Selasa, 04 September 2018

5 Hal Yang Perlu Disiapkan Orang Tua Saat Anak Mondok

Tak terasa sudah setahun bujang saya di pondok pesantren. Masa-masa adaptasi pun sudah berlalu. Dari yang awalnya sering murung, kini si bujang terlihat bersemangat dan betah di tempatnya belajar. Bahkan adiknya yang kini di kelas 6 sudah mengajukan proposal untuk mondok juga. Proposal yang bagi saya cukup susah untuk meloloskan karena sejak awal saya ingin anak-anak perempuan tetap di rumah, diasuh dan belajar di rumah saja. Lebih tepatnya saya ingin sebagai pendampingi mereka saat mereka memasuki dunia remaja sebagai gadis belia.

Tapi kalau ternyata sudah tekat kuat, mau apa lagi. Sebagai ortu, yang bisa dilakukan pastinya memberi dukungan terbaik. Nah, karena itulah saya coba ingat-ingat lagi apa yang perlu disiapkan dari pihak orang tua saat akan memasukkan anak ke pondok pesantren. Karena bukan hanya masalah materi semata, tapi moril itu jauh lebih penting agar anak dan orang tua bisa survive dengan kondisi ini.


1. Menyiapkan hati untuk berjauhan dengan anak
Bagi orang tua yang mungkin sibuk dalam artian terbiasa berjauhan dengan anak, bisa jadi tidak akan ada istilah melow atau merindu. Tapi jika hubungan orang tua sangat dekat dengan anak, maka orang  tua perlu mempersiapkan hatinya untuk berjauhan dengan anak. Cara paling  mudah adalah dengan memahami bahwa anak-anak sejatinya bukan milik orang tua. Mereka milik dunia yang akan mereka huni ( persis perkataan Umar bin Khattab ra. ).
Anak, nanti atau sekarang pada masanya akan meninggalkan rumah. Bisa jadi karena kuliah, bekerja atau menikah. Jadi anggap saja, anak yang akan mondok mereka mengambil jatah lebih awal dari pada yang tidak mondok. 

2. Memperbanyak prasangka baik
Prasangka baik atau positif thingking akan menghasilkan jiwa positif. Hal itu akan dirasakan juga oleh anak. Saat orang tua banyak khawatir ditambah suudzan, anak pun akan susah beradaptasi di lingkungan barunya. Titipkan anak pada sebaik-baik penjaga yaitu Allah Swt. Terlebih saat mengingat bahwa orang yang mencari ilmu maka akan mendapat curahan rahmat dari Allah, akan berada dalam naungan sayap malaikat. Mestinya hal ini bisa mengurangi banyaknya kegelisahan dan kekhawatiran saat anak di pondok.
Dalam prakterknya, akan banyak kejadian yang menguji prasangka baik ini. Misal hilangnya barang ini itu, dari mulai kaos kaki sampai peci. Dari mulai selimut sampai seragam. Awalnya saya juga sempet suusdzan, kok gitu sih? mungkin saat itu ekspresi kurang suka saya terlihat oleh anak, hingga anak pun merasa bersalah dan tidak enak hati sama emaknya ini. Tapi suami mencontohkan sebaliknya. Dengan tenang dia mendengarkan semua curhatan si bujang dan memberi pandangan-pandangan positif. Hingga si anak tidak lebih down dan kembali bersemangat.

3. Memilih Pesantren yang Tepat
Tepat disini bisa dari banyak sisi. Tanyakan pada si anak, pesantren seperti apa yang ingin dia masuki. Tahan keinginan orang tua untuk memasukkan anak ke pesantren idaman ayah ibu, atau pesantren favorit. Karena yang akan menjalani hari-hari di pesantren adalah anak. 
Itu saya tanyakan saat pertama kali si bujang mengatakan ingin mondok selulusnya dari SD. Pesantren seperti apakah? apakah yang khusus tahfidz, pesantren modern, atau pesantren yang masih tradsional. Setelah itu baru ditawarkan letak pesantrennya, apakah yang diluar kota, luar propinsi, luar pulau atau luar negara?
Saya dan suami sepakat untuk memilih pondok yang masih satu kota. Alasannya, karena kami sekeluarga masih belajar hidup berjauhan. Jadi jika keinginan untuk menjenguk tiba-tiba datang tanpa bisa ditolerir yaa masih bisa disebut gampang.

4. Bersabar karena semua butuh proses
Beda pesantren pasti beda peraturannya. Ada yang gampang dalam urusan njenguk, termasuk perpulangan. Ada juga yang hanya boleh dijenguk tapi susah dapat ijin perpulangan. Hal ini membutuhkan penyikapan yang tepat. Tidak bisa menyamakan pesantren A dengan pesantren B, pun sebaliknya. Yang bisa dilakukan ikuti aturan dan nikmati prosesnya. Berat, pasti. Apalagi jika ternyata anak sakit atau susah beradaptasi.
Saat itu ingatlah bahwa resep menghadapi ujian sudah diberikan Allah dalam Al Qur'an yaitu dengan sabar dan sholat. Bersabarlah dalam menjalani proses dan serahkan semuanya kepada Allah melalui doa-doa ( sholat ).

5. Dana
Kenapa saya memasukkan ke nomor terakhir? Bukan berarti tidak penting. Tapi saya meyakini bahwa setiap anak lahir dengan membawa rezeki masing-masing. Semua ada takarannya, semua pasti cukup. Yang ingin digaris bawahi adalah, anak mondok itu bukan sekedar pindah kamar. Mereka sedang belajar untuk mandiri, menyelesaikan permasalahan dan dewasa. Jadi, jadilah orang tua yang bijak dalam memberikan uang atau dana terhadap anak. Jangan sampai mereka tidak berubah, masih tetap manja dan tergantung orang tua padahal sudah bertahun-tahun di pesantren. Wallohu a'lam




 

Jumat, 06 Juli 2018

Obat Galau, Istri Lakukan 7 Hal Ini Untuk Memperlancar Rezeki Suami!

Bagi Ibu rumah tangga yang biasa mengelola keuangan keluarga parti hapal dengan pergerakan harga-harga kebutuhan pokok. Terakhir setelah musim Lebaran lewat, telur yang biasanya jadi lauk alternatif mulai beranjak naik. Entah apa penyebabnya, padahal musim bikin kue kering sudah berlalu. Belum lagi musim anak-anak sekolah yang segera menyusul. Kebutuhan seperti buku, sepatu, seragam , tas sekolah perlahan antri. Ditambah dengan naiknya BBM, membuat ibu-ibu  banyak yang meluapkan keluhannya di socmed. Entah itu berupa kekesalan, sindiran, meski tak sedikit yang menyejukkan dengan mengingatkan pada Sang Pemberi rezeki sejati.
Hasil gambar untuk wedding islami
https://thumbs.dreamstime.com/t/wedding-couple-hands-holding-lovely-71885926.jpg


Bersyukur jika ibu-ibu itu bisa membantu menambah penghasilan. Tapi bagaimana jika tidak bisa? Bagaimana jika kondisi tidak memungkinkan? Anak-anak yang masih butuh banyak perhatian, atau faktor- faktor lain yang memang akhirnya menyebabkan sumber pendapatan hanya dari pihak suami. 

Berikut ini adalah adalah 7 upaya yang bisa diakukan seorang istri dengan tujuan  memperlancar rezeki untuk keluarganya :

1. Senantiasa bersyukur dengan apa yang didapat
Mensyukuri rezeki yang sedikit maka akan membuat kita tidak sombong saat mendapat rezeki berlimpah. Bersyukur juga bisa menyebabkan rezeki bertambah. Bukan hanya dengan mengucap hamdalah semata, jangan lupakan juga bersyukur terhadap suami. Dengan cara menghargai seluruh upaya suami dalam mencari rezeki untuk keluarganya. Tidak mencela pemberian suami walau itu jauh dari kebutuhan. Ingatlah, bisa jadi suami sampai jumpalitan, kaki jadi tangan, tangan jadi kaki untuk mendapatkan nafkah keluarga.

2. Memberi kepada orang tua
Sisihkan sedikit dari rezeki yang didapat untuk dibagi dengan orang  tua maupun mertua. Tidak usah malu dengan jumlah yang sedikit. Karena orang tua sebenarnya lebih membutuhkan perhatian. Ini dilakukan semata-mata mengharapkan doa dan ridha orang tua ya men temen. Karena ridha Allah itu terletak pada ridha orang tua .
 
3. Mengingatkan suami untuk membawa pulang rezeki halal
 Ingatlah bahwa rezeki tiap makhluk itu sudah ada ketetapannya. Jangankan manusia yang dilengkapi dengan akal, bahkan binatang melata pun sudah dijamin rezekinya sepanjang hidupnya. Yang perlu dipastikan adalah halal tidaknya rezeki yang didapat. Jangan sampai menjadi istri yang menyebabkan suami melakukan hal apa pun untuk memenuhi keluarga. Bahkan sampai melanggar halal haram.

Ingat yang perlu dicemaskan itu bukan rezekinya, tapi berkahnya. Apakah akan menjadi daging yang baik dan bisa untuk beribadah. Atau malah menjadi tenaga untuk makin ingkar kepada Allah?


4. Cerdas mengatur keuangan keuangan
Ingat bahwa sekecil apapun rezeki yang diberikan oleh Allah pasti cukup untuk hidup. Tapi sebanyak apapun rezeki yang datang tidak akan cukup untuk memenuhi gaya hidup. Karena itu, cerdaslah dalam mengelola keuangan keluarga. Atur mana yang merupakan kebutuhan pokok, mana yang sekunder, mana yang tersier. Mana kebutuhan yang harus segera diupayakan, mana yang bisa ditunda.
Upayakan untuk tidak besar pasak dari pada tiang. Tidak perlu mengikuti gaya hidup keluarga lain yang bisa jadi pemasukannya lebih besar. Tak perlu malu memakai ukuran 'sepatu kita' orang lain, nyamanlah dengan ukuran yang sudah kita miliki.
 
5. Beibadah bersama suami
rezeki itu berbanding lurus dengan keimanan. Sehingga seorang istrri menstinya selalu jadi pengingat dan penjaga keimanan suaminya. Dan salah satu upaya untuk menjaga keimanan adalah beribadah bersama-sama. Saling mengingatkan dengan nasehat-nasehat yang baik. Saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran.

6. Mendoakan suami
Selalu sertakan doa-doa untuk suami. Doakan dia agar selalu ingat Allah dan merasa selalu dalam pengawasanNya. Doakan juga untuk kelancaran dan kemudahan urusan suami. Karena doa seorang istri adalah dukungan paling romantis untuk suaminya.

7. Permudah urusan orang lain
Ingatlah bahwa dengan mempermudah urusan orang lain, Allah akan mempemudah urusannya. Jadilah orang yang ringn tangan , mengulurkan pertolongan pada orang-orang terdekat. baik pada tetangga maupun kerabat. Meski hanya dengan hal-hal kecil yang dianggap sepele. Bisa saja kan, kemungkinan ( inget gaya Il Al di AKSI 2018 ) menjadi jalan terbukanya ridha Allah Swt.

Nah, semoga tulisan di atas bermanfaat ya men temen, bisa jadi obat galau bagi emak-emak macam saya ini :)***


Jumat, 22 Juni 2018

Cerdas Mengelola Uang THR Anak

Assalamu'alaikum...

Bagaimana Lebarannya men temen? Alhamdulillah, tahun ini masih diberi rezeki umur dan dana untuk bisa mudik ke kampung halaman. Satu yang ditunggu oleh saya selaku anak yang masih memiliki orang tua. Moment tahunan untuk pulang kampung, bersilaturrahmi dengan mamah khususnya dan keluarga besar. Demikian juga dengan suami, meski kedua orang tua sudah berpulang, tetap saja bersilaturrahmi di momen Lebaran adalah hal yang ditunggu.

Nah, bagi temen-temen yang tidak mudik atau malah harus bertugas di hari nan Fitri, tidak usah terlalu berkecil hati. Insya Allah bahagia tetap datang kok . Hadiah kejutan -kejutan dari Allah Swt., pasti ada aja kan. Ya, intinya bahagia itu tetap dari hati yang penuh syukur , tul gak? ๐Ÿ˜Š
 
Kali ini saya mau cerita tentang momen mudik dalam pandangan anak-anak. Bagi  anak-anak, terutama dua bocil yaitu Daud dan Omar, mudik berarti THR, alias salam tempel atau angpau Lebaran. Jauh-jauh hari sebelum mudik, keduanya sering berceloteh tentang siapa-siapa yang rajin tiap tahun kasih salam tempel. Baik dari pihak saya maupun suami. "Asyikk..., nanti kita dapat uang banyak, Mar!" yang langsung disepakati oleh sang adik.

Dapat salam tempel, atau jaman saya sih nyebutnya 'uang pecing' karena belum musim tuh sebutan THR adalah hal yang menyenangkan bagi anak. Wajar kalau mereka menyimpannya sebagai memori indah. Meski demikian mereka saya ingatkan pantang untuk meminta-minta. Saya juga tidak mendorong-dorong mereka untuk menengadahkan tangan. Prinsip saya, kalau dikasih diterima dengan penuh syukur, kalau tidak pantang minta-minta. Ditambah nasehat, tangan di atas jauh lebih baik dari tangan di bawah ( walau agak berat merreka menelannya- dalem banget sih Mak !๐Ÿ˜… )

Kenyataannya, nih bocah lupa dengan nasehat emaknya. Ketika semua paman, bibi saya - ini lah untungnya dari kelurga besar, banyak punya paman dan bibi  yang sayang pada ponakan hehehe - sudah memberi THR, Daud kasak-kusuk. Sasarannya adalah Mbah Utinya. Sampai akhirnya saat di dapur, Daud tanpa sungkan langsung nodong mamah saya, " Mbah, semua sudah kasih THR lho, Mbah Uti aja yang belum. Aku kan puasanya full, tamat." Ujarnya dengan tekanan di kalimat terakhir. Mbah Utinya cuma ketawa, lalu membagikan amplop-amplop kecil yang ternyata sudah dipersiapkan.

Setelah mengucap terima kasih, bocah ini langsung laporan diikuti oleh sang adik. Dia menyimpannya dengan amplop- amplop lain, sedang Omar lebih memilih menyetor ke Emaknya dengan wanti-wanti, "Jangan dipakai ya Bu..." Heuheuheu...

Nah, setelah balik ke rumah, tibalah  waktunya membuka angpau-angpau itu. Saya dan suami memberikan arahan pengelolaan THR yang baik. Agar uang- uang itu bermanfaat, tidak hilang tak berbekas begitu saja. Untuk apa saja THR anak?

1. Belanja kebutuhan anak
Bulan depan sudah mulai sekolah lagi kan? Saatnya mendata kebutuhan sekolah anak. Pastinya beda-beda dong tiap anak, enggak sama. Ada yang mesti ganti sepatu, tapi tas masih bagus. Ada yang mesti beli tas saja karena sepatu masih oke. Bisa juga kebutuhan anak yang lain, seperti peralatan makan anak  serta  sandal untuk di sekolah ( karena  anak-anak saya pada sekolah di fullday ).
Boleh enggak mereka beli mainan atau buku bacaan? Boleh dong, asal tidak melebihi budget dari kebutuhan utama sekolah. Makanya, saya sih oke-oke aja saat Daud dan Omar minta mobil remote. Karena sebelumnya pun dikasih tahu, boleh selama uang masih mencukupi.

2. Beramal 
Nah, ingat juga nih pos kedua, yaitu beramal. Saya suka mengingatkan dua bocah ini saat akan ke masjid untuk membawa uang yang sudah disisihkan dari THR untuk shadaqah. Atau kepada siapa saja yang mereka kehendaki untuk berbagi, tak masalah buat saya. Saya selalu ingatkan, bahwa berbagi itu tidak pernah rugi. Malah untung. Karena shodaqah itu magnet rezeki yang mengundang rezeki datang dari arah tak terduga. Dan siapa sih yang tidak ingin uangnya nambah dengan berbagi๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜.

3. Ditabung
Yang ketiga ini juga tidak boleh dilupakan. Makanya, saat di kampung saya sama suami sudah membelikan celengan-celengan baru. Mereka pasti semangat menyisihkan uang untuk dimasukkan ke celengan warna-wani ini. Bersyukur mereka nurut saja, karena memang manfaatnya mereka yang rasain kok. Saya memang sudah mengajarkan kalau ingin apa-apa ya nabung dulu. Bahkan untuk beli pulsa kuota ke emaknya aja, anak-anak pakai usaha nabung kok hehehe, emak ratu tega emang hihihi.


Emak juga dapat bagian kok, itung-itung jasa penyimpanan sementara. walaupun paling seneng ya kalau anak dengan rela menyerahkan semua uang THR nya masuk dompet emak hihihi. Gak popo, segitu saja masing mending, dari pada emak dibikin gigit jari.Walaupun bakalan balik-balik ke mereka lagi sih, kalau butuh untuk jajan. Seringnya sih rugi kalau itung-itungan jajannya itu berenang, ice cream, ke pujasera untuk beli seblak dan teman-temannya. Tapi sudahlah, niat baik diterima dengan hati baik juga, insha Allah berkah, aamiin.

Semoga menginspirasi dan bermanfaat ya...๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Wassalamu'alaikum


Rabu, 25 April 2018

Sudahkah Bersiap Menyambut Bulan Suci Ramadhan?

Tak terasa Sya'ban sudah mendekati pertengahan. Artinya semakin dekat juga dengan bulan suci Ramadhan. Bulan dimana, kaum muslimin akan melaksanakan satu dari rukun Islam, yaitu berpuasa. Bagi yang mengetahui keutamaan bulan ini pasti banyak persiapan yang sudah dilakukan.  Hal ini pun dicontohkan oleh Baginda Nabi Saw., dan para sahabat. Rasulullah Saw., terlihat jarang sekali berbuka di bulan Sya'ban. Hal ini menunjukkan beliau banyak melakukan puasa sunnah, sebagai moment pembiasaan akan amalan khusus di bulan Ramadhan nanti, yaitu puasa. Sementara para sahabat yang biasanya bepergian untuk bisnis, beberapa bulan sebelum Ramadhan sudah menghentikan aktifitas satu ini. Semata-mata untuk memenuhi satu sarat wajib puasa, mukim atau menetap.

https://bimbinganislam.com/wp/wp-content/uploads/2016/10/ramadhan.jpg
https://bimbinganislam.com/wp/wp-content/uploads/2016/10/ramadhan.jpg

"Barangsiapa yang melakukan shaum Ramadhan karena iman dan ihtisab ( menghitung dalam rangka mengarap ridha Allah ), niscaya Allah Swt., mengampuni dosanya yang telah lalu." 
HR. Abu Hurairah 

 Apa yang perlu dipersiapkan?

1. Iman
Tanpa keimanan apalah artinya sebuah amal. Maka, perkuat keimanan dalam diri sebagai persiapan utama dalam menjalankan perintah Allah. Karena perintah dalam QS . Al Baqarah : 183 pun dikhususkan kapada orang-orang yang beriman. Maka galilah lagi pemahaman, taklimlah lagi untuk makin menguatkan aqidah atau ikatan diri dengan  Allah Swt. Perbanyaklah meminta kepada Allah agar hati senantiasa ditetapkan dan diteguhkan dalam keimanan. 
2. Amal
Ramadhan adalah bulan dengan banyak julukan. Hal ini menunjukkan betapa banyak amal-amal istimewa yang bisa dilakukan di bulan ini. Karena bulan ini disebut syahrul syiam, maka amal pertama yang disiapkan adalah shaum. kenali lah ciri-ciri shaum yang akan mendapatkan pahala berlipat dari Allah Swt. Mulai dari syarat wajib, syarat syah, rukun bahkan hal-hal yang membatalkan puasa baik itu secara dhahir maupun bathin.

3. Kesehatan
Melaksanakan amalan shaum dan sholat malam pastinya membutuhkan stamina yang prima. Harapannya bisa full mengisi  Ramadhan dengan amal-amal kebaikan. Karena, tidak ada jaminan, tahun depan akan bertemu lagi dengan bulan mulia ini? Karenanya jadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan terbaik. Setuju kan?

4. Harta
Di bulan Ramadhan ada satu lagi amalan khusus yang erat kaitannya dengan harta yaitu zakat fitrah. Di bulan ini juga dikenal dengan syahrul Judd, bulan utama untuk membantu kaum yang kurang mampu. Bahkan memberi makanan buka untuk orang yang berpuasa dijanjikan mendapat pahala yang sama dengan orang yang berpuasa juga. Jangan heran, kalau di bulan Ramadhan orang berlomba membawa takjil ke masjid atau mengundang tetangga, kerabat atau sekedar teman-teman untuk buka bersama. Pahalanya itu lho,menggiurkan :)

Dan untuk niat yang baik, mestinya hartanya pun berasal dari yang baik juga. Bebas dari hal-hal haram dan subhat. wallohu'alam bishowab.***
 

Senin, 19 Maret 2018

Anda Perlu Coba Ini, Campuran Madu Kunyit

Assalamu'alaikum...

Sudah lama tidak memposting tulisan baru. Kesibukan baru apa, entah. Kadang saya sendiri juga bingung hehehe. Jadi saya mesti jujur, memang saya lagi males aja. Tapi karena beberapa waktu lalu sempat dibuat tertarik dengan urusan madu dan kunyit, jadilah pengin nulis di sini. Awalnya sih karena beberapa waktu lalu sempat menggunakan campuran bahan alami ini untuk terapi maag pak suami. Alhamdulillah, qadarullah...terapi berbuah manis. Si maag tidak berontak-berontak. Tapi ya itu, kudu inget. Sadar diri, kalau enggak kuat ngopi ya jangan coba-coba hehehe. Sama seperti saya yang tidak kuat makanan or minuman asam. Makan rujak aja yang kata sebagian orang seger, enak, saya mah perih dan mules...๐Ÿ˜Š

Yuk...lanjut ke topik utama, campuran madu dan kunyit....

Jadi gini ya men temen,  kunyit itu memang dari dulu sudah terkenal sebagai tanaman kaya khasiat.  Selain digunakan untuk bumbu, rimpang satu ini banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Diyakini mengandung antibiotik alami, memberi efek dingin di perut, bahkan cocok untuk luluran. Sementara madu itu asal asli ( pure ) dan non olahan ( raw / sehingga masih lengkap kandungan maksro, mikro plus enzim-enzimnya ) juga diyakini sebagai persembahan alam terbaik. Khasiatnya pun sudah banyak ditulis dalam sejarah, termasuk untuk program kesuburan dan kehamilan. Lalu bagaimana jika keduanya dicampur? Yuk kita kupas tuntas dua primadona ini ๐Ÿ˜€

1. Antibiotik Alami
Pernah dengar reistensi antibiotik? Kondisi dimana tubuh sudah kebal pada dosis antibiotik tertentu karena penggunaan antibiotik yang berlebihan. Saat tubuh hanya perlu antibiotik dosis ringan, lebih baik kita gunakan bahan yang alami saja. Campuran kunyit dan madu ini dapat menjadi pilihan.

Campuran kunyit dan madu dapat digunakan untuk melawan infeksi bakteri dan virus, sebagai anti-inflamasi, dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Cara membuat:
Campurkan 1 sendok makan bubuk kunyit dengan 100 gram raw honey. Bisa pula ditambahkan sejumput lada hitam yang bermaanfat untuk mempermudah penyerapan kunyit di dalam tubuh dan meningkatkan kemampuan biologis yang dibawanya. Simpan dalam kulkas. Campuran ini baik dikonsumsi hingga 2 minggu setelah pembuatan.
Konsumsi 1sdm setiap hari untuk menjaga daya tahan tubuh.

2. Menyehatkan kulit
Masker wajah dan lulur badan dari campuran kunyit dan madu merupakan exfoliator (pengelupas) alami yang sangat baik. Kunyit bermanfaat sebagai obat untuk jerawat, eksim, psoriasis, kulit kering, keriput dan lingkaran hitam di bawah mata. Kunyit juga mengurangi peradangan kulit karena tingginya antioksidan dan memperlambat kerusakan sel. Selain itu, dapat membantu mengurangi pigmentasi yang meningkatkan warna kulit.

Beauty goal gini kan? Kulit glowing, bebas jerawat dan bebas mata panda ๐Ÿ˜

Cara membuat:
Campurkan 1/2 sdt bubuk kunyit dan 1 sdm raw honey, untuk hasil lebih optimal tambahkan 1/2 sdt yoghurt atau susu, 1/2 sdt cuka apel dan sedikit perasan lemon.
Aplikasikan pada kulit wajah secara merata, diamkan selama 15-20 menit. Lalu bilas dengan air hangat hingga bersih. Untuk lulur badan campuran dapat ditambahkan dengan beras tumbuk atau tepung beras. Untuk hasil optimal, lakukan 2 kali seminggu.
Bubuk kunyit dapat diganti dengan kunyit segar yang dihaluskan bersama beras kemudian dijemur hingga benar-benar kering.

3. Mengatasi Masalah Keputihan
Campuran kunyit dan madu ternyata juga bisa mengatasi masalah keputihan, serta dapat pula mencegah nyeri haid dan melancarkan haid.

Cara membuat:
Parut 2 ruas rimpang kunyit. Rebus segelas air hingga mendidih lalu masukkan parutan kunyit dan rebus hingga kunyit matang. Angkat, saring air kunyit ke gelas saji. Setelah hangat, tambahkan raw honey ke dalam air kunyit, aduk rata. Minum selagi masih hangat secara rutin setiap malam sebelum tidur.

Catatan:
Kunyit tidak disarankan dikonsumsi oleh orang-orang yang menderita masalah kandung empedu karena menyebabkan kontraksi otot kandung empedu. Kunyit juga dapat menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah. Jika Anda sudah memiliki tekanan darah rendah atau Anda memiliki masalah kadar gula darah Anda, berkonsultasilah dengan dokter Anda terlebih dahulu.
 
4. Meredakan Keluhan Maag
 Nah, sekarang saya mau cerita tentang terapi pak suami. Jadi karena pola makan tidak teratur, ditambah beban kerja yang bikin stres, pak suami pun merasakan perutnya sakit perut. Melilit dan akhirnya bolak-balik ke kamar mandi. Sudah coba minum obat maag dari apotik, sembuh bentar lalu kumat lagi. Bosen minum obat, dia pun beralih ke jamu-jamuan alias obat herbal.
 
Nah, ini yang saya buat untuk pak suami : Dua sendok bubuk kunyit , seduh dengan air hangat. aduk hingga larut. Diamkan sampai terdapat endapan. Kalo saya sih, larutan itu didiamkan selama 12 jam. jadi kalau mau konsumi pagi-pagi, bikin sebelum tidur. kalau mau minum malam, bikinnya pas siang. Saat akan dikonsumsi, saring si larutan kunyit. Beri air hangat sedikit, lalu tambahkan madu. Hal ini agar madu mudah larut dan terserap khasiatnya oleh tubuh dengan sempurna. 

Yuk rasakan keajaiban campuran emas dari kunyit dan madu ini! ๐Ÿ˜Š๐Ÿฏ
Semoga bermanfaat ya men temen...

Wassalamu'alaikum....

Sumber bacaan:

*Info lengkap seputar klik:*

#newCW11 #honeyandturmeric #kunyitdanmadu #homeremedies #antibiotic #facemask

Kamis, 01 Februari 2018

Dua Modal Besar dalam Mendidik Anak




http://www.fashioncentral.pk/wp-content/uploads/2017/02/Living_Lifestyle/Activities_For_Toddlers_During_Ramadan.jpg 
Di akhir bulan Desember ada satu kejadian yang bagi fans K-pop menyedihkan. Seorang idol K-pop yang katanya berbakat, hebat, dan banyak fansnya nyatanya bunuh diri. Diagnosa dari tim medis, si idol ini meninggal karena keracunan gas dari briket batu bara yang dibakar di dalam kamar. Dari berita-berita yang saya baca sih, katanya di Korea sono, bunuh diri yang enggak terlalu sakit ya pakai cara ini. Entahlah, saya sendiri tidak mau membuktikan pendapat ini. Asli belum siap pulang kampung, ngerasa amal masih minim hiks...










Di tengah huru-hara dunia K-pop, di negeri tercinta ini malah riuh dengan fenomena eljibiti yang bak jamur di musim hujan. Kasus-kasus bermunculan, banyak saksi matadari dunia medis yang menyaksikan akhir dari para pemuja penyimpangan ini. Sakit , meregang nyawa sendiri, tanpa keluarga yang menemani. Bahkan patner atau bisa jadi kekasih yang selama ini bersama-sama bergulat dalam dosa pun tidak ada yang datang. Puff... sungguh akhir yang mengenaskan. Tapi kok ya herannya tetap saja banyak yang ngikut ( jan wes, bikin bingung tenan ).

Apa hubungannya dengan dua modal besar mendidik anak?

Jelas ada dong, karena di jaman ini korban dan pelakunya banyak juga yang masih belia.. Depresi, rasa tertekan biasanya makin parah saat tak ada siapa pun yang siap mendampingi. Saat keluarga tidak perperan, maka yang ada hanyalah anak-anak kesepian yang rentan terhadap depresi. Sebaliknya, keluarga yang kuat ikatannya, yang selalu ada dan bisa memberi dukungan akan membuat anak-anak lebih tahan dan kuat terhadap hal-hal yang membuatnya tertekan.

Sementara  untuk penyimpangan fitrah, zaman now itu  anak yang dikenal baik, kalem, bintang kelas, putra daerah terbaik tak luput dari fitnah ini. Korban bahkan pelaku banyak juga yang masih usia belia. Sedih banget, karena generasi penerus yang mestinya bersiap menerima tongkat estafet negeri ini malah rusak oleh virus kebebebasan keblinger ini.Karena itu, bentang utama untung menghadapi gerakan fitnah ini ya dari keluarga. Dari bagaimana orang tua memperlakukan dan mendidik anak-anaknya. Sehingga mereka mampu bertahan dan memilih yang sesuai fitrah.

Modah besar mendidik anak, sejatinya ada dua. Yaitu Taqwa dan Tawakal. Taqwa diartikan bahwa mendidik anak lahir dari pemahaman untuk menghantarkan anak pada Sang Khaliq. Mengajak anak untuk menetapi fitrah hidupnya yaitu  untuk beribadah, sehingga tidak pernah bosan menyemangati, membimbing, mendoakan anak sebagai wujud amal jariah untuk orang tuanya.

Sementara tawakal adalah bentuk sikap jiwa dari orang yang beriman, dan dalam menjalankan proses  meyakini bahwa hasil terbaik adalah ketetapan Allah Swt. Untungnya, Allah Swt tidak hanya menilah dari hasil akhir, tapi juga proses. Sehingga istilah hasil tidak mengkhianati proses pun bisa berlaku. Maka berproseslah dalam mendidik anak sebaik mungkin, seoptimal mungkin. Diiringi dengan doa dan pengharapan penuh. Inshaa Allah hasilnya pun bisa membuat kita bertakbir, bertahmid dan berbahagia. Layaknya penanam yang gembiara melihat tanamannya berbunga dan berbuah.

Nah, untuk memperkuat dua modal itu maka hadirilah kajian-kajian ilmu yang bisa menambah pemahaman kita akan Allah dan seluruh ajarannya. Carilah ilmu untuk memantapkan amalmu. Dekatkan diri dan keluarga dengan Al Qur'an, yang kandungannya jauh sangat cukup untuk menjawab seluruh permasalahan hidup. Berkumpullah dengan orang-orang yang sevisi dalam mendidik anak. Yaitu membentuk generasi Qurrto A'yun. Generasi yang mengundang keridhaan Allah Swt. Tak lupa, jangan berputus asa dan jangan merasa cepat puas. Bersabarlah dan bersyukurlah atas apa yang engkau dapat. Karena mendapat anak baik dan sholeh bisa menjadi anugerah sekaligus sebagai cobaan juga kan...?

Saya ingat di sebuah percakapan WAG kelas anak yang duduk di kelas 10 MTs. Suatu hari wali kelas mengingtkan anak-anak tugas-tugas yang harus dikerjakan. Intinya Bu Guru ini mengingatkan anak-anak yang jadi tanggung jawabnya di kelas untuk semangat dan tidak cepet putus asa ketika menghadpi kesulitan mengerjakan tugas. Lalu ada yang komen, "Ibu ini semangat sekali" dilanjut dengan emot ketawa lebar tapi dengan peluh di atas kepala. Dengan gaya bergurau wali kelas ini menyahut, "Iya atuh, ibu juga harus semangat. Kan ini adalah amal jariyah ibu, menyemangati kalian untuk rajin belajar." 

Deg... sampai sini saya kok mrebes mili. Mata langsung kabur karena ada genangan air. Ya, seringnya kita merasa bosan menasehati anak, merasa sudah full mengajari anak. Padahal itu ujian, padahal itu bisa menjadi amal sholeh, bahkan amal jariyah. Yang pahalanya akan terus mengalir selama anak tersebut melakukan apa yang kita ajarkan. Allohumma aamiiin...

Wallohu a'lam bishowab...

Gambar :
http://www.fashioncentral.pk/wp-content/uploads/2017/02/Living_Lifestyle/Activities_For_Toddlers_During_Ramadan.jpg

Resep Cantik Ala Cleopatra

Awalnya karena di Grup Zaida sedang ribut masalah mandi madu. Ya kali, bukan berarti kudu berendam di sekolam full madu murni. Kebayang selain lengket dan bisa diserbu semut, atau malah lebah madu hehehe, juga bisa bikin kantong jebol kemana-mana.



Tapi dari ide mandi madu ini, saya pun kepikiran tentang kisah ratu Mesir Kuno yang terkenal dengan kecantikannya. Yup, yang dimaksud ya dia ini Cleopatra, yang sampai saat ini masih dianggap sebagai simbol kecantikan abadi. Dan ternyata istri penguasa Mesir ini menggunakan bahan-bahan yang sudah diyakini berkhasiat untuk kesehatan kulit macam madu dan minyak zaitun.

FYI, madu sudah dikenal sejak zaman kuno tentang khasiatnya yang bejibun. Mulai untuk pengobatan, sampai untuk masalah kesuburan. Untuk menurunkan demam sampai untuk obat alami radang. Dari obat batuk sampai obat kulit. Iya kah? Iya, bahkan madu hutan alami direkomendasikan oleh ahli medis untuk obat oles lua diabetik ( penderita diabetes ). Karena berfungsi sebagai pencegah infeksi dan mengeringkan luka, emezing banget lah. Masyaa Allah...

Karena rasa madu yang cenderung manis, banyak juga yang tidak suka konsumsi madu. Nah, manfaatkan madu yang ada untuk perawatan kulit Anda. Jadi jangan merasa rugi kalau beli madu karena tidak suka meminumnya. Kalau saya sih, madu ya buat diminum, dikucurin diatas puding, atau malah olesan roti. Untuk cuci muka juga. Wess... pokok e paket all ini one deh hihihi ( penganut paham irit maksimal lho ) 

Kembali ke Mesir Kuno ya!

Masyarakat Mesir Kuno ternyata sudah menggunakan minyak zaitun untuk merawat kulit. Digabung dengan madu untuk maskeran  atau luluran. Nah, bagi yang punya duit zaman dulu, madu pun bisa untuk mandi. Entah pemakaiannya apakah digabung di air untuk berendam atau sekedar luluran sebelum mandi.

Untuk Maskeran:
Campurkan sesendok minyak Zaitun dan dua sendok madu. Aduk hingga rata. pakai untuk maskeran ke seluruh wajah. Tunggu selama kurleb 20 menit. Lalu bilas dengan air dingin. Masker ini bisa digunakan seminggu 2-3 kali. Khasiatnya adalah untuk mencerahkan kulit bahkan menghilangkan flek yang mengganggu.

Untuk Luluran
Campur tiga sendok madu dengan lulur bubuk secukupnya. Jika terlalu kental, enggak usah pusing. Tambah saja air oke :) .Lalu balurlah ke tangan, kali dan bagian tubuh yang ingin dilulur. Tunggu 15 menit . Bilas sambil dipakai untuk scrub. Manfaat mengangkat kulit mati, melembabkan dan mencerahkan kulit.

Mau coba, monggo ya.. semoga bermanfaat :)
Ah ya, masalah hasil tergantung rajin tidaknya. Dan juga tergantung lagi cocok atau tidaknya. Tapi kalau melihat bahan-bahannya alami, selama tidak memiliki alergi madu atau minyak zaitun, Inshaa Allah aman yaa...*** 

sumber : Rawhoney Zaida

#rawhoneyzaida
#mandimadu
#madumentah
#maduasli