, kita begitu mudah menempatkan diri pada syariat dan aturan Allah, maka di bulan lain meski susah teruslah berupaya di jalan Allah Swt. Pastinya susah, jauh dari bunga-bunga dan puja-puji. Tapi begitu lah jalan yang telah ditentukan Allah, bukan jalan mulus  karena bisa jadi jalan berduri. Dan semoga kakimu telah kuat setelah sebulan dibiasakan untuk tegak berdiri menjalani ketetapan Allah.

Dan Ramadan membuatmu begitu cinta dan mudah jatuh cinta dengan Al Quran, maka cintai lah kalam dan aturan Allah juga di bulan yang lain. Jadikan Al Quran sebagaimana fungsinya diturunkan, sebagai huda dan furqan. Maka bergegaslah memahami dan mengikuti aturan yang terkandung di dalamnya. Maka bermohonlah agar Al Quran masuk ke dalam hati sebagaI hidayah, sebagai pengokoh keimanan. Bukan sebagai penghias diri di hadapan mata-mata fana, bukan pula tameng cukup dan puas diri, naudzubillah...

Jika di Ramadan, akhlak kalian diperbagus, maka tetaplah menjadi pribadi baik di bulan-bulan yang lain. Pribadi yang berlomba untuk beramal shaleh, untuk saling mengingatkan dan berusaha hanya mendapatkan keridhaanNya. Jiwa-jiwa yang jujur, yang tawadhu  dan lebih suka mengejar keridhaan Allah dari pada keridhaan mahkluk yang fana. Bukan jiwa-jiwa yang melahirkan langkah-langkah yang menindas, kasar dan jauh dari empati terhadap sesama.

Dan kala Ramadan mensucikan jiwa mu dari dosa-dosa, maka pergiatlah diri untuk senantiasa mengharap ampunan pada Allah. Bergegaslah untuk selalu mensucikan diri dengan taubat. Perbaiki dan perbaharui diri agar semakin dan semakin baik. Pastikan hatimu juga untuk tetap bersih, hartamu tetap suci dengan menjauhi dari hal-hal yang subhat terlebih dari hal yang haram.

Ramadan mengajarkan diri untuk menahan bukan hanya dari hal-hal yang haram, tapi juga dari hal -hal yang halal. Karena yang halal pun bisa jadi dosa dan jauh dari keberkahan kalau berlebihan dan mempeturutkan hawa nafsu. Itu lah yang diingatkan Rasulullah dalam sabda beliau, "Sungguh shaum itu bisa melindungi dari  bencana di dunia dan perisai dari siksa api neraka. " Maka jangan berlebihan dalam urusan 'perut' di luar Ramadan. Sungguh tidak akan pernah kenyang dan puas.

Bukan hanya amalan pribadi yang bisa dipelihara di 11 bulan ke depan, jaga juga amal-amal akan mendatangkan banyak kesaksian. Kadang kita merasa bangga dengan amal pribadi yang bisa jadi jauh dari sempurna. Yang hanya  mendatangkan kesaksian  dari anggota tubuh yang belum tentu memberi pembelaan. Tapi amal jama’i seperti amar makruf nahi mungkar, berdakwah, mengajar kebenaran, talabul ilmi, zakat, infaq, shadaqah akan mendatangkan kesaksian dari banyak pihak, termasuk dari saudara-saudara seiman dan seislam.

Ajak juga ahli ( keluarga, orang terdekat dalam tanggungan ), untuk memelihara dan terus berada  dalam track yang sudah dibangun selama bulan suci. Mereka lah yang harus kamu jaga, yang akan saling membela di hadapan Ilahi Rabbi. Kelak di satu hari dimana semua orang berkumpul dengan apa yang dibelanya selama hidup di dunia. Jangan... jangan sampai mereka menjadikanmu merugi karena mengajkan tuntutan keberatan di hadapan Sang Maha Adil.


Maka jagalah Ramadanmu sepenuh jati, agar Ramadanmu menjadi Ramadan Sepanjang Masa.***

Selasa, 21 Juni 2016

7 Cara Agar Berat Badan Tak Bertambah Selama Puasa




Logikanya memang ketika kita berpuasa sebulan, maka bobot tubuh pun akan menyusut. Tapi banyak juga yang mengeluh puasa kok malah gemuk. "Heran..., puasa kok badan kerasa makin berat," itu mungkin keluhan yang pernah terdengar atau bahkan keluar dari mulut  sendiri :)

Memang sih, tujuan utama dari puasa bukan untuk mengurangi timbangan berat badan. Karena yang hakiki adalah untuk mengurangi dosa baik secara kuantitas maupun kualitas. Kalau pun selama puasa kemudian ada penurunan secara signifikan pada berat badan, anggap saja itu bonus. Karena jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar haus semata selama berpuasa. Nenek bilang itu rugi ( hehehe, ingat tokoh Zul di Upin Ipin ).

Nah, agar tidak mengalami berat badan main naik kayak bendera, coba deh lakukan beberapa tips berikut ini :

1. Berbuka dengan karbohidrat kaya serat

Rasulullah mencontohkan berbuka dengan karbohidrat kaya serat berupa kurma.  Jadi walau ada karbohidrat dari gula yang ada di kurma, karena kandungan serat tinggi, maka akan membuat perut yang kosong pun cepat merasa keyang. Berbeda jika berbuka dengan kolek, es campur, syrup atau gorengan, meski sudah banyak yang masuk tetap saja tidak merasa keyang. Akibatnya tidak cukup makan satu porsi, bisa dua atau malah tiga. Nah, bayangkan berapa banyak karbohidrat yang masuk ke tubuh dan mengendap saat tidur?

2. Berhenti makan sebelum kenyang

Satu yang harus dihindari adalah memasukkan banyak makanan ke perut ketika buka puasa. Jangan jadikan waktu berbuka sebagai ajang balas dendam. Semua makanan yang terbayang saat puasa hadir di meja makan. Itu hanya akan menambah porsi makan kita bertambah. Wajar dong kalau berat badan pun bertambah. Demkian juga saat sahur tidak perlu menambah porsi makan karena takut lemas saat puasa. Karena kalori yang berlebih hanya akan menaikkan angka timbangan.

3.  Jangan malas beraktifitas

Sering kali puasa dijadikan alasan untuk malas dan mengurangi aktifitas. Inginnya tidur yang lama karena badan memang terasa lemas dan mata ngantuk. Apalagi dengan dalih tidurnya orang puas pun ibadah.  pengurangan aktifitas inilah yang menjadikan sisa kalori makin menumpuk dalam tubuh.
Catatan saja, dulu di zaman Nabi Saw., beliau dan para sahabat melakukan beraktifitas luar biasa ketika bulan suci. Seperti shalat malam yang panjang, bekerja di kebun, juga berperang yang pastinya menguras energi dan konsentrasi.

4. Cukupi kebutuhan air putih

Seringnya saat berbuka lidah ingin dimanjakan dengan makanan enak, manis gurih. Air putih yang tawar kadang terlupa. Padahal dengan konsumsi air putih yang cukup selain terhindar dari dehidrasi selama puasa juga menjadikan perut cepat kenyang. Hasilnya makanan yang full karbohidrat dan kalori pun akan sedikit berkurang yang masuk ke dalam perut.

5. Jangan lupakan sayur dan buah

Meski dua makanan ini sekarang harganya meroket, tapi mengkonsumsi sayuran dan buah tetap harus diprioritaskan. Selain kaya serat, sayur dan buah juga mengandung cairan yang sangat dibutuhkan untuk tubuh. Selain itu buah dan sayur adalah sumber vitamin dan mineral yang berguna untuk mempertahankan daya tahan tubuh. 
Sebaiknya buah dimakan langsung tana tambahan gula. Karena gula, maupun susu kental manis disukai lidah tapi membuat perut menderita dan berat pun bertambah. Jadi kalau pun ingin berbuka dengan es buah, cukup satu porsi dan tidak dengan gula berlebih. 

6. Perbanyak protein nabati

Meski lebih semangat makan dengan daging, ayam dan protein hewani lainnya, tapi lebih baik konsumsi protein nabati. Alasannya, karena protein hewani susah dan membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Beda dengan protein nabati yang mengandung serat. 

7. Berhenti makan setelah Pk. 20.00

Semakin malam anda makan atau mengkonsumi makanan, maka semakin dekat dengan waktu tidur. Dan selama tidur makanan akan menumpuk di perut.Pencernaan makanan akan berhenti dan metabolisme tubuh melambat. Itu hanya akan membuat makanan menumpuk di perut dan kalori menambah tumbukan lemak. Baca di sini deh..Hindari tidur Setelah Sahur

Selamat mencoba ya kawan, semoga bermanfaat :)***

Tambahan inspirasi :
 http://www.tribunnews.com/ramadan/2012/08/01/puasa-kok-tambah-gendut-sih
http://www.kompasiana.com/gapey-sandy/puasa-kenapa-tubuh-malah-tambah-gemuk_558187fe3fafbd87048b4575




Serba-Serbi Puasa Ramadan di Negeri Ratu Elizabeth



Di Indonesia yang termasuk negeri khatulistiwa, perbedaan lama puasa dari tahun ke tahun masih dalam hitungan menit. Serba serbi atau pernak perniknya juga sudah banyak yang tahu, dari mulai berbagi takjil di masjid, shalat taraweh bahkan petasan yang sudah mulai terdengar begitu adzan maghrib selesai dikumandangkan :(

Bagaimana dengan di negeri lain, negeri yang jauh di belahan dunia sana. Negeri yang dikenal dengan keluarga kerajaannya, dari mulai ratu, pangeran hingga cucu-cucunya. Ternyata banyak hal yang bisa kita jadikan bahan renungan tentang cara saudara-saudara kita menyambut dan menjalankan ibadah khusus Ramadan di sana.

1. Menyambut Ramadan dengan kata-kata penyemangat

https://www.lucudanunik.com/wp-content/uploads/2016/05/Selama-Ramadhan-Ratusan-Bis-di-Inggris-Bertuliskan-Subhanallah.jpg
https://www.lucudanunik.com/wp-content/uploads/2016/05/Selama-Ramadhan-Ratusan-Bis-di-Inggris-Bertuliskan-Subhanallah.jpg
Kalau di Indonesia, Ramadan sudah mulai terasa kedatangannya dengan banyaknya iklan minuman manis di layar televisi. Dengan embel-embel islami tentunya. Nah, kalau disana menurut teman yang memang sedang study di UK, kedatangan Ramadan disambut dengan kata-kata penyemangat. bahkan pesan-pesan itu dibawa keliling kota oleh bus yang Inggris banget. Bahkan berlangsung selama Ramadan lho. Seperti ucapan Subhanallah..., agar bersegera menyucikan Allah dan mensucikan diri dengan amaliyah bulan puasa.

2. Berpuasa selama hampir 20 jam
Ramadan 1437 H /2016 memang bertepatan dengan musim panas di negera belahan bumi utara. Artinya, waktu siang hari ( puasa ) lebih panjang daripada waktu berbuka puasa ( malam hari ). "Kami sekeluarga buka puasa pk. 21.45 malam waktu setempat, Isya pk. 23.35 lansung taraweh dan nyambung sahur. Soalnya Subuh pada pk. 02.30 pagi." Ujar teman saya dalam sebuah kesempatan chatting.
Subhanallah..., saya hanya bisa melongo. Bayangkan betapa enaknya kita yang tinggal di iklim tropis. Puasa dan buka puasa hampir sama lamanya. Ta[i yakin, Allah tidak akan membebani ummatNya diluar kemampuannya. Ada saja kemudahan yang datang dan kekuatan yang nyata. Seperti karena bertepatan dengan musim panas, jadi sekolah banyak yang libur. Sehingga anak-anak bisa belajar shaum di rumah dan tidak terbebani aktifitas sekolah. Demikian juga dengan para pekerja.

3. Tadarus sejak selasai Taraweh sampai Sahur

Jarak waktu antara Taraweh dan Sahur yang singkat diisi dengan tadarus di masjid. Bisa dibayangkan semalaman ya bangun, untuk memperbanyak amal shaleh.   Setelah shalat subuh mereka memanfaatkan waktu sampai jam kantor atau kampus buka untuk beristirahat. Demikian juga setelah Asar yang jarak ke Maghrib bisa 5 jam, dimanfaatan untuk tidur selama 1-2 jam. Bagaimana pun tubuh juga punya hak untuk istirahat kan?

4. Pembagian selebaran waktu shalat

karena adzan tidak boleh pakai pengeras suara, agar kaum muslimin tetap bisa jama'ahan sholat di masjid maka selebaran jadwal sholat berjama'ah termasuk sholat jum'at disebarkan. kalau di sini dikenal dengan jadwal imsakiyah ya. Ada juga yang menggunakan program di phonecell. Dan jama'ah juga diberi tahu bahwa shalat berjama'ah Maghrib dan Subuh itu on time sesuai jadwal. Jadi walau pun adzan tak terdengar bisa tetap mengikuti shalat berjama'ah dengan jadwal yang sudah didapat.

5. Takjil gratis

Gak beda jauh sih dengan di sini, di Inggris pun banyak tenda dan masjid yang menyediakan takjil gratis. Untuk makan berat standar dibutuhkan uang sekitar 9 GBP atau Pound Sterling. Tahun ini di kota London dibuat tenda untuk berbuka bagi muslim. Hal ini ternyata menarik minat dan rasa ingin tahu dari pemeluk agama lainnya. Sehingga mereka pun tertarik untuk datang dan menikmati momen bukber ala negeri para kesatria itu.

6. Zakat Fitrah yang sangat terjangkau

"Disini harga beras murah, Teh. Sekian penny./liternya. 1 GBP adalah 100 penny. Nah, zakat fitrah saya sekeluarga ( 3 orang )  kalau dirupiahkan sekitar kurang dari 70rb."
Seorang kerabat yang pernah tinggal di sana pun pernah bercerita kalau di sana yang namanya susu, roti, telur sangat murah. Jadi pemerintah di sana ( eit dah gak ada maksud nyinggung siap-siap nih.. ) berusaha menjaga kestabilan harga pangan. Harga bahan pokok dimurahkan agar setiap lapisan masyarakat bisa makan. Sedang bahan sekunder apalagi tersier memang mahal banget ( kebalikan di sini ya... hehehe ).

Hikmahnya, karena kita banyak mendapat kemudahan ibadah puasa di Indonesia, mestinya lebih khusu' dan lebih berkualitas dong ya :)  Agar gelar taqwa tidak lolos.Selain itu banyak bersyukur atas kemudahan dan bersabar dengan kesulitan. Karena di belahan dunia yang lain, banyak yang lebih berat ujian yang harus dijalani. Tapi dengan sabar, insha Allah semua kan terasa mudah dan banyak pertolongan yang di dapat. Wallohu a'lam


Kamis, 16 Juni 2016

Ini lah Kenapa Ayah Ibu Ingin Kamu Belajar Puasa Nak...


Anakku, mungkin kamu sering kesal karena dibangunkan saat sahur. Maklum usiamu baru 5 tahun. Mungkin saat itu kamu sedang asyik bermain di alam mimpi. Sampai-sampai enggan untuk bangun dan langsung diajak makan. Tapi sayang, itu semua itu Ayah Ibu lakukan agar kamu kenal kewajiban ini sejak kecil. Agar ketika engkau besar engkau tidak merasa enggan apalagi beratt hati dengan ibadah khusus di bulan Ramadan ini.

Anakku, mungkin kamu juga belum paham kenapa saat haus Ibu hanya memintamu bersabar sampai waktu kesepakatan untuk berbuka. Mungkin saat itu kamu memandang kami adalah orang tua yang kurang pengertian karena membiarkan kamu kehausan. Tapi sayang, itu adalah latihan bagi tubuh kecilmu untuk bertahan terhadap kesulitan. Bahwa sebenarnya kita diberi kekuatan dan daya bertahan oleh pencipta kita sayang.

Anakku, kamu juga pasti bingung kenapa Ayah Ibu mengajakmu berlapar-lapar dan lemas di siang hari. Bukan... bukan karena kami tidak sayang, Nak. Bukan pula karena kami tidak mampu memberi makanan kesukaanmu. Juga bukan karena kami menghalang-halangi asupan makanan yang katanya sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembangmu. Semua kami lakukan agar engkau terbisa untuk memenuhi syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah Rabbul ‘alamiin.

Anakku, mungkin kamu sering khawatir jika puasa kamu akan sakit. Karena akal kecilmu belum memahami bahwa puasa itu menyehatkan. Tapi sayang, puasa bukan berarti tidak makan sama sekali. Itu lah kenapa Nabi kita memerintahkan untuk bersegera berbuka dan makan sahur di akhir waktu.  Selama kita mengikuti sunnah Nabi kita, Insha Allah tidak ada yang perlu kamu khawatirkan.


Anakku, mungkin kamu sering ngambek karena Ayah Ibu tidak mewujudkan semua makanan minuman impianmu kala buka puasa. Bukan karenakami tidak menghargai lelah, lapar dan hausmu. Bukan juga karena kami terlalu pelit. Tapi sayang, kami hanya ingin mengajarkan bahwa buka puasa bukanlah ajang makan sepuasnya. Justru itu yang akan membuatmu sakit sayang. Kami ingin engkau lebih bersyukur dengan apa yang sudah didapat dan tersaji hari ini. Di belahan dunia yang lain, atau bisa jadi tetangga kita makanan mereka bisa jadi jauh lebih sederhana dan apa adanya dari yang kita makan.

Jadi Anakku, jika Ayah Ibumu berbinar kala kamu bersabar dengan pembelajaran ini, itu karena kami berharap itu menjadi bibit-bibit kemuliaan yang tumbuh subur seiring tumbuhnya fisikmu. Semoga menjadi barokah dan tambahan kasih sayang Allah padamu, Sayang...***

Untuk El Hafidz yang dua hari ini sudah berpuasa dari imsak sampai maghrib, Alhamdulillah semangat ya Mas...