Selasa, 21 Juli 2015

Lezatnya Kakaren Buatan Sendiri



Idul Fitri sudah beberapa hari berlalu. Bagi yang mudik sudah saatnya meninggalkan kampung halaman. Kalau ada kakaren ( istilah sunda- kue sisa Lebaran ) sih enak. Sampai di rumah tinggal bongkar kue oleh-oleh dari kampung. Nah... bagaimana jika tidak ada kakaren atau oleh-oleh, bisa kok dengan buat kue sendiri.

Saya sendiri sebenarnya kepincut dengan kue buatan kakak ipar di kampung. Setelah investigasi sana-sini, akhirnya dapatlah resep kue kesukaan saya dan anak-anak. Putri salju yang nanti akan saya remake ( halah istilahnya ) atau dimodifikasi dengan gaya lain, bisa salju pandan atau salju coklat heheh ( kumaha mood weh engke mah ). Nah bagi yang mau, sila kan ikuti langkah-langkah arahan di bawah ini :)


Resep putri salju:
Kuning telur 4
Terigu protein rendah 900gr sangrai dan ayak hingga halus
Mentega 600gr
Maezena 1 sendok

Bahan tambahan
Keju sesuai selera diparut dan dioven hingga kering
Gula halus 150gr
Susu bubuk full cream 50gr

Cara pembuatan :
Kocok kuning telur dan mentega sampai lembut. Masukkan terigu perlahan. Uleni, tambahkan keju lalu uleni lagi hingga kalis. Cetak sesuai selera. Panggang hingga matang biasanya sih suhu 150 derajat dan waktunya sekitar 20 menit. Dinginkan lalu masukkan ke dalam gula tepung yang sudah dicampur susu bubuk full cream.
Dijamin rasanya renyah, manis dan ada gurihnya dari susu.

Bisik-bisik tetangga eh salah, bisik-bisik si empunya resep, kalau mau buat nastar pun bisa dengan resep kue di atas. Tinggal tambahin maezena jadi dua sendok dan susu full cream 70 gr atau dua sachet susu full cream  di bagian adonannya. Nah, Mau mencoba? Monggo...:) kalau gak mau ribet beli  juga bisa kok, hehehe

Daann.., setelah menguatkan tekad, jadilah hari ini saya mengesksekusi resep putri salju. Karena toko bahan kue masih banyak yang tutup, maka pakai bahan yang ada bisa di dapat. Jadilah modifikasi hanya pakai meses, hingga tampilannya seperti ini


Nah, Mau mencoba? Monggo...:) kalau gak mau ribet beli  juga bisa kok, hehehe***

Mengintip Kesuksesan Veronica Sebagai Woman Marketer


Dalam sebuah perusahaan, marketing menempati posisi sebagai ujung tombak. Bagaimana tidak, prospek produk sebuah perusahaan sangat tergantung pada kepiawaian promosi yang dilakukan oleh para marketer.  Juga pada kemampuan menjalin relasi yang baik dengan para klien.  Karena itu, sebuah perusahaan sangat membutuhkan marketer yang mumpuni, yang tidak hanya memiliki ilmu marketing, networking luas, tapi juga memiliki attitude yang baik hingga bisa mendapatkan kepercayaan dari para kliennya.
 
Itu lah yang bisa kita pelajari dari woman marketer bernama Veronica Ratnaningrum. Seorang wanita yang mampu mendobrak dunia konsultasi marketing yang selama ini didominasi kaum pria. Veronica hadir memberi sentuhan khas wanita pada dunia marketing  hingga lebih menguntungkan. Kepekaannya sebagai wanita digunakan untuk membaca pasar, hingga tercipta konsep dan strategi pemasaran yang lebih terarah. Hasilnya, PT. Masterindo Multiguna, perusahannya yang dibangun sejak tahun 2011, bisa dibilang cukup berhasil.
                            
Satu lagi yang diandalkan wanita yang akrab disapa Vey ini, yaitu kemampuannya menjalin networking dalam bisnisnya.  Ditambah dengan sifatnya yang komunikatif, dinamis, aktif dalam kegiatan sosial membuat sosok ini berhasil membuat hubungan baik dengan para klien. Berbekal motto, ‘ingin membuat orang lain bahagia’, dia pun menggandeng para pemilik perusahaan ( merchant) untuk bekerja sama dengan Bank atau perusahaan lain agar memberi kemudahan pada customers. Disinilah kepiawaian Veronica Ratnaningrum sebagai konsultan marketing terlihat jelas.

Profesionalitas  dan disiplin tinggi diterapkan saat menjadi penghubung antara pihak pemilik usaha seperti restoran dengan Bank atau perusahaan sejenis. Hingga lahirlah program-program promosi seperti discount,  top spender dan lain-lainnya. Melalui PT. Masterindo Multiguna, Veronica juga menawarkan beberapa program kerja sama yang menguntungkan seperti voucher dan merchandise. 
 
Veronica menyadari ada faktor sukses yang tidak boleh diabaikan dalam usahanya. Yaitu,  merancang program, riset, menganalisa pasar, memanajemen, serta memberikan jalan keluar untuk setiap problem yang dihadapi kliennya. Jangan sampai klien merasa program-program yang ditawarkan seorang marketer ketinggalan jaman.  Itu lah yang membuat Veronica bersama perusahannya selalu membuat terobosan baru dalam hal promosi. Seperti yang akan diluncurkan dalam waktu dekat ini, yaitu Digital Merchant, e-Catalogue, dan e-Voucher.

Kesuksesan Veronica dan perusahaannya juga tidak lepas  dari kepemimpinannya yang kuat.  Saat ditanya tentang munculnya pesaing dalam bidang konsultan marketing, wanita yang suka berbagi ilmu ini berujar, ”Kompetitor baru muncul akhir-akhir ini saja. Kebanyakan dari teman atau mantan karyawan  yang kemudian mendirikan bisnis jasa serupa.”

Nah, anda ingin sukses juga seperti Veronica, tidak ada salahnya mencoba kan?***

Sumber foto:
https://id.linkedin.com/pub/veronica-ratnaningrum/80/426/557
http://www.masterindomultiguna.com/

Edukasi Pajak Di Mata Zeti Arina

Zeti Arina


Bisa jadi saat ini banyak masyarakat yang tidak terlalu paham akan pajak. Beberapa elemen bahkan menganggap pajak adalah sebuah beban yang lebih suka dihindari dari pada dilaksanakan. Hal ini menyebabkan anggapan miring pada pofesi yang berhubungan dengan dunia pajak, seperti konsultan pajak. Tak jarang profesi ini lebih dianggap sebagai pencuri pajak oleh masyarakat awam. Zeti Arina yang notebene seorang konsultan pajak justru menanggapi pendapat ini sebagai tantangan untuk memberikan edukasi yang tepat tentang pajak.

CEO Artha Raya Consultant ini, lebih lanjut menjelaskan tentang aktivitas konsultan pajak yang ternyata bukan hanya perhitungan pajak. Tapi justru yang terpenting adalah mengedukasi klien tentang menghitung pajak dengan benar dan hemat. Klien juga harus paham kapan terakhir membayar pajak dengan harapan tidak ada keterlambatan pembayaran. Apalagi sampai menunggak dan mendapat denda.  “Lakukan pembayaran pajak ke bank, bukan kantor pajak. Setelah itu baru lakukan pelaporan pajak ke kantor pajak.” Tambah Zeti.

Masih menurut Zeti, peran konsultan pajak sangat dibutuhkan oleh para wirausaha pemula. Karena kebanyakan mereka masih buta pajak. Namun demikian bukan berarti para pengusaha ini mencari konsultan pajak. Mereka lebih sering tidak mau tahu dan menghindari apa-apa yang berkaitan dengan pajak. “Saya justru prihatin jika mereka para pengusaha pemula, pedagang on line yang mulai berhasil, motivator yang mulai terkenal, atau profesi apa pun yang sukses bangkrut seketika saat diperiksa pajaknya. Hanya karena keengganan mereka untuk mengerti pajak.”

Edukasi pajak dianggap oleh Zeti sebagai bentuk pengabdiannya pada masyarakat. Karena itu lah dia secara sukarela memberi penjelasan tentang pajak pada masyarakat yang membutuhkan. Medianya pun beragam, mulai dari menulis artikel, menulis buku, menggelar seminar, dan talkshaw di radio. Media sosial pun dimanfaatkan untuk menyadarkan masyarakat akan kegunaan pajak. Sementara untuk mendapatkan penghasilan, Zeti lebih memilih  memberi jasa konsultasi pajak pada perusahaan asing dan grup perusahaan besar yang selama ini sudah menjadi kliennya.

Bagi anda yang ingin menjadi konsultan pajak, ada beberapa persiapan yang harus dipenuhi seperti wajib lulus ujian sertifikasi yang terdiri dari Brevet A, Brevet B dan Brevet C. Lebih jauh Zeti menerangkan bahwa perbedaan Brevet A,B dan C adalah tentang kewenangan yang dimiliki. Untuk Brevet A kewenangannya untuk memberi konsultasi wajib pajak perorangan. Brevet B kewenangannya WP perorangan dan Badan, sedangkan C mempunyai kewenangan tertinggi semua kewenangan brevet A dan B ditambah Wajib Pajak Asing. 

Nah..., jika sudah menjadi konsultan pajak, jangan lupa untuk  melakukan edukasi pajak ya... Agar masyarakat luas dan Wajib Pajak semakin melek pajak.***


sumber foto
http://www.indscriptcreative.com/wp-content/uploads/2015/02/untuk-website-zeti-arina-512x300.jpg