![]() |
| https://www.lucudanunik.com/wp-content/uploads/2016/05/Selama-Ramadhan-Ratusan-Bis-di-Inggris-Bertuliskan-Subhanallah.jpg |
3. Tadarus sejak selasai Taraweh sampai Sahur
Jarak waktu antara Taraweh dan Sahur yang singkat diisi dengan tadarus di masjid. Bisa dibayangkan semalaman ya bangun, untuk memperbanyak amal shaleh. Setelah shalat subuh mereka memanfaatkan waktu sampai jam kantor atau kampus buka untuk beristirahat. Demikian juga setelah Asar yang jarak ke Maghrib bisa 5 jam, dimanfaatan untuk tidur selama 1-2 jam. Bagaimana pun tubuh juga punya hak untuk istirahat kan?
4. Pembagian selebaran waktu shalat
karena adzan tidak boleh pakai pengeras suara, agar kaum muslimin tetap bisa jama'ahan sholat di masjid maka selebaran jadwal sholat berjama'ah termasuk sholat jum'at disebarkan. kalau di sini dikenal dengan jadwal imsakiyah ya. Ada juga yang menggunakan program di phonecell. Dan jama'ah juga diberi tahu bahwa shalat berjama'ah Maghrib dan Subuh itu on time sesuai jadwal. Jadi walau pun adzan tak terdengar bisa tetap mengikuti shalat berjama'ah dengan jadwal yang sudah didapat.
5. Takjil gratis
Gak beda jauh sih dengan di sini, di Inggris pun banyak tenda dan masjid yang menyediakan takjil gratis. Untuk makan berat standar dibutuhkan uang sekitar 9 GBP atau Pound Sterling. Tahun ini di kota London dibuat tenda untuk berbuka bagi muslim. Hal ini ternyata menarik minat dan rasa ingin tahu dari pemeluk agama lainnya. Sehingga mereka pun tertarik untuk datang dan menikmati momen bukber ala negeri para kesatria itu.
6. Zakat Fitrah yang sangat terjangkau
"Disini harga beras murah, Teh. Sekian penny./liternya. 1 GBP adalah 100 penny. Nah, zakat fitrah saya sekeluarga ( 3 orang ) kalau dirupiahkan sekitar kurang dari 70rb."
Seorang kerabat yang pernah tinggal di sana pun pernah bercerita kalau di sana yang namanya susu, roti, telur sangat murah. Jadi pemerintah di sana ( eit dah gak ada maksud nyinggung siap-siap nih.. ) berusaha menjaga kestabilan harga pangan. Harga bahan pokok dimurahkan agar setiap lapisan masyarakat bisa makan. Sedang bahan sekunder apalagi tersier memang mahal banget ( kebalikan di sini ya... hehehe ).
Hikmahnya, karena kita banyak mendapat kemudahan ibadah puasa di Indonesia, mestinya lebih khusu' dan lebih berkualitas dong ya :) Agar gelar taqwa tidak lolos.Selain itu banyak bersyukur atas kemudahan dan bersabar dengan kesulitan. Karena di belahan dunia yang lain, banyak yang lebih berat ujian yang harus dijalani. Tapi dengan sabar, insha Allah semua kan terasa mudah dan banyak pertolongan yang di dapat. Wallohu a'lam


